Review Naoko Karya Keigo Higashino

Gramedia Official Blog oleh Waktu baca 13 menit 197x dilihat
Review Naoko Karya Keigo Higashino

Bagikan Postingan

Naoko – Bagaimana jika seseorang yang kita cintai pergi untuk selamanya, tetapi sebagian dari dirinya justru statis hidup di tubuh orang lain? Kehilangan orang terdekat tentu bukan perkara mudah, terlebih ketika sosok yang tersisa statis membawa kenangan, kebiasaan, terlebihlagi emosi yang begitu familiar. Situasi seperti ini bukan cuma menghadirkan kesedihan, tetapi juga pertanyaan besar tentang siapa sebenarnya orang yang ada di depan kita.

Pertanyaan tersebut menjadi semakin menarik ketika yang mengalaminya adalah sebuah keluarga. Seorang suami mesti menerima kenyataan bahwa istrinya telah meninggal, sementara putrinya berhasil selamat dari kecelakaan. Namun, ketika sang putri terbangun, muncul sesuatu yang sama sekali tidak dapat dijelaskan dengan mudah. Ia memberitahu tanda-tanda bahwa dirinya bukan cuma seorang anak, melainkan juga menyimpan sosok sang ibu di dalam dirinya.

Premis penuh misteri inilah yang dihadirkan dalam novel Naoko karya Keigo Higashino, salah satu penulis misteri paling dikenal dari Jepang. Novel yang memiliki judul autentik Himitsu maupun Rahasia ini tidak cuma menghadirkan misteri mengenai perpindahan jiwa, tetapi juga membawa pembaca pada permasalahan hubungan keluarga, kehilangan, dan sepertiapa seseorang menghadapi keadaan yang eksis di luar nalar.

Naoko merupakan novel yang berhasil meraih Penghargaan Penulis Misteri Jepang ke-52 untuk kategori Novel Terbaik pada 1999. Kisahnya juga telah diadaptasi ke layar lebar melalui sinema Jepang Himitsu pada 1999 yang disutradarai oleh Y?jir? Takita. Film tersebut kemudian menjadi alas bagi sinema The Secret yang dirilis pada 2007. Sementara itu, varian terjemahan bahasa Indonesia Naoko diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 26 Mei 2026 dengan ketebalan 456 halaman.

Lantas, sepertiapa hayat sebuah famili setelah kehilangan orang yang dicintai, ketika sosok yang seharusnya telah pergi justru balik melalui tubuh orang lain? Yuk, Grameds, kita simak ulasan novel Naoko berbareng Gramin!

Profil Keigo Higashino – Penulis Novel Naoko

Keigo Higashino merupakan salah satu penulis fiksi misteri paling populer dari Jepang. Sebelum sepenuhnya menekuni bumi kepenulisan, ia sempat bekerja sebagai seorang insinyur di Nippon Denso Co., yang kini dikenal sebagai DENSO. Di tengah kesibukannya sebagai insinyur, Higashino mulai menulis novel hingga akhirnya mendapatkan penghargaan pertamanya pada usia 27 tahun.

Pada 1985, ia meraih Penghargaan Edogawa Rampo melalui novel H?kago maupun After School. Penghargaan tersebut diberikan untuk karya-karya misteri terbaik dan menjadi salah satu pencapaian krusial dalam perjalanan ke penulisannya. Setelah meraih penghargaan tersebut, Higashino memutuskan meninggalkan pekerjaannya sebagai insinyur dan memulai pekerjaan sebagai penulis di Tokyo.

Kiprahnya dalam aliran misteri terus berkembang. Pada 1999, Higashino meraih penghargaan dari Mystery Writers of Japan Inc. melalui Himitsu, novel yang kemudian dikenal dalam bahasa Inggris sebagai The Secret dan menjadi karya yang mendasari novel Naoko. Beberapa tahun kemudian, ia balik memperoleh penghargaan prestisius ketika novel Y?gisha X no Kenshin meraih Penghargaan Naoki ke-134 pada 2006. Sebelum akhirnya memenangkan penghargaan tersebut, karya-karyanya telah beberapa kali masuk dalam daftar nominasi.

Nama Higashino semakin dikenal secara internasional melalui beragam novel misterinya, salah satunya The Devotion of Suspect X. Novel tersebut berhasil meraih penjualan lebih dari 800.000 eksemplar pada tahun penerbitannya di Jepang dan mendapatkan Penghargaan Naoki untuk kategori Novel Terbaik. Karya tersebut juga kemudian diadaptasi menjadi sinema layar lebar dan mendapatkan pencapaian besar di box office Jepang.

