Review Novel Muhibah Cinta Di Selat Malaka Karya Hermawan Aksan

Jun 22, 2026 08:58 AM - 1 hari yang lalu 2239

Muhibah Cinta di Selat Malaka – Di antara ombak di Selat Malaka, hatinya pun ikut terombang-ambing. Di antara cinta dan mimpi, mana yang bakal dipilih?

Waktu bagai tak punya empati, mendesaknya untuk segera mengambil keputusan. Setiap detik ibaratkan peringatan baginya. Perjalanan kali ini bukan hanya tentang jarak, melainkan menuntut keberanian.

Novel Muhibah Cinta di Selat Malaka mengemas catatan perjalanan berbareng Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci yang berlayar melintasi Selat Malaka menyisiri Pulau Sumatera menuju ke Sabang, kemudian berbalik menuju Semenanjung Malaysia.

Muhibah Cinta di Selat Malaka merupakan novel karya Hermawan Aksan diterbitkan oleh Penerbit Buku Abdi pada 27 November 2025 dengan ketebalan 264 halaman.

Kisah romansa dalam novel yang singkat ini bisa membikin kalian ikut dilema berbareng sang tokoh utama. Jika Anda yang mengalaminya, apakah Anda bakal memilih mimpi alias cinta?

Profil Hermawan Aksan – Penulis Novel Muhibah Cinta di Selat Malaka

Hermawan Aksan lahir di Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai penulis Indonesia yang aktif berkarya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda.

Cerpen-cerpennya dalam bahasa Indonesia telah terbit di beragam media, seperti Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Jawa Pos, Media Indonesia, Koran Tempo, Horison, dan Koran Sindo. Sementara karya berkata Sundanya dimuat di majalah Mangle, Cupumanik, Galura, dan Kujang.

Selain menulis, Hermawan Aksan pernah berkarier sebagai penyunting bahasa di Tabloid Detik, Bola, Raket, dan Detak. Saat ini dia bekerja sebagai redaktur di Harian Tribun Jabar. Ia juga pernah menjadi peserta Ubud Writers and Readers Festival 2010 serta Borobudur Writers and Cultural Festival 2012.

Beberapa karyanya, yaitu:

  1. Bertamasya ke Angkasa Luar (novel anak, 1993)
  2. Dendam Itu Tak Seperti Pompa Bambu (novel anak, 1993)
  3. Dyah Pitaloka, Senja di Langit Majapahit (2007)
  4. Niskala, Gajah Mada Musuhku (2008)
  5. SMS Tengah Peuting (kumpulan cerpen, 2012)
  6. Jaka Wulung: Jurus Tanpa Nama (2013)
  7. Bus yang Melaju Membawa Rindu (kumpulan cerpen, 2016)
  8. Yun dan Sang Bintang (2022)
  9. Balada Orang-Orang Panangsang (2023)
  10. Sinta, Sarah, Felicia, dll: Sebuah Antologi tentang Cinta (kumpulan cerpen, 2023)

Sinopsis Novel Muhibah Cinta di Selat Malaka

Batas waktu pengisian blangko kesediaan mengikuti muhibah tinggal dua jam lagi. Namun, keraguan tetap menguasai pikiranku. Haruskah saya ikut alias tetap bertahan? Kesempatan berlayar dengan Kapal Dewaruci adalah pengalaman langka yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup.

Di sisi lain, ada Elies yang sangat kucintai. Aku tidak mau kehilangannya. Aku membayangkan dirinya sebagai pendamping hidup dan ibu bagi anak-anakku kelak. Menjelang pemisah waktu yang semakin dekat, sempat terlintas dalam benakku untuk melakukan salat istikharah.

Waktu terus berjalan.

Tiga puluh menit tersisa.

Keadaan ini terasa seperti buah simalakama.

Lima belas menit lagi…

Kelebihan dan Kekurangan Buku Muhibah Cinta di Selat Malaka

Pros & Cons

Pros

  • Alur yang membikin terhanyut.
  • Konflik yang ringan dan relevan.
  • Menggugah emosi.
  • Berlatar sejarah.
  • Ditulis berasas catatan perjalanan pribadi penulis.
  • Banyak pelajaran yang dapat dipetik.

Cons

  • Alur yang mudah ditebak.
  • Penyelesaian bentrok yang terlalu cepat

Kelebihan Novel Muhibah Cinta di Selat Malaka

Novel Muhibah Cinta di Selat Malaka karya Hermawan Aksan merupakan novel bergenre romansa Islami yang konfliknya sangat menarik dan isinya menawarkan banyak kelebihan sebagai berikut.

  • Alur yang membikin terhanyut

Novel ini mengisahkan perjalanan Awang yang dihadapkan pada pilihan besar antara mengejar impiannya mengikuti muhibah berbareng Kapal Dewaruci alias mempertahankan cintanya kepada Elies.

