Jakarta -
Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 yang diperingati pada 17 Agustus 2026 bisa menjadi momen spesial untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Melalui cerita sejarah, Si Kecil dapat belajar mengenal keberanian dan semangat pantang menyerah yang dimiliki para pahlawan, Bunda.
Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan berbareng anak di HUT RI adalah membacakan cerita sejarah kemerdekaan Indonesia. Misalnya, Bunda dapat menceritakan sejarah respons internasional terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Nah, berikut telah Kincai Media rangkum, sejarah tentang proklamasi dan respons bumi terhadap kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 1945!
Sejarah respons internasional terhadap kemerdekaan RI
Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945, pukul 10.00 pagi. Teks proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno di teras depan rumahnya, di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta Pusat.
Meski telah merdeka, penyerahan kedaulatan Belanda kepada Indonesia baru terjadi pada 27 Desember 1949. Penyerahan ini dilangsungkan di Belanda, dipimpin oleh Moh. Hatta sebagai delegasi Indonesia.
Dilansir dari kitab Sejarah 3 SMA Kelas XII: Program Ilmu Sosial karya Drs. Sardiman A.M, M.Pd., pernyataan tentang 'penyerahan kedaulatan' oleh pihak Indonesia diartikan sebagai 'pengakuan kedaulatan', meski pihak Belanda tidak menyetujui perkataan tersebut. Namun, dalam kenyataannya masyarakat internasional mengakui keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Walaupun Belanda sendiri tidak mengakui Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan yang diakui adalah tanggal 27 Desember 1949, tetapi oleh bangsa Indonesia keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu tetap terhitung sejak Proklamasi Kemerdekaan," demikian tulis Drs. Sardiman A.M, M.Pd.
Respons internasional mengenai proklamasi kemerdekaaan Indonesia
Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Soekarno pada 17 Agustus 1945 menuai respons dari beragam negara. Beberapa di antaranya memberikan respons positif, Bunda.
Dikutip dari buku Merawat Indonesia oleh Lukman Hakiem, dilansir laman detikcom, dan beberapa sumber, berikut respons internasional terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia:
1. Mesir
Negara Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto pada 22 Maret 1946. Dukungan muncul setelah lobi yang dilakukan oleh diplomat Republik Indonesia (RI) di Ibu Kota Kairo beberapa bulan setelah konsolidasi kabinet yang dilakukan Soekarno.
Setelah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) menyetujui Perjanjian Linggarjati pada 6 Maret 1947, Konsul Jenderal Mesir di Mumbai, India, Mohammad Abdul Mun'im mendarat di Ibu Kota RI, yang saat itu berada di Yogyakarta. Saat itu, Mun'im menjadi utusan Liga Arab yang mau mengakui kemerdekaan Indonesia. Pihaknya mengharapkan agar delegasi RI segera dikirim ke negara-negara Arab.
Kemudian, pada 16 Maret 1946, delegasi diplomatik Indonesia berangkat ke Mesir lewat Mumbai. Mereka adalah H. Agus Salim (Ketua), H.M. Rasjidi (Sekretaris merangkap Bendahara), dan tiga personil lainnya, ialah Nazir St. Pamuntjak, Abdul Kadir, dan A.R. Baswedan.
Setelah mengakui kedaulatan Indonesia, Mesir berupaya meyakinkan Suriah, Irak, Qatar, serta Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan perihal yang sama, Bunda.
Pada 10 Juni 1947, Mesir mengakui kedaulatan Indonesia secara de jure dengan menunjuk Rasjidi sebagai kuasa upaya RI. Negara ini juga membuka Kedutaan Besar Indonesia di Kairo.
2. India
Negara keuda yang mengakui kemerdekaan Indonesia adalah India. Perdana Menteri India kala itu, Jawaharlal Nehru, menyampaikan perihal tersebut pada 2 September 1946.
Ada beberapa peran India dalam mendukung kemerdekaan Indonesia. Dilansir kitab Modul Pembelajaran SMA Sejarah Kelas XII (2018) yang disusun oleh Nancy Rahman, berikut beberapa perannya:
- Mendistribusikan obat-obatan ke Indonesia, sebagai jawaban atas support Indonesia mengirim kurang lebih 500.000 ton padi ke India
- India dan Australia mengusulkan masalah Indonesia-Belanda ke Dewan Keamanan PBB pada 31 Juli 1947. Akibatnya, PBB mengeluarkan resolusi pada 1 Agustus 1947 untuk menghentikan pertikaian antara Indonesia dan Belanda melalui arbitrase.
- Pada 20-25 Januari 1949, diadakan konvensi Asia-Afrika di New Dehli. Konferensi ini dihadiri oleh negara-negara Asia, seperti Pakistan, Afghanistan, Libanon, Suriah, Saudi Arabia, Filipina, India, Myanmar, Yaman, dan Irak. Kemudian, delegasi dari Afrika berasal dari Mesir dan Ethiopia. Selain itu, konvensi ini juga dihadiri utusan dari Australia, serta Indonesia dalam ini diwakili oleh Dr. Sudarsono.
3. Lebanon
Delegasi diplomatik Indonesia lampau melanjutkan perjalanan ke Lebanon. Negara ini juga mengakui kemerdekaan Indonesia setelah proklamasi dibacakan, Bunda.
Pernyataan mengenai kemerdekaan ini disampaikan pada 2 September 1946. Tokoh yang menyampaikannya adalah Perdana Menteri India yang saat itu menjabat, ialah Jawaharlal Nehru.
4. Vatikan
Otoritas Katolik di Vatikan memberikan respons positif terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada 6 Juli 1947, Vatikan secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia, Bunda.
Salah satu corak support ini adalah dengan dibukanya kedutaan Vatikan, yang disebut Apostolic Delegate. Duta Besar Vatikan pertama yang ditugaskan di Indonesia saat itu adalah Georges-Marie Joseph-Hubert-Ghislain de Jonghe d'Ardoye. Ia menjadi Duta Besar dengan masa hormat 1947 hingga 1955.
5. Arab Saudi
Pada Juli 1947, Belanda melakukan agresi militer terhadap Indonesia. Saat itu, Sutan Syahrir yang sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri bergegas ke markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Sutan Syahrir lampau meminta kepada Agus Salim untuk memperkuat delegasi RI di PBB. Kemudian, Agus Salim memerintahkan Rasjidi untuk melanjutkan misi pengakuan kemerdekaan ke Arab Saudi. Sementara itu, A.R. Baswedan dan personil delegasi lainnya kembali ke Tanah Air untuk menyerahkan arsip pengakuan kemerdekaan dari Mesir dan Lebanon.
Pada 24 November 1947, Raja Abdul Aziz yang menjabat Raja Arab Saudi saat itu memberikan surat yang berisi pengakuan Kerajaan Arab Saudi terhadap kemerdekaan RI. Setelah itu, beberapa negara lain juga memberikan respons terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia, seperti Suriah, Lebanon, Irak, Afghanistan, dan Yaman.
Peran PBB dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia
Setelah pembacaan proklamasi alias tepatnya pada tahun 1947, terjadi pembentukan Komisi beranggotakan Amerika Serikat, Australia, dan Belgia, yang dikenal sebagai Komisi Tiga Negara (KTN) di Indonesia. KTN berkedudukan aktif dalam penyelenggaraan Perjanjian Renville.
Pada 19 Desember 1948, Agresi Militer Belanda II terjadi dan disaksikan oleh KTN. Mereka lampau membikin laporan pada Dewan Keamanan PBB bahwa Belanda banyak melakukan pelanggaran. Hal ini membikin Indonesia lebih banyak didukung negara-negara lain.
Setelah agresi, PBB sendiri membentuk United Nations Commissions for Indonesia (UNCI) Komisi PBB untuk Indonesia. UNCI mempunyai kekuasaan lebih besar dibandingkan dengan KTN. Komisi ini berkuasa mengambil keputusan yang mengikat atas dasar bunyi mayoritas.
UNCI berkedudukan besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Bunda. Mereka mempunyai beberapa tugas dan kekuasaan, seperti:
- Memberi rekomendasi pada DK PBB dan pihak yang bentrok (Indonesia dan Belanda).
- Membantu Indonesia dan Belanda untuk mengambil keputusan dan melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.
- Mengajukan saran pada Dewan Keamanan PBB mengenai cara-cara yang dianggap terbaik agar pengalihan kekuasaan di Indonesia berjalan kondusif dan tenteram.
- Membantu pemulihan kekuasaan pemerintah RI dengan segera
- Mengajukan rekomendasi pada Dewan Keamanan PBB mengenai support yang dapat diberikan untuk membantu keadaan ekonomi masyarakat di daerah-daerah yang diserahkan kembali pada RI.
- Memberikan saran tentang pemakaian tentara Belanda di daerah-daerah yang dianggap perlu demi ketenteraman rakyat.
- Mengawasi pemilihan umum jika di daerah Indonesia diadakan pemilihan.
Itulah sejarah respons internasional terhadap kemerdekaan RI. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·