10 Kuliner Khas Dieng yang Wajib Dicoba, Ada yang Cocok untuk Anak

10 Kuliner Khas Dieng yang Wajib Dicoba, Ada yang Cocok untuk Anak

Mau liburan ke Dieng? Jangan hanya cari tempat wisata. Ini 10 kuliner unik Dieng dan Wonosobo yang wajib dicoba, dari mi ongklok hingga carica.

Kalau liburan ke Dieng, biasanya yang ada di kepala Mommies adalah Candi Arjuna, Telaga Warna, Bukit Sikunir, alias sekadar menikmati udara dingin sembari memandang pemandangan pegunungan.

Tapi jangan sampai pulang sebelum mencicipi kuliner unik Dieng. Soalnya, ada banyak makanan dan minuman unik dataran tinggi ini yang justru terasa makin nikmat ketika disantap di tengah udara dingin.

Mulai dari mi berkuah hangat, gorengan yang baru diangkat dari penggorengan, sampai buah carica yang segar untuk oleh-oleh. Beberapa di antaranya juga cukup ramah untuk lidah anak, lho, meski Mommies tetap perlu menyesuaikan pilihan dengan usia dan kebiasaan makan si Kecil.

Menariknya, kuliner yang dikenal pengunjung sebagai “kuliner Dieng” sebenarnya tidak semuanya berasal dari area Dieng secara administratif. Banyak makanan yang merupakan kuliner unik Wonosobo dan sangat mudah ditemukan saat menuju alias berada di area wisata Dieng. Mi ongklok, tempe kemul, sego megono, carica, kacang Dieng, kopi purwaceng, hingga opak singkong termasuk makanan dan produk yang lekat dengan kuliner Wonosobo dan Dieng.

BACA JUGA: 7 Hotel di Dieng dengan View Menawan untuk Liburan Keluarga

10 Kuliner Khas Dieng yang Wajib Dicoba

Jadi, jika Mommies dan family sedang merencanakan liburan ke Dieng, beberapa makanan berikut bisa masuk daftar kuliner yang wajib dicoba.

1. Mi Ongklok

Foto: detikFood

Kalau ada satu makanan yang langsung mengingatkan orang pada Wonosobo dan Dieng, mi ongklok mungkin berada di urutan teratas.

Mi ongklok terdiri dari mi kuning yang disajikan berbareng kol dan daun kucai, kemudian disiram kuah kental yang gurih dan hangat. Nama “ongklok” sendiri berangkaian dengan proses memasaknya, ialah mi dan sayuran dicelupkan alias direbus menggunakan keranjang bambu mini dengan aktivitas seperti di-“ongklok”.

Biasanya, satu porsi mi ongklok juga disajikan berbareng lauk pendamping seperti sate sapi, tempe kemul, alias makanan pendamping lainnya. Kombinasi kuah hangat, mi yang lembut, dan lauk gurih ini memang terasa pas banget disantap saat udara Dieng sedang dingin.

  • Untuk anak: Bisa dicoba, terutama jika si Kecil sudah terbiasa makan mi dan sayuran. Mommies bisa meminta porsi yang tidak terlalu pedas dan mencicipi kuahnya terlebih dulu lantaran setiap tempat bisa mempunyai rasa yang berbeda.
  • Wajib coba kalau: Mommies mau mencicipi kuliner yang paling identik dengan Wonosobo saat liburan ke Dieng.

2. Tempe Kemul

Kalau biasanya Mommies mengenal tempe goreng alias mendoan, di Wonosobo ada tempe kemul yang tampilannya mirip tetapi punya karakter tersendiri.

Tempe kemul merupakan tempe yang diselimuti adukan tepung berbumbu dan biasanya diberi potongan daun kucai. Kata kemul dalam bahasa Jawa berfaedah selimut, sehingga nama tersebut menggambarkan tempe yang “diselimuti” adukan tepung. Kudapan ini juga biasa disantap hangat dan menjadi salah satu pendamping mi ongklok.

Begitu digigit, bagian luarnya terasa renyah sementara bagian dalamnya tetap lembut. Apalagi jika baru diangkat dari penggorengan, rasanya makin susah ditolak.

  • Untuk anak: Ini salah satu pilihan yang relatif mudah diterima anak lantaran rasanya gurih dan teksturnya familiar. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempenya tidak terlalu panas dan pangkas menjadi ukuran yang sesuai.
  • Wajib coba kalau: Mommies suka gorengan dan mau mencicipi jenis unik Wonosobo.