Dilema yang dihadapi tokoh utama membikin cerita terasa menarik sejak awal. Alurnya mengalir dengan baik sehingga pembaca mudah larut dan terdorong untuk terus mengikuti kisahnya.

  • Konflik yang ringan dan relevan

Konflik yang diangkat tidak terlalu rumit, tetapi terasa relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hubungan jarak jauh yang diuji oleh waktu dan jarak menjadi persoalan yang berkawan bagi banyak pembaca.

Melalui kisah Awang dan Elies, pembaca diajak membayangkan pilihan yang mungkin bakal diambil jika berada dalam situasi serupa.

  • Menggugah emosi

Cerita dalam novel ini disajikan dengan alur yang mudah dipahami sehingga emosi yang dibangun dapat tersampaikan dengan baik.

Dalam satu kisah, pembaca bisa merasakan kebahagiaan, kesedihan, hingga angan yang tumbuh berbareng para tokohnya.

  • Berlatar sejarah

Novel ini memadukan kisah romansa dengan latar sejarah maritim di area Selat Malaka. Berbagai info mengenai pelayaran, budaya, dan sejarah disampaikan secara ringan sehingga mudah dipahami.

Unsur tersebut menjadi nilai tambah, terutama bagi pembaca yang tertarik pada bumi maritim dan perjalanan lintas budaya.

  • Ditulis berasas catatan perjalanan pribadi penulis

Salah satu daya tarik novel ini terletak pada kedekatannya dengan pengalaman pribadi penulis. Hermawan Aksan menuliskan kisah yang terinspirasi dari catatan perjalanannya berbareng KRI Dewaruci saat menyusuri Selat Malaka, dari perairan Sumatra menuju Sabang hingga Semenanjung Malaysia.

  • Banyak pelajaran yang dapat dipetik

Novel ini menyimpan beragam pelajaran yang dapat dipetik pembaca. Kisahnya membujuk pembaca memahami makna mimpi, keberanian dalam mengambil keputusan, kesetiaan dalam cinta, serta langkah menghadapi jarak dan waktu dengan lapang dada.

Kekurangan Novel Muhibah Cinta di Selat Malaka

Meskipun novel Muhibah Cinta di Selat Malaka karya Hermawan Aksan menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan.

  • Alur yang mudah ditebak

Konflik yang relatif ringan membikin arah cerita tidak terlalu susah ditebak. Fokus cerita yang banyak menyoroti perjalanan, petualangan, dan pertemuan budaya menyebabkan ketegangan dalam plot tidak terasa terlalu kuat.

  • Penyelesaian bentrok yang terlalu cepat

Pergulatan jiwa Awang antara mengejar impiannya alias mempertahankan hubungannya dengan Elies sebenarnya mempunyai potensi yang menarik untuk dieksplorasi lebih jauh. Namun, lantaran ruang cerita yang terbatas, penyelesaian bentrok tersebut terasa berjalan cukup sigap sehingga kurang memberikan kesan yang mendalam.

Fakta Unik Selat Malaka

Selat Malaka merupakan jalur laut strategis yang membentang sekitar 805 hingga 900 kilometer, memisahkan Semenanjung Malaysia dengan Pulau Sumatra.

Perairan ini menjadi penghubung utama antara Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan, sekaligus salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

Secara geografis dan geopolitik, selat ini berada di area yang berbatasan langsung dengan Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Berikut beberapa kebenaran menarik tentang Selat Malaka.

  1. Titik Hambat (Choke Point) Minyak Terbesar di Dunia
    Selat Malaka menjadi salah satu titik paling vital dalam pengedaran daya global. Setiap harinya, sekitar 23,2 juta barel minyak melewati jalur ini. Jumlah tersebut setara dengan nyaris sepertiga dari total pengiriman minyak bumi melalui jalur laut, menjadikannya salah satu pusat lampau lintas daya paling krusial di planet ini.
  2. Urat Nadi 22%-25% Perdagangan Global
    Peran Selat Malaka tidak hanya terbatas pada sektor energi. Berbagai komoditas perdagangan internasional seperti peralatan manufaktur, batu bara, minyak sawit, hingga kopi juga diangkut melalui jalur ini. Diperkirakan sekitar 22 hingga 25 persen perdagangan dunia melintasi Selat Malaka setiap tahunnya.
  3. Rekor Lebih dari 100.000 Kapal per Tahun
    Kepadatan lampau lintas di Selat Malaka terus meningkat dari waktu ke waktu. Data otoritas maritim menunjukkan bahwa jumlah kapal yang melintas telah melampaui 100.000 perjalanan setiap tahun. Angka tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
  4. Sempit dan Relatif Dangkal
    Meski menjadi urat nadi perdagangan internasional, sebagian daerah Selat Malaka mempunyai lebar dan kedalaman yang relatif terbatas. Pada titik tersempitnya di sekitar Selat Philips dekat Singapura, lebarnya hanya sekitar 2,7 kilometer dengan kedalaman minimum sekitar 25 meter. Kondisi ini membikin beberapa kapal tanker berukuran sangat besar memilih rute pengganti demi argumen keselamatan.
  5. Gratis Dilewati Kapal Mana Pun
    Menurut ketentuan Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS 1982), Selat Malaka termasuk jalur pelayaran internasional. Kapal jual beli maupun kapal militer dari beragam negara berkuasa melintas tanpa dikenakan biaya transit oleh negara-negara yang berada di sekitarnya.
  6. Fenomena “Dilema Malaka” bagi Tiongkok
    Selat Malaka mempunyai makna krusial bagi keamanan daya Tiongkok. Sebagian besar impor minyak mentah negara tersebut dari area Timur Tengah kudu melewati jalur ini. Ketergantungan yang tinggi tersebut melahirkan istilah “Dilema Malaka”, ialah kekhawatiran terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi pasokan daya dan kegiatan industrinya.

