Resep Tempe Orek Kering Manis Gurih, Tahan Lama & Praktis

Apr 12, 2026 11:00 AM - 2 hari yang lalu 3057
Resep tempe orek kering manis gurih, tahan lama & praktis

Tempe orek kering | foto ilustrasi: Gemini AI

Kincai Media - Tempe orek kering jadi salah satu lauk favorit yang praktis sekaligus awet. Perpaduan rasa manis gurih dengan tekstur yang renyah membikin lauk ini cocok dijadikan stok harian, terutama bagi yang tidak sempat memasak setiap hari. Cukup ambil sesendok, nasi hangat pun langsung terasa lebih lengkap.

Selain mudah dibuat, tempe orek juga elastis lantaran bisa memperkuat beberapa hari dalam wadah tertutup tanpa sigap basi. Kuncinya ada pada teknik memasak yang tepat — mulai dari proses menggoreng tempe hingga mengolah ramuan agar betul-betul kering sempurna.

Bahan-Bahan

- 2 papan tempe, pangkas mini memanjang
- 5 siung bawang putih, iris tipis
- 3 siung bawang merah, iris tipis
- 3 buah cabe merah keriting, iris serong
- 5 buah cabe rawit (opsional)
- 2 lembar daun salam
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 3 sdm kecap manis
- 1 sdm gula merah, serut
- 1 sdt garam
- ½ sdt kaldu serbuk (opsional)
- 100 ml air
- Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat

1. Panaskan minyak, goreng tempe hingga kering dan berwarna keemasan. Angkat dan tiriskan.
2. Kurangi minyak, tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum.
3. Masukkan cabai, daun salam, dan lengkuas. Tumis hingga ramuan matang.
4. Tambahkan kecap manis, gula merah, garam, dan kaldu bubuk. Aduk rata.
5. Tuang air, masak hingga ramuan sedikit mengental.
6. Masukkan tempe goreng, kombinasi hingga seluruh ramuan meresap merata.
7. Masak dengan api mini sampai air menyusut dan tempe betul-betul kering.
8. Koreksi rasa, angkat, dan dinginkan sebelum disimpan.

Durasi & Porsi

- Waktu memasak: ±30 menit
- Porsi: 4–5 orang

Tips Menyimpan Tempe Orek agar Tahan Lama

1. Pastikan betul-betul kering sebelum disimpan

Ini adalah kunci utama. Tempe orek yang tetap mengandung kelembapan bakal lebih sigap berjamur dan basi. Masak hingga ramuan betul-betul kering dan tidak ada sisa air di wajan.

2. Dinginkan dulu sebelum dimasukkan wadah

Jangan langsung menutup tempe orek dalam keadaan panas. Uap panas yang terperangkap di dalam wadah bisa menciptakan kondensasi yang membikin tempe menjadi lembek dan sigap rusak.

3. Gunakan wadah rapat udara

Simpan tempe orek dalam toples kaca alias wadah plastik food-grade yang tertutup rapat. Hindari wadah yang tidak rapat lantaran paparan udara mempercepat perubahan tekstur dan rasa.

4. Simpan di suhu ruang alias lemari es sesuai kebutuhan

Di suhu ruang, tempe orek bisa memperkuat 3–5 hari selama tempat penyimpanan tidak lembap. Jika mau lebih awet, simpan di lemari es dan tempe orek bisa memperkuat hingga 1–2 minggu. Keluarkan secukupnya saat hendak dimakan, jangan ambil dengan sendok basah.

5. Hindari menyimpan berbareng lauk lain yang berkuah

Uap dari lauk berkuah bisa masuk ke dalam wadah dan membikin tempe orek menyerap kelembapan. Simpan di wadah terpisah agar kualitasnya terjaga.

FAQ

1. Kenapa tempe orek kudu digoreng dulu sampai kering?

Agar teksturnya renyah dan tidak mudah lembek saat dicampur ramuan basah.

2. Bisa dibuat tanpa gula merah?

Bisa. Namun cita rasa manis gurih khasnya bakal sedikit berbeda. Gula merah bisa diganti dengan gula pasir sebagai alternatif.

3. Kenapa tempe orek hasilnya lembek?

Biasanya lantaran tempe kurang kering saat proses penggorengan, alias ramuan tetap terlalu basah ketika tempe dimasukkan.

4. Apakah tempe orek bisa dibekukan di freezer?

Bisa, meski teksturnya bisa sedikit berubah setelah dicairkan. Simpan dalam wadah rapat udara dan keluarkan secukupnya sebelum dikonsumsi.

5. Apakah penambahan cabe rawit memengaruhi daya tahan tempe orek?

Tidak secara signifikan, selama tempe tetap dimasak hingga kering sempurna. Cabai yang tidak kering justru bisa menjadi sumber kelembapan, jadi pastikan ikut dimasak hingga matang saat proses menumis.

Penulis: Anggita Cahya Rosdiana

Bio: Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang yang mempunyai pengalaman dalam penulisan tulisan ilmiah yang telah dipublikasikan, serta aktif menulis tulisan blog pribadi. Beberapa tulisan mengangkat topik kopi, seperti robusta dan arabika, sebagai bagian dari eksplorasi minat. Saat ini, tertarik mengembangkan penulisan pada topik kuliner dan lifestyle, serta mempunyai kesukaan pada bagian komunikasi digital.

(brl/tin)

Selengkapnya