3. Carica

Foto: detikFood

Nah, jika yang satu ini jangan sampai terlewat saat mencari oleh-oleh.

Carica merupakan buah yang sangat lekat dengan Wonosobo dan banyak dibudidayakan di area dataran tinggi Dieng. Buah ini kemudian banyak diolah menjadi manisan alias produk olahan lainnya sehingga lebih mudah dibawa pulang wisatawan. Carica apalagi menjadi salah satu produk kuliner yang paling identik dengan Wonosobo.

Rasanya condong manis dan segar, sehingga berbeda dari makanan unik Dieng lainnya yang dominan gurih dan hangat. Mommies biasanya bakal menemukan carica dalam corak potongan buah yang disajikan berbareng sirup alias dikemas dalam botol alias cup yang praktis.

  • Untuk anak: Bisa menjadi pilihan camilan jika si Kecil sudah sesuai usia untuk mengonsumsinya. Namun, perhatikan kandungan gula pada kuah alias sirupnya. WHO merekomendasikan agar konsumsi free sugars dibatasi hingga kurang dari 10% kebutuhan daya harian.
  • Wajib coba kalau: Mommies mencari makanan unik Dieng yang segar dan bisa sekaligus dijadikan oleh-oleh.

4. Kacang Dieng

Mommies mungkin lebih familiar dengan kacang tanah. Tapi saat berada di Dieng, ada satu jenis kacang yang cukup menarik untuk dicoba, ialah kacang Dieng.

Kacang Dieng dikenal juga sebagai kacang babi dan mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan kacang tanah. Biasanya kacang ini diolah dengan langkah digoreng hingga renyah dan diberi ramuan gurih sehingga cocok dijadikan camilan selama perjalanan maupun oleh-oleh.

Bentuknya yang cukup besar juga membikin camilan ini punya tampilan yang berbeda dari kacang pada umumnya.

  • Untuk anak: Mommies perlu lebih berhati-hati memberikan kacang utuh kepada anak mini lantaran kacang termasuk makanan yang dapat menjadi akibat tersedak. Untuk anak yang tetap kecil, ikuti rekomendasi keamanan makan sesuai usia dan keahlian mengunyahnya.
  • Wajib coba kalau: Mommies suka camilan gurih dan mau membawa pulang oleh-oleh yang sedikit berbeda.

5. Geblek

Namanya mungkin terdengar unik, tetapi geblek merupakan salah satu makanan yang bisa Mommies temukan di daerah Wonosobo.

Geblek merupakan kudapan berbahan dasar pati singkong yang mempunyai tekstur kenyal dan biasanya disajikan sebagai camilan. Makanan ini juga kerap disebut sebagai salah satu pendamping mi ongklok.

Teksturnya yang kenyal membikin pengalaman makannya berbeda dari gorengan biasa. Buat Mommies yang suka berburu jajanan tradisional, geblek bisa menjadi salah satu makanan yang menarik untuk dicoba.

  • Untuk anak: Karena teksturnya cukup kenyal, Mommies perlu menyesuaikan dengan keahlian makan si Kecil. Untuk anak yang tetap kecil, berikan dalam ukuran yang sesuai dan tetap awasi saat makan.
  • Wajib coba kalau: Mommies dan family senang berburu jajanan tradisional yang unik.

BACA JUGA: Itinerary Dieng 2 Hari 1 Malam Bersama Anak, Liburan Keluarga yang Santai tapi Tetap Seru

6. Opak Singkong

Foto: Pasar Segar

Selain geblek, olahan singkong lainnya yang bisa ditemukan di Wonosobo adalah opak singkong.

Opak singkong merupakan camilan berbahan dasar singkong yang diolah hingga menghasilkan tekstur renyah. Rasanya condong gurih dan biasanya menggunakan ramuan sederhana, sehingga cocok dijadikan kawan ngemil alias oleh-oleh.

Karena bentuknya kering dan praktis, opak singkong juga lebih mudah dibawa selama perjalanan pulang dari Dieng.

  • Untuk anak: Bisa menjadi camilan sesekali jika teksturnya sesuai dengan keahlian makan anak. Untuk produk kemasan, Mommies juga bisa mengecek kandungan garam dan gula pada labelnya.
  • Wajib coba kalau: Butuh oleh-oleh yang ringan, renyah, dan mudah dibagi untuk family di rumah.

7. Sagon

Kalau mencari camilan tradisional dengan rasa gurih dan aroma khas, sagon juga menarik untuk dicoba.

Sagon merupakan salah satu jajanan tradisional yang dapat ditemukan di daerah Wonosobo. Makanan ini umumnya mempunyai karakter rasa gurih dengan aroma kelapa yang cukup khas.

Teksturnya condong padat dan bisa terasa renyah alias agak rentan tergantung langkah pengolahannya. Karena itu, sagon juga sering menjadi salah satu pilihan camilan alias oleh-oleh.

  • Untuk anak: Bisa dicoba jika teksturnya sesuai dengan keahlian makan si Kecil. Mommies juga sebaiknya memberikan dalam jumlah sewajarnya lantaran sagon termasuk camilan, bukan makanan utama.
  • Wajib coba kalau: Suka jajanan tradisional dengan rasa yang sederhana dan tidak terlalu banyak bumbu.

8. Nasi Megono

Foto: detik

Mommies yang mencari makanan berat juga bisa mencoba nasi megono alias sego megono.

Nasi megono merupakan salah satu makanan tradisional yang juga terkenal di Wonosobo. Sajian ini umumnya berupa nasi dengan olahan sayuran, kelapa berbumbu, dan lauk pendamping seperti ikan teri alias gorengan.

Makanan seperti ini bisa menjadi pilihan ketika family sudah mulai jenuh dengan makanan yang itu-itu saja selama perjalanan. Rasanya yang gurih juga cukup cocok disantap sebagai menu makan berat.

  • Untuk anak: Kalau si Kecil sudah makan makanan keluarga, Mommies bisa mengambil bagian nasi dan lauk yang rasanya lebih ringan. Sebaiknya hindari memberikan bagian yang terlalu pedas alias berbumbu kuat jika anak belum terbiasa.
  • Wajib coba kalau: Mommies mau makan makanan yang lebih mengenyangkan setelah seharian jalan-jalan.

9. Kopi Purwaceng

Nah, jika yang satu ini mungkin lebih cocok masuk daftar “Mommies dan Daddies yang wajib tahu”.

Purwaceng merupakan tanaman herbal yang dikenal sebagai salah satu tanaman unik dataran tinggi Dieng. Produk purwaceng biasanya diolah menjadi minuman, termasuk campuran kopi alias minuman seduh lainnya, sehingga cocok dinikmati orang dewasa ketika udara Dieng sedang dingin.

Mommies mungkin juga bakal menemukan purwaceng dalam corak serbuk alias produk bungkusan di toko oleh-oleh. Namun, lantaran produk bisa mempunyai komposisi yang berbeda-beda, jangan lupa membaca label sebelum membeli.

  • Untuk anak: Sebaiknya tidak diberikan kepada anak, terutama jika produk tersebut berupa kopi alias mempunyai kandungan kafein. American Academy of Pediatrics menyebut bahwa menghindari kafein merupakan pilihan terbaik untuk anak dan remaja.
  • Wajib coba kalau: Mommies dan Daddies mau mencoba minuman unik dataran tinggi Dieng yang lebih cocok untuk orang dewasa.

10. Sirup alias Olahan Terong Belanda

Selain carica, Mommies juga bisa menemukan produk olahan terong belanda di area Wonosobo.

Terong belanda merupakan salah satu buah yang tumbuh di area dataran tinggi dan dapat diolah menjadi beragam produk, termasuk sirup. Rasanya condong manis-asam dan menyegarkan, sehingga bisa menjadi pengganti ketika Mommies mau sesuatu yang berbeda setelah menyantap makanan gurih dan berkuah.

Kalau tidak mau langsung mengonsumsi buahnya, Mommies bisa mencari produk olahan yang lebih praktis untuk dibawa pulang.

  • Untuk anak: Jika berupa minuman bungkusan alias sirup, perhatikan porsinya dan hindari pemberian berlebihan. WHO menyarankan pembatasan free sugars pada anak lantaran konsumsi gula bebas yang berlebihan berangkaian dengan akibat kesehatan seperti karies gigi dan kenaikan berat badan yang tidak sehat.

Wajib coba kalau: Mommies suka minuman dengan rasa manis-asam dan mau membawa oleh-oleh unik selain carica.

Kuliner Mana yang Paling Cocok untuk Anak?

Kalau Mommies membawa anak ke Dieng, sebenarnya tidak perlu memaksakan si Kecil mencicipi semua makanan unik yang ada.

Mulai saja dari makanan yang rasanya paling familiar. Tempe kemul, olahan singkong, alias mi ongklok dengan ramuan yang disesuaikan bisa menjadi pilihan awal. Setelah itu, baru ajak anak mencoba makanan dengan rasa alias tekstur yang berbeda.

Untuk camilan manis seperti carica alias minuman seperti sirup terong belanda, perhatikan porsinya. WHO merekomendasikan pembatasan konsumsi free sugars pada anak, sementara pedoman American Academy of Pediatrics juga menekankan pentingnya menghindari kafein pada anak.

Jadi, label “cocok untuk anak” bukan berfaedah makanan tersebut bisa dikonsumsi sebanyak yang mereka mau, ya, Mommies. Tetap sesuaikan dengan usia, keahlian makan, kondisi kesehatan, dan pola makan si Kecil.

BACA JUGA: 10 Kegiatan di Dieng yang Disukai Anak, Ada Naik Jeep hingga Melihat Kawah Aktif

Tips Berburu Kuliner Saat Liburan ke Dieng Bersama Anak

Foto: Pexels

Supaya kegiatan wisata kuliner nggak berubah menjadi drama lantaran anak lapar alias kecapekan, Mommies bisa melakukan beberapa perihal sederhana:

  1. Jangan menunggu anak terlalu lapar.
    Siapkan camilan familiar di tas sebagai cadangan.
  2. Mulai dari makanan yang familiar.
    Kalau anak suka tempe, coba tempe kemul. Kalau suka makanan berbahan singkong, bisa mulai dari olahan singkong.
  3. Perhatikan suhu makanan.
    Udara Dieng memang dingin, tetapi pastikan makanan yang baru matang sudah bersuhu kondusif sebelum diberikan ke si Kecil.
  4. Perhatikan tekstur makanan.
    Makanan yang kenyal, keras, alias berbentuk mini dan bulat perlu disesuaikan dengan keahlian makan anak untuk mengurangi akibat tersedak.
  5. Jangan memaksa anak mencoba.
    Biarkan proses mengenalkan makanan baru melangkah santuy tanpa paksaan.
  6. Sisakan ruang untuk makanan favorit anak.
    Sesekali memberikan makanan yang biasa dikonsumsi anak di rumah bisa menjaga ketenangan selama perjalanan.

FAQ Kuliner Khas Dieng

Apakah makanan unik Dieng kondusif untuk balita?

Beberapa makanan seperti tempe kemul alias olahan singkong bisa dicoba jika tekstur, suhu, dan bumbunya sudah disesuaikan dengan keahlian makan anak. Namun, Mommies tetap perlu memperhatikan akibat tersedak pada makanan dengan tekstur kenyal, keras, alias corak tertentu.

Di mana tempat terbaik membeli oleh-oleh carica unik Dieng?

Produk carica cukup mudah ditemukan di toko oleh-oleh di sepanjang jalur Wonosobo menuju area Dieng maupun di sekitar area wisata. Saat membeli produk kemasan, Mommies bisa mengecek label, tanggal kedaluwarsa, serta izin edar untuk memastikan produk kondusif dibawa pulang.

Apakah anak-anak boleh minum purwaceng?

Sebaiknya tidak. Terutama untuk produk purwaceng yang dicampur kopi alias mempunyai kandungan kafein. American Academy of Pediatrics menyebut bahwa menghindari kafein merupakan pilihan terbaik untuk anak dan remaja.

Apa oleh-oleh unik Dieng selain carica?

Selain carica, Mommies bisa mempertimbangkan kacang Dieng, opak singkong, tempe kemul dalam corak yang lebih awet, produk purwaceng untuk orang dewasa, serta beragam olahan terong belanda.

Liburan ke Dieng, Jangan Lupa Wisata Kuliner Juga

Liburan ke Dieng rasanya memang belum komplit jika hanya mengunjungi letak wisata tanpa mencicipi makanan unik daerahnya. Buat Mommies yang membawa anak, pilih beberapa makanan yang paling sesuai dengan usia dan selera si Kecil, lampau biarkan mereka mengenal rasa baru dengan santai.

Mommies juga nggak perlu mengejar semua makanan dalam satu perjalanan. Pilih beberapa yang paling mau dicoba, lampau sisakan waktu untuk menikmati suasana Dieng berbareng keluarga.

Sebab, kenangan liburan terbaik bagi anak sering kali datang dari momen-momen sederhana, seperti menikmati semangkuk mi hangat di tengah udara dingin Dieng berbareng keluarga.

Dan mungkin, bertahun-tahun kemudian, yang paling mereka ingat bukan berapa banyak letak wisata yang didatangi, tetapi rasa mi ongklok yang pernah dimakan berbareng Mommies di perjalanan.

Cover: Magnific

Selengkapnya
Sumber Insight Bunda Masa Kini
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting