
resep ongol ongol ubi ungu | foto ilustrasi: Gemini AI
Kincai Media - Jajanan tradisional selalu punya tempat spesial di hati, apalagi jika dimodifikasi dengan bahan alami yang warnanya menarik mata. Salah satu yang patut dicoba adalah ongol-ongol berbahan dasar ubi ungu yang menghasilkan warna elok alami tanpa tambahan pewarna buatan sama sekali. Perpaduan tekstur ubi yang lembut dengan kenyalnya tepung tapioka menciptakan sensasi mengunyah yang nikmat, cocok dijadikan kawan minum teh alias kopi.
Membuat kue basah ini di rumah rupanya tidak serumit yang dibayangkan dan bahan-bahannya pun sangat mudah ditemukan di pasar tradisional maupun swalayan terdekat. Kunci utamanya ada pada komparasi cairan santan dan tepung agar hasilnya tidak terlalu keras alias terlalu lembek saat dipotong nantinya. Yuk, siapkan perangkat pengukus di dapur dan ikuti takaran pas berikut ini untuk menyajikan camilan manis gurih yang pasti disukai orang di rumah.
Resep Ongol-Ongol Ubi Ungu
Kue tradisional ini mengandalkan ubi ungu kukus yang dihaluskan berbareng santan untuk menghasilkan cita rasa manis sekaligus gurih yang seimbang. Penggunaan tepung tapioka berbobot menjadi kunci agar tekstur akhirnya kenyal sempurna dan tidak mudah hancur saat diangkat dari loyang. Taburan kelapa parut kukus di bagian luar bakal melengkapi rasa manis adukan dengan sedikit sentuhan asin yang menggugah selera.
Bahan-bahan
- 300 gram ubi ungu kukus
- 180 gram tepung tapioka
- 120 gram gula pasir
- 400 ml santan (campuran 1 balut santan instan 65 ml ditambah air)
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh vanili bubuk
- Secukupnya kelapa parut segar (dikukus dengan sedikit tambahan garam untuk taburan)
Cara Membuat
1. Masukkan ubi ungu yang sudah dikukus lembek ke dalam blender berbareng air santan, lampau haluskan sampai teksturnya betul-betul lembut tanpa ada potongan kasar.
2. Tuang campuran ubi tersebut ke dalam wadah besar, tambahkan gula pasir, garam, dan vanili bubuk, lampau kombinasi sampai semua butiran gula larut sempurna.
3. Masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit ke dalam adukan basah sembari terus diaduk perlahan agar tidak ada tepung yang bergerindil alias menggumpal di dasar wadah.
4. Siapkan loyang yang sudah diolesi tipis dengan minyak goreng agar tidak lengket nantinya, kemudian tuang seluruh adukan ongol-ongol ke dalamnya.
5. Panaskan kukusan hingga airnya mendidih dan beruap banyak, lampau kukus adukan di dalam loyang selama kurang lebih 30 menit hingga matang merata.
6. Angkat loyang dari dalam kukusan, biarkan ongol-ongol di suhu ruang hingga betul-betul dingin agar teksturnya padat dan set sempurna.
7. Potong-potong ongol-ongol sesuai selera, gulingkan ke dalam kelapa parut kukus hingga seluruh permukaannya terbalur rata, dan sajikan.
Durasi
45 menit
Porsi
5 porsi
FAQ
1. Kenapa adukan ongol-ongol susah dipotong dan selalu menempel di pisau?
Hal ini terjadi jika kita memotong kue saat kondisinya tetap panas alias hangat. Tunggu hingga betul-betul dingin di suhu ruang, lampau gunakan pisau yang sudah dilapisi plastik cerah alias diolesi sedikit minyak goreng agar potongannya rapi.
2. Apakah tepung tapioka bisa diganti dengan tepung sagu aren?
Bisa, tepung sagu aren justru merupakan bahan baku paling otentik untuk membikin ongol-ongol tradisional jenis asli. Penggunaan tapioka di sini ditujukan sebagai pengganti praktis yang lebih mudah dicari, namun tetap memberikan kekenyalan yang pas.
3. Bagaimana caranya agar taburan kelapa parut tidak mudah basi?
Kukus kelapa parut berbareng selembar daun pandan yang disimpulkan selama 10 hingga 15 menit sebelum digunakan. Proses pengukusan ini membunuh kuman pada kelapa mentah sehingga kue bisa lebih awet seharian di luar kulkas.
4. Bisakah kita memakai ubi jalar jenis lain seperti ubi madu alias ubi putih?
Sangat bisa. Penggunaan jenis ubi lain tidak bakal mengubah tekstur kenyalnya, namun hasil akhir warna ongol-ongol bakal mengikuti warna original dari ubi jalar yang dipakai.
5. Bolehkah adukan diblender sekalian berbareng tepung tapiokanya?
Sebaiknya dihindari, lantaran putaran mesin blender yang panas bisa membikin tepung tapioka menjadi agak matang sebelum dikukus, sehingga adukan menjadi kental, melar, dan susah dituang ke dalam loyang.
(brl/tin)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·