Santiment Bongkar Isu Terpanas Kripto Hari Ini

Apr 11, 2026 10:03 AM - 2 minggu yang lalu 22854

Kincai Media – Laporan terbaru dari analis on-chain Santiment di platform X mengungkap sejumlah rumor yang tengah menjadi perbincangan utama di media sosial kripto. Mulai dari lonjakan inflasi Amerika Serikat, gejolak di ekosistem Bittensor, hingga meningkatnya resiko manipulasi nilai token.

Berikut rangkuman komplit perkembangan terbaru pasar kripto.

1. Inflasi Amerika Naik Tajam, Pasar Soroti Dampak Geopolitik

Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Amerika Serikat (CPI) naik ke 3,3 persen pada Maret 2026, menjadi kenaikan terbesar sejak Mei 2024.

Lonjakan ini terutama dipicu oleh kenaikan nilai energi, dengan nilai bensin melonjak lebih dari 21 persen. Sementara itu, inflasi inti justru turun ke 2,6 persen dan beradaa di bawah ekspektasi.

Pasar menilai kenaikan ini dipengaruhi oleh ketegangn geopolitik, khususnya bentrok Iran yang berakibat pada nilai daya global.

Kondisi ini juga membikin ekspektasi penurunan suku kembang oleh The Fed pada 2026 mulai memudar.

2. Covenant AI Keluar dari Bittensor, Harga TAO Anjlok

Gejolak besar terjadi di ekosistem Bittensor setelah operator subnet terbesar, Covenant AI, dilaporkan keluar secara mendadak.

Covenant disebut menjual sekitar 37.000 token TAO senilai US$ 10 – US$ 11 juta, yang langsung memicu penurunan nilai di seluruh ekosistem.

Langkah ini memicu kritik dari organisasi mengenai dugaan sentralisasi tata kelola dan penyalahgunaan sistem insentif.

Sebagai respon, pihak Bittensor menyatakan bakal memperkenalkan sistem kepemilikan subnet berbasis lock untuk memperbaiki struktur insentif.

Baca Juga: Bitcoin Tembus US$ 72.000, Tapi Ini Bukan Kabar Baik

3. Lonjakan Token dan Risiko Manipulasi Meningkat

Perbincangan mata duit digital juga diramaikan oleh kejadian pump ekstrem pada beberapa token.

Token RAVE dilaporkan melonjak hingga 200 – 300 persen dalam waktu singkat, memicu kekhawatiran adanya manipulasi harga.

Sementara itu, proyek WLFI yang dikaitkan dengan Donald Trump mengalami tekanan setelah timnya menggunakan miliaran token sebagai agunan untuk meminjam biaya dalam jumlah besar.

Langkah ini memicu resiko likuidasi serta pertanyaan mengenai tata kelola proyek.

Di tengah volatilitas tinggi, trader dilaporkan beranjak ke aset seperti ZEC, DASH dan Monero, serte beragam koin meme.

4. Fitur Twitter Dihapus, Komunitas Kripto Protes

Perubahan pada platform X juga memicu reaksi keras dari organisasi kripto.

Fitur “mutual followers” yang sebelumnya digunakan untuk memverifikasi akun sekarang dihapus, membikin pengguna kesulitan membedakan akun original dan potensi scam.

Sebagian pengguna menilai langkah ini justru membuka kesempatan lebih besar bagi bot dan penyebaran info palsu.

5. Bitcoin Bullish, Tapi Waspadai Berita

Di sisi lain, sentimen pasar menunjukkan optimisme pada Bitcoin.

Banyak trader memandang potensi kenaikan nilai Bitcoin menuju level tertinggi mingguan dalam waktu dekat.

Namun, kekhawatiran tetap ada, terutama mengenai kemungkinan munculnya buletin geopolitik di akhir pekan yang dapat memicu volatilitas tinggi, termasuk lonjakan nilai minyak dan tekanan di pasar saham.

🗣️ These are the top trending stories across crypto social media Friday:

🇺🇸 CPI Inflation Shock: Report: US headline CPI jumped to 3.3% YoY in March, the biggest rise since May 2024. Energy drove the move—gasoline spiked over 21%—while core CPI eased slightly to 2.6%, under… pic.twitter.com/HqSUZyYdbR

— Santiment (@santimentfeed) April 10, 2026

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya