Kalau berbincang tentang pangan lokal yang kaya gizi, mungkin yang langsung terlintas di pikiran Anda adalah singkong, ubi, jagung, alias yang baru-baru ini viral yakni kimpul. Padahal, Indonesia punya segudang bahan pangan lokal lain yang nggak kalah menarik, lho!
Namun, beberapa di antaranya tetap cukup asing di telinga masyarakat, nih. Tentunya, banyak sekali pangan lokal yang menyimpan potensi gizi dan bisa menjadi pengganti sumber karbohidrat maupun nutrisi sehari-hari. Pangan lokal juga bisa menjadi langkah sederhana untuk ikut melestarikan kekayaan kuliner Indonesia.
Lantas, selain kimpul, ada pangan lokal apa saja yang jarang orang ketahui? Simak selengkapnya, yuk!
1. Ganyong
Ilustrasi Ganyong/ Foto: Blibli.com
Pernah mendengar nama Ganyong? Yup! Ini merupakan tanaman umbi yang rupanya sudah dimanfaatkan sebagai sumber pangan, terutama lantaran kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi nih, Beauties.
Selain itu, Ganyong juga mengandung serat dan sejumlah mineral sehingga bisa menjadi pengganti sumber daya selain nasi, kentang, alias singkong. Kandungan seratnya juga membikin ganyong cukup potensial untuk mendukung kesehatan pencernaan, lho!
| Baca Juga : Lagi Ramai Dibahas, Ini 5 Manfaat Kimpul yang Harus Kamu Ketahui |
2. Porang
Ilustrasi Porang/ Foto: IPB University
Porang merupakan umbi lokal yang belakangan semakin dikenal lantaran kandungan glukomannan, ialah jenis serat pangan yang dapat menyerap air dan membentuk tekstur seperti gel. Kandungan tersebut membikin porang menarik untuk dikembangkan sebagai bahan pangan tinggi serat.
Porang sendiri bisa diolah menjadi tepung alias bahan dasar produk seperti mi dan beras analog yang bisa memberikan rasa kenyang lebih lama. Namun, porang tidak bisa sembarang dimakan dalam kondisi mentah, sehingga butuh pengolahan yang tepat untuk mengurangi kandungan kalsium oksalatnya.
3. Jewawut
Ilustrasi Jewawut/ Foto: Nusantara Food Biodiversity
Pangan lokal satu ini merupakan serealia lokal yang sudah lama dikenal di beberapa daerah di Indonesia. Sayangnya, penggunaannya tidak sepopuler beras nih, Beauties. Padahal, biji-bijian ini mengandung karbohidrat, protein, serat, serta beragam vitamin dan mineral.
Selain diolah menjadi bubur alias makanan tradisional, jewawut juga dapat dimanfaatkan sebagai tepung untuk beragam olahan. Kandungan seratnya membuatnya menarik untuk mendukung kesehatan pencernaan.
4. Sorgum
Ilustrasi Sorgum/ Foto: National FFA Organization
Sorgum merupakan salah satu pangan lokal yang cukup potensial sebagai pengganti sumber karbohidrat. Biji sorgum mengandung karbohidrat, protein, serat, serta sejumlah mineral. Tanaman ini juga dikenal relatif tahan terhadap kondisi lingkungan yang kering sehingga mempunyai potensi untuk dikembangkan di beragam daerah Indonesia.
Sorgum bisa diolah menjadi nasi sorgum, bubur, hingga tepung untuk membikin beragam makanan. Dengan pengolahan yang tepat, sorgum bisa menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang mau mencoba sumber karbohidrat selain nasi.
5. Uwi
Ilustrasi Uwi/ Foto: Instagram.com/wiedharry
Jika Filipina punya Ube, maka Indonesia punya Uwi nih, Beauties. Uwi merupakan golongan umbi yang mencakup beragam varietas, termasuk uwi putih dan uwi ungu. Pangan ini mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, serat, dan beragam senyawa bioaktif, terutama pada varietas yang mempunyai warna ungu.
Uwi bisa menjadi salah satu pengganti pangan lokal yang menarik untuk dikembangkan. Kamu bisa mengolahnya dengan langkah direbus, kukus, alias diolah menjadi tepung hingga beragam makanan lainnya. Selain kaya serat, uwi juga dikenal punya nilai gizi yang cukup potensial.
6. Kacang Tunggak
Ilustrasi Kacang Tunggak/ Foto: Blibi.com
Kalau Anda mau mencari pangan lokal dari golongan kacang-kacangan, kacang tunggak bisa menjadi salah satu pilihan. Kacang ini mengandung protein nabati, serat, karbohidrat kompleks, serta beragam vitamin dan mineral, sehingga dapat melengkapi kebutuhan nutrisi dalam pola makan sehari-hari.
Kacang tunggak juga cukup elastis untuk diolah menjadi beragam masakan, termasuk sayur, sup, campuran makanan, maupun olahan berbasis tepung. Kehadiran sumber protein nabati seperti kacang tunggak krusial untuk membikin pola makan lebih beragam sekaligus memanfaatkan kekayaan pangan lokal.
7. Gembili
Ilustrasi Gembili/ Foto: Nusantara Food Biodiversity
Bukan nama hewan, gembili merupakan salah satu jenis umbi lokal yang mungkin tetap kalah terkenal dibandingkan ubi, singkong, alias talas. Umbi yang berasal dari golongan Dioscorea ini, mengandung karbohidrat, serat, protein, hingga sejumlah mineral.
Gembili juga mempunyai tekstur yang cukup lembut setelah dimasak sehingga bisa dikonsumsi dengan langkah dikukus, rebus, maupun diolah menjadi beragam makanan. Gembili juga mengandung pati yang lebih lambat dicerna, sehingga berpotensi membantu memberikan rasa kenyang yang lebih lama.
Dari nama-nama pangan lokal tersebut, mana nih yang sudah pernah Anda coba, Beauties?
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
| Pilihan Redaksi
|