Jakarta -
Sebuah properti tak layak huni yang dipenuhi peralatan hingga sesak mengejutkan publik setelah terjual dengan nilai yang begitu fantastis, ialah lebih dari Rp20 miliar tanpa pernah dilihat langsung oleh pembeli.
Penjualan tersebut terjadi dalam lelang yang berjalan sengit di area Brookfield, Queensland, Australia.
Hunian dengan empat bilik tidur yang berdiri di atas lahan seluas 10.000 meter persegi di pinggiran Brisbane itu apalagi dinilai tidak kondusif untuk dikunjungi secara langsung. Kondisinya yang memprihatinkan membikin proses inspeksi ditiadakan.
Meski begitu, perihal tersebut tidak menghilangkan minat para pembeli. Properti di 77 Nioka Street itu justru mencari sasaran banyak calon renovator yang bersaing ketat demi mendapatkan kesempatan mengubahnya menjadi kediaman yang layak, Bunda.
Rumah penuh sampah jadi rebutan pembeli
Dilansir dari laman Domain, terlepas dari kondisi rumah tersebut yang penuh dengan sampah alias barang-barang tidak terpakai, lelang tersebut sukses menarik 40 peserta terdaftar dari sekitar 130 orang yang datang selama 25 menit.
Sebelum lelang, para pembeli tidak diizinkan masuk ke dalam gedung, alias apalagi ke dalam properti, lantaran akibat terhadap keselamatan mereka.
Lagipula, tidak mudah juga untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh lantaran vegetasi yang rimbun mendominasi taman di properti semi-pedesaan tersebut. Sementara itu, beberapa ruangan juga penuh diisi peralatan rumah tangga.
Properti tersebut dilelang oleh Queensland Public Trustee pada 10 Februari lalu. Proses penjualannya berjalan secara dinamis, meski kondisi gedung jauh dari kata layak.
Juru lelang utama, Paul Gaffney, mengatakan tidak ada properti pembanding yang serupa di pasaran. Hal ini membikin tingkat calon pembeli serta nilai pembuka susah diperkirakan sejak awal.
Ia juga menjelaskan bahwa peserta lelang datang dari beragam latar belakang. Mulai dari penduduk setempat yang sudah mengenal area tersebut, family yang mau menetap di Brookfield, hingga kontraktor dan penanammodal yang memandang potensi menarik jika sukses mendapatkan dengan nilai sesuai.
“Para penawar tampaknya merupakan campuran dari masyarakat lokal yang sudah mengenal daerah itu dengan baik dan family yang mau pindah ke Brookfield, serta beberapa developer dan penanammodal yang mungkin berpikir itu bakal menjadi kesempatan menarik jika mereka bisa mendapatkannya dengan nilai yang tepat,” ungkap Paul.
Dijual lebih dari Rp20 miliar
Penawaran dibuka dari kisaran 800.000 dolar AS alias setara dengan Rp12,8 miliar dan dengan sigap melonjak hingga menyentuh kisaran 1 juta dolar AS alias Rp16 miliar. Kenaikan ini menunjukkan tingginya minat sejak awal lelang dimulai.
Setelah melewati fase awal, persaingan semakin ketat dengan tersisa delapan peserta. Mereka pun saling meningkatkan nilai dalam kelipatan kecil, menandakan strategi hati-hati untuk tetap memperkuat tanpa mengambil akibat yang terlalu besar.
Memasuki kisaran 1,2 juta dolar alias Rp19,2 miliar, jumlah penawar kembali menyusut hingga hanya dua pihak yang tetap bertahan. Situasi ini membuat suasana lelang semakin tegang lantaran masing-masing berupaya mengungguli satu sama lain.
Di tengah momen tersebut, seorang pembeli baru tiba-tiba masuk dan langsung mengusulkan tawaran sebesar Rp20,46 miliar. Namun, tak lama kemudian muncul penawaran lebih tinggi ialah Rp20,48 miliar.
Meski begitu, orang tersebut segera merespons kembali dengan menawarkan Rp20,5 miliar dan sukses mengamankan properti tersebut.
Data profil lingkungan Domain menunjukkan bahwa nilai median untuk rumah empat bilik tidur di Brookfield adalah 1,7 juta dollar, alias setara dengan Rp27,2 miliar, berasas 14 penjualan dalam 12 bulan terakhir.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·