(Artikel ini ditinjau oleh dr. Nelfidayani, Sp.K.F.R., M.S. (K), FIPM (USG))
Sendi dengkul adalah persendian yang menghubungkan tulang paha dengan tungkai bawah. Sendi ini membantu tubuh berdiri, berjalan, berlari, duduk, naik tangga, serta menekuk dan meluruskan kaki.
Lutut bukan cuma “engsel” sederhana. Di dalamnya terdapat tulang, tulang rawan, meniