Jakarta -
Momen kelamin reveal selalu menjadi saat yang penuh kejutan bagi calon orang tua. Namun, sebuah video yang viral di media sosial baru-baru ini sukses menarik perhatian banyak orang lantaran reaksi haru seorang ibu yang akhirnya mengetahui jenis kelamin calon bayi ketujuhnya.
Setelah melahirkan enam anak laki-laki, ibu tersebut tidak menyangka bahwa kehamilan ketujuhnya bakal menghadirkan seorang bayi perempuan. Reaksi emosionalnya saat mengetahui berita tersebut pun langsung menjadi sorotan dan menyentuh hati banyak netizen.
Berikut kisahnya dikutip dari Abcnews.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gender reveal bayi ketujuh jadi sorotan
Seorang ibu berjulukan Sarah Molitor viral setelah reaksinya yang penuh emosi saat mengetahui bahwa bayi ketujuh yang dikandungnya berjenis kelamin wanita setelah sebelumnya melahirkan enam anak laki-laki berturut-turut.
Dalam video yang dibagikan secara online, Sarah tampak jatuh bertimpuh ketika konfeti berwarna merah muda keluar dari confetti popper, menandakan bahwa bayi yang dikandungnya adalah perempuan. Reaksi spontan tersebut menjadi viral dan menyentuh hati banyak orang.
Sebelum kehamilan ketujuh, pasangan ini telah mempunyai enam putra dengan rentang usia sekitar 10 tahun hingga nyaris 2 tahun. Sarah mengaku sudah menerima realita bahwa dia kemungkinan bakal menjadi ibu dari tujuh anak laki-laki.
Ia apalagi mengatakan bahwa mempunyai banyak anak laki-laki sudah menjadi bagian dari identitas dirinya. Karena itu, mengetahui bahwa bayi terakhirnya adalah wanita menjadi kejutan yang sama sekali tidak dia duga.
"Terutama lantaran mengetahui bahwa ini adalah anak terakhir kami, saya betul-betul ceria dan telah menerima realita bahwa saya mempunyai tujuh anak laki-laki. Saya nyaris merasa mempunyai identitas dan kebanggaan dalam perihal itu," kata Sarah.
"Kemungkinan mempunyai anak wanita apalagi tidak pernah terlintas di benakku, apalagi 1% pun," sambungnya.
Bayi wanita yang dinanti akhirnya lahir
Kebahagiaan family Molitor semakin komplit ketika bayi wanita mereka lahir dengan sehat pada Februari 2023. Bayi yang diberi nama Lucy Wren tersebut menjadi anak ketujuh sekaligus putri pertama dalam family mereka setelah satu dasawarsa membesarkan enam anak laki-laki.
Sarah membagikan berita kelahiran putrinya melalui media sosial. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali merasakan pengalaman melahirkan dan menyambut personil family baru.
Mengapa jenis kelamin bayi bisa berbeda pada setiap kehamilan?
Jenis kelamin bayi ditentukan sejak proses pembuahan terjadi. Sel telur dari ibu selalu membawa kromosom X, sementara sperma dari ayah dapat membawa kromosom X alias Y.
Jika sel telur dibuahi oleh sperma yang membawa kromosom X, maka bayi bakal berjenis kelamin wanita (XX). Sebaliknya, jika sperma membawa kromosom Y, bayi bakal berjenis kelamin laki-laki (XY).
Karena proses ini terjadi secara alami dan acak, kesempatan mempunyai bayi laki-laki alias wanita pada setiap kehamilan pada dasarnya nyaris sama. Oleh lantaran itu, meskipun seseorang sebelumnya telah mempunyai beberapa anak dengan jenis kelamin yang sama, kehamilan berikutnya tetap dapat menghasilkan bayi dengan jenis kelamin berbeda.
Apa itu kelamin reveal?
Gender reveal adalah kegiatan yang dilakukan calon orang tua untuk mengumumkan jenis kelamin bayi kepada family dan teman-teman. Tradisi ini cukup terkenal di beragam negara dan sekarang semakin banyak dilakukan di Indonesia.
Pengumuman biasanya dilakukan dengan langkah kreatif, seperti memecahkan balon berisi confetti berwarna biru alias merah muda, memotong kue dengan warna tertentu di bagian dalam, alias menggunakan smoke bomb berwarna.
Meski menyenangkan, krusial bagi orang tua untuk mengingat bahwa tujuan utama dari kehamilan adalah memastikan ibu dan bayi tetap sehat. Jenis kelamin bayi hanyalah salah satu kejutan yang menjadi bagian dari perjalanan kehamilan.
Kapan jenis kelamin bayi bisa diketahui?
Secara umum, jenis kelamin bayi dapat mulai diketahui melalui pemeriksaan USG pada usia kehamilan sekitar 18 hingga 22 minggu. Pada periode ini, organ kelamin bayi biasanya sudah cukup berkembang sehingga dapat terlihat melalui pemeriksaan.
Namun, hasil USG tidak selalu 100 persen akurat. Posisi bayi dalam kandungan, kualitas alat, dan usia kehamilan dapat memengaruhi kejelasan hasil pemeriksaan.
Selain USG, beberapa tes prenatal tertentu juga dapat membantu mengidentifikasi jenis kelamin bayi lebih awal, meski tujuan utamanya adalah mendeteksi kondisi genetik tertentu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·