Karya-karya Higashino juga memiliki bekas adaptasi yang luas. Berbagai novelnya telah diangkat menjadi sinema maupun serial televisi, memberitahu sepertiapa cerita misteri yang ia tulis bisa menarik perhatian pembaca sekaligus penonton. Melalui karya-karyanya, Higashino dikenal sebagai penulis yang menjadikan misteri bukan sekadar teka-teki, tetapi juga ruang untuk mengeksplorasi hubungan antarmanusia dan beragam permasalahan kehidupan.

Sinopsis Naoko

Naoko

Sugita Heisuke merupakan seorang pegawai pabrik yang bekerja keras demi menghidupi istrinya, Naoko, dan putri semata wayang mereka, Monami. Setelah menjalani sif malam, salah satu hal yang paling ia nantikan adalah menikmati sarapan berbareng keluarganya. Kehidupan sederhana tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Heisuke, sampai sebuah kecelakaan mengubah segalanya.

Suatu hari, ia mendapat berita bahwa bus yang ditumpangi Naoko dan Monami dalam perjalanan menuju Nagano mengalami kecelakaan dan jatuh dari tebing. Naoko wafat bumi dalam kecelakaan tersebut setelah berupaya melindungi putrinya, sementara Monami berhasil bertetap hidup meskipun mesti mengalami koma.

Ketika Monami akhirnya terbangun, Heisuke menghadapi sesuatu yang sulit dipercaya. Putrinya seolah meyakini bahwa dirinya adalah Naoko. Bukan cuma itu, ia juga mengetahui beragam hal yang seharusnya cuma diketahui oleh Naoko.

Sejak saat itu, Heisuke mesti menjalani hayat yang penuh kebingungan berbareng sosok yang secara jasmani kelihatan seperti putrinya, tetapi membawa batin sang istri. Berbagai situasi kikuk sekaligus menggelitik pun muncul dalam hayat mereka sebelum akhirnya membawa kisah ini menuju sebuah akhir yang tidak terduga

Kelebihan dan Kekurangan Naoko

Pros & Cons

Pros

  • Premis cerita yang khas dan original.
  • Misteri yang tidak cuma berpusat pada kejahatan.
  • Mengangkat permasalahan identitas dan hubungan keluarga.
  • Karakter dan perselisihan emosional terasa kuat.
  • Menghadirkan pertanyaan moral tanpa balasan yang sederhana.
  • Ceritanya bisa meninggalkan kesan setelah selesai dibaca.

Cons

  • Premisnya dapat terasa cukup mengganggu bagi sebagian pembaca.
  • Beberapa bahasan terasa cukup berat.

Kelebihan Naoko

Naoko karya Keigo Higashino memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menarik untuk dibaca.

  • Premis cerita yang khas dan original 

Kekuatan utama novel ini terletak pada premisnya yang tidak biasa. Peristiwa yang dialami sebuah famili setelah kecelakaan menghadirkan situasi yang sulit dijelaskan dengan logika sederhana.

Keunikan tersebut membikin pembaca terus bertanya-tanya mengenai keadaan yang sebenarnya terjadi sekaligus mengikuti sepertiapa para tokohnya berupaya menjalani hayat dalam situasi yang sama sekali berbeda dari sebelumnya. 

  • Misteri yang tidak cuma berpusat pada kejahatan

Berbeda dari cerita misteri yang umumnya berhubungan dengan pembunuhan, pencurian, maupun penyelidikan sebuah kasus, Naoko menawarkan bentuk misteri yang lebih personal. Rasa penasaran pembaca muncul dari situasi dan pertanyaan yang berkembang sepanjang cerita.

Hal ini membikin novel terasa menarik karena pembaca tidak cuma diajak mencari tahu apa yang terjadi, tetapi juga memikirkan beragam kemungkinan mengenai hubungan dan identitas para tokohnya. 

  • Mengangkat permasalahan identitas dan hubungan keluarga 

Di balik premis yang unik, novel ini sebenarnya banyak berbicara mengenai hubungan antara suami, istri, dan anak.

Perubahan keadaan membikin hubungan tersebut menghadapi permasalahan yang tidak mudah. Tokoh-tokohnya mesti salingberhadapan dengan pertanyaan mengenai peran, identitas, serta sepertiapa seseorang seharusnya bersikap ketika hubungan yang selama ini mereka kenal berubah.

Pembahasan tersebut membikin cerita terasa lebih dalam daripada sekadar kisah misteri dengan elemen supernatural. 