Penutup

Muhibah Cinta di Selat Malaka karya Hermawan Aksan menghadirkan kisah dilema yang sangat relevan dengan banyak orang. Di antara angan yang mau diraih dan cinta yang mau dipertahankan, tidak semua keputusan dapat diambil tanpa pengorbanan.

Melalui perjalanan Awang menyusuri Selat Malaka, Grameds bakal diajak untuk merenungkan makna keberanian, kesetiaan, dan akibat dari setiap pilihan yang dibuat. Dengan latar perjalanan yang menarik dan bentrok yang dekat dengan kehidupan nyata, novel ini menyuguhkan kisah yang hangat sekaligus mengundang refleksi.

Lalu, jika berada di persimpangan yang sama, akankah Anda memilih mengejar mimpi yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup, alias mempertahankan seseorang yang telah lama mengisi hatimu?

Novel Muhibah Cinta di Selat Malaka karya Hermawan Aksan ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Di Waktu Duha

Di Waktu Dhuha

“Menyukai dan mengagumimu hingga mau memilikimu kenapa kudu sesakit ini? Apa saya terlalu takut bahwa rupanya Anda bukanlah untukku?”

Rezeki Allah rupanya seluas lautan dunia. Bukan hanya sekadar kekayaan dan takhta. Nikmat beragama kepada-Nya juga termasuk rezeki yang tidak semua orang bisa memilikinya. Termasuk nikmat menjalankan dan menyenangi ibadah bukan hanya yang wajib, tapi juga sunnah, salah satunya salat Duha. Ah, sesenang itu saya dengan salat Duha. Itu adalah hidayah terindah yang kupunya. Sampai akhirnya saya berjumpa dengan seseorang yang membuatku bertanya : apakah dia bingkisan dari duhaku selama ini?

Mihrab Qalbu

Mihrab Qalbu

“Zain Salman Sulaiman menjalani hidup tanpa banyak ekspresi. Kehilangan kedua orang tua serta sang adik menempa dirinya menjadi sosok dewasa yang tenggelam dalam pengetahuan dan tanggung jawab. Di tengah kesibukannya sebagai pengajar dan pemimpin Pesantren Al-Faruq, dia juga menjadi satu-satunya pelindung bagi keponakan kecilnya, Ziyad Khayri Sulaiman.

Hidup Zain yang tertata dan terasa hening perlahan berubah ketika langkah polos Ziyad mempertemukannya dengan Safwa Zamira Azhari—gadis ceria yang hangat dan penuh kejujuran. Pertemuan yang tampak sederhana itu rupanya bukan kebetulan, melainkan awal dari jembatan takdir yang mengetuk hati Zain yang lama tertutup.

La Tahzan, Alina

La Tahzan, Alina

Pernikahanku dan kehidupanku sempurna, tadinya. Siapa sangka, angin besar dalam pernikahanku datang dari wanita yang begitu alim beragama. Namanya Asih. Aku kira, saya sudah mengenalnya dengan baik. Nyatanya, saya bak mengupas bawang. Semakin lama, semakin perih.

Semakin kutahu bagian dalamnya, rahasianya, semakin saya tersiksa. Asih bak pawang dari siapa pun yang dekat denganku. Dia dan pesonanya bisa menghipnotis dan merebut siapa pun dariku. Ya. Siapa pun, termasuk suami, anak kandung, apalagi ibu kandungku.

Apakah saya memang seburuk itu hingga semua orang memilih berpihak padanya? Bagaimana caraku bertahan? Bagaimana caraku melewati semuanya sendirian? Ini adalah kisah nyataku, dari seorang wanita berjulukan Alina

Selengkapnya