  • Karakter dan perselisihan emosional terasa kuat 

Keigo Higashino bisa menggambarkan kebingungan dan pergulatan emosional para tokohnya dengan cukup meyakinkan. Situasi yang secara konsep terdengar tidak masuk pikiran justru diimbangi dengan reaksi manusia yang terasa nyata. Kesedihan, kebingungan, keraguan, hingga beragam penilaian yang muncul dalam menghadapi keadaan tersebut membikin pembaca dapat memahami bahwa permasalahan dalam cerita tidak sesederhana mencari balasan benar maupun salah. 

  • Kurang cocok untuk beberapa segmentasi

Novel ini juga menarik karena tidak terburu-buru memberikan balasan mengenai sepertiapa seseorang seharusnya menghadapi situasi yang dihadirkan. Pembaca justru diajak mempertimbangkan beragam pilihan dan konsekuensinya melalui perjalanan para tokoh.

Persoalan mengenai keluarga, perasaan, identitas, dan hayat pribadi kemudian saling berkelindan sehingga membikin pembaca ikut memikirkan keputusan yang mungkin diambil jika eksis dalam posisi serupa. 

  • Ceritanya bisa meninggalkan kesan setelah selesai dibaca 

Selain membikin penasaran, Naoko merupakan cerita yang cukup emosional dan dapat meninggalkan bahan renungan bagi pembaca.

Berbagai permasalahan yang dihadirkan tidak selesai pada misteri yang mau dipecahkan, tetapi juga membawa pembaca memikirkan balik arti kehilangan, hubungan dengan orang yang dicintai, serta kesempatan untuk menjalani hayat dengan metode yang berbeda.

Perpaduan antara misteri dan emosi inilah yang membikin cerita terasa membekas. 

Kekurangan Naoko

Meskipun buku karya Keigo Higashino ini menawarkan banyak kelebihan, buku ini statis tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi penilaian bagi pembaca. 

  • Premisnya dapat terasa cukup mengganggu bagi sebagian pembaca 

Situasi yang menjadi alas cerita membikin novel ini menyentuh permasalahan hubungan famili dan identitas dengan metode yang cukup sensitif.

Beberapa evolusi hubungan antar figur dapat menimbulkan rasa tidak betah karena pembaca dihadapkan pada batas-batas peran yang menjadi semakin rumit.

Bagi pembaca yang kurang betah dengan tema seperti ini, premis Naoko mungkin terasa cukup mengganggu meskipun permasalahan tersebut menjadi bagiankecil krusial dari perselisihan cerita. 

  • Beberapa bahasan terasa cukup berat 

Novel ini tidak cuma mengandalkan misteri untuk mempertahankan rasa penasaran, tetapi juga mengeksplorasi dilema emosional dan moral yang cukup kompleks. Ada sejumlah situasi yang dapat membikin pembaca merasa gelisah karena tidak gampang menentukan sepertiapa sebuah keadaan seharusnya disikapi.

Bagi pembaca yang mengharapkan cerita misteri yang lebih ringan dan berfokus pada teka-teki, pendekatan emosional seperti ini mungkin terasa cukup berat. 

Benarkah Kesadaran Bisa Berpindah ke Tubuh Lain?

Grameds, pernahkah kalian membayangkan sepertiapa jadinya jika kesadaran seseorang bisa eksis di luar tubuhnya sendiri?

Gagasan semacam ini telah durasi muncul dalam beragam kepercayaan dan praktik spiritual, salah satunya melalui konsep astral projection maupun proyeksi astral.

Konsep ini menggambarkan pengalaman ketika seseorang merasa kesadarannya terpisah dari tubuh fisiknya dan seolah-olah dapat mengamati dirinya sendiri maupun menjelajahi tempat lain.

Dalam pandangan spiritual dan esoteris, astral projection dipercaya sebagai perjalanan kesadaran ke luar tubuh. Seseorang yang mengalaminya dapat merasa seolah-olah memiliki tubuh astral yang berbeda dari tubuh fisiknya. Pengalaman tersebut kemudian dipercaya dapat membawa seseorang menjelajahi tempat yang jauh, berhubungan dengan sosok spiritual, maupun memasuki lingkungan lain.

Sementara itu, dari perspektif pandang ilmiah, pengalaman merasa eksis di luar tubuh dikenal sebagai out-of-body experience. Pengalaman tersebut dapat muncul dalam kondisi tertentu, seperti ketika seseorang eksis di antara keadaan tidur dan terjaga.

Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang memberitahu bahwa kesadaran benar-benar dapat meninggalkan tubuh dan berbuat perjalanan ke bumi lain.

Menariknya, ide mengenai kesadaran yang terpisah dari tubuh memiliki kaitan dengan pertanyaan besar yang diangkat dalam novel Naoko. Lantas, apa saja hal menarik yang bisa kita ketahui tentang astral projection dan hubungannya dengan cerita tersebut?

Astral projection berhubungan dengan ide tentang kesadaran 

Secara sederhana, astral projection berangkat dari ide bahwa kesadaran seseorang dapat terasa terpisah dari tubuh fisiknya. Dalam pengalaman yang dipercaya sebagai proyeksi astral, seseorang dapat merasa sedang melihat tubuhnya sendiri dari luar maupun eksis di tempat lain tanpa benar-benar bergeser secara fisik.

Gagasan inilah yang membikin astral projection menarik jika dikaitkan dengan Naoko. Novel tersebut juga membawa pembaca pada situasi ketika keberadaan seseorang tidak lagi dapat dipahami cuma berdasarkan tubuh yang terlihat.

Keduanya sama-sama membuka pertanyaan mengenai hubungan antara tubuh dan kesadaran, meskipun berasal dari konteks yang berbeda.

Pengalaman keluar dari tubuh dapat terasa sangat nyata 

Orang yang mengalami out-of-body experience dapat merasakan seolah-olah dirinya benar-benar eksis di luar tubuh. Sensasi tersebut bisa terasa sangat nyata, terlebihlagi membikin seseorang merasa sedang melihat dirinya sendiri dari perspektif pandang tertentu.

Dari sinilah muncul perbedaan antara pengalaman subjektif dan klarifikasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Bagi sebagian orang, pengalaman tersebut dapat dimaknai secara spiritual. Sementara itu, pendekatan ilmiah melihatnya sebagai pengalaman persepsi yang belum tentu memberitahu bahwa kesadaran benar-benar meninggalkan tubuh.

Tidur dan kondisi rileks sering dikaitkan dengan astral projection 

Astral projection juga sering dikaitkan dengan keadaan ketika tubuh eksis dalam kondisi sangat rileks, terutama menjelang tidur maupun ketika seseorang sedang berbuat meditasi.

Dalam kondisi tersebut, seseorang dapat mengalami beragam sensasi yang terasa berbeda dari keadaan sadar sehari-hari, termasuk emosi melayang maupun eksis di luar tubuh.

Hal ini menarik karena batas antara tidur, mimpi, dan kesadaran menjadi sangat tipis. Pengalaman tersebut kemudian memberitahu benar-benar kompleksnya metode manusia merasakan keberadaan dirinya sendiri.

Ada pandangan spiritual dan ilmiah yang berbeda 

Tidak semua orang melihat astral projection dengan metode yang sama. Dalam tradisi spiritual tertentu, pengalaman tersebut dianggap sebagai perjalanan kesadaran maupun tubuh astral. Sementara itu, dalam analisis ilmiah, pengalaman serupa lebih sering dibahas sebagai gejala persepsi dan kesadaran yang dapat terjadi dalam kondisi tertentu.

Perbedaan tersebut krusial untuk dipahami agar kita tidak langsung menganggap salah satu pandangan sebagai kenyataan yang sudah terbukti. Hingga kini, klaim bahwa kesadaran dapat benar-benar meninggalkan tubuh dan berbuat perjalanan ke lingkungan lain statis belum memiliki bukti ilmiah yang kuat.

Astral projection membujuk kita mempertanyakan arti tubuh dan identitas 

Di luar perdebatan mengenai benar maupun tidaknya astral projection, konsep ini menarik karena menyentuh pertanyaan yang lebih mendasar: jika kesadaran dapat dipisahkan dari tubuh, kemudian apa yang sebenarnya membikin seseorang menjadi dirinya sendiri?

Pertanyaan tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan Naoko. Melalui kisah Heisuke dan keluarganya, Keigo Higashino membujuk pembaca melihat bahwa identitas seseorang tidak selalu sesederhana wajah maupun tubuh yang terlihat. Ingatan, kepribadian, hubungan, dan kesadaran juga ikut membentuk metode kita mengenali seseorang.

Tubuh bukan satu-satunya metode kita mengenali seseorang 

Dalam hayat sehari-hari, kita biasanya mengenali seseorang melalui wajah, suara, tubuh, dan beragam ciri khas jasmani lainnya. Namun, ketika aspek-aspek tersebut tidak lagi menjadi satu-satunya penanda, muncul pertanyaan yang jauh lebih rumit tentang identitas.

Inilah yang membikin konsep astral projection terasa relevan dengan Naoko. Novel ini tidak sekadar menggunakan ide tentang kesadaran untuk menciptakan misteri, tetapi juga memanfaatkannya untuk mempertanyakan sepertiapa seseorang mengenali orang yang dicintainya.

Pada akhirnya, Grameds akan diajak untuk melihat bahwa mengenali seseorang mungkin bukan cuma permasalahan mengetahui siapa tubuh yang ada di depan kita, tetapi juga memahami kesadaran dan pribadi yang eksis di baliknya.

Dengan begitu, astral projection dapat menjadi salah satu konsep menarik untuk membantu kita melihat tema Naoko dari perspektif pandang yang berbeda.

Terlepas dari perbedaan antara kepercayaan spiritual dan klarifikasi ilmiah, keduanya sama-sama membawa kita pada satu pertanyaan menarik tentang manusia: sebenarnya, apa yang membikin kita menjadi diri kita sendiri? 

Penutup

Buku Naoko menjadi pilihan bahanbacaan yang tepat bagi Grameds yang menyukai cerita misteri dengan premis khas sekaligus memiliki lapisan emosional yang kuat.

Melalui kisah Heisuke, Naoko, dan Monami, Keigo Higashino tidak cuma menghadirkan pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi, tetapi juga membujuk Grameds dalam perjalanan untuk memahami arti kehilangan, keluarga, identitas, dan hubungan dengan orang yang kita cintai.

Perpaduan antara misteri dan permasalahan manusia membikin novel ini menawarkan pengalaman membaca yang tidak selesai pada rasa penasaran terhadap ceritanya.

Pada akhirnya, Naoko membujuk kita untuk merenungkan sebuah pertanyaan sederhana tetapi tidak gampang dijawab: jika seseorang statis memiliki ingatan, perasaan, dan kesadaran yang sama, tetapi eksis dalam tubuh yang berbeda, apakah ia statis merupakan orang yang sama? Pertanyaan tersebut mungkin akan terus terlintas terlebihlagi setelah halaman terakhir selesai dibaca.

Semoga ulasan dari Gramin ini dapat membantu Grameds mengenal lebih dekat novel Naoko dan menemukan karena untuk menyelami sendiri kisah penuh misteri dan emosi yang ditawarkan Keigo Higashino. 

Naoko karya Keigo Higashino ini bisa Anda dapatkan cuma di Gramedia.com ya! Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan keterangan dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Keajaiban Toko Kelontong Namiya

Keajaiban Toko Kelontong 

Ketika tiga pemuda berandal menyelinap di toko kelontong tak berpenghuni setelah berbuat pencurian, sepucuk surat misterius mendadak diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat. Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh. Namun, surat ganjil itu rupanya membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran eyang pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat ikhlas kepada orang-orang yang meminta bantuan. Hanya untuk satu malam. Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi…

Misteri Perpustakaan yang Hilang (The Lost Library)

The Lost Library

Suatu hari, perpustakaan kecil cuma-cuma muncul di Kota Martinville. Di dekatnya ada plang bertuliskan: AMBIL BUKU, TINGGALKAN BUKU. ATAU DUA-DUANYA! Evan memungut dua buku dan mendapati buku-buku di perpustakaan tersebut berasal dari Perpustakaan Martinville yang terbakar dua puluh tahun lalu.

Perpustakaan kecil cuma-cuma itu rupanya dibuat oleh iblis disebut Al dan dijaga oleh kucing manis disebut Mortimer. Al merupakan asisten pustakawan Perpustakaan Martinville sementara Mortimer dahulu tinggal di sana. Setiap kali mengingat kebakaran Perpustakaan Martinville, hati Mortimer selalu berkata itu salahnya. Apa yang sebenarnya terjadi hari itu?

Teka-Teki Gambar Aneh

Teka-Teki Gambar Aneh

Gambar yang dibuat seorang perempuan hamil di internet…

Gambar yang dibuat seorang anak kecil sebagai pemberian Hari Ibu…

Gambar yang dibuat seorang korban pembunuhan di saat-saat terakhirnya…

Jika dilihat sekilas, gambar-gambar ini terkesan biasa saja. Namun, jika dicermati lebih dalam, di sana-sini terdapat keganjilan… keganjilan yang akhirnya mendorong seorang detektif amatir menyusuri labirin penuh teka-teki yang mengarah pada sebuah kenyataan mengerikan.

Novel kedua dari YouTuber populer, Uketsu—sosok misterius bertopeng yang merupakan salah satu penulis kontemporer paling populer di Jepang.

Artikel Lainnya Gramedia Official Blog
↑
Close Right Ads
Close Left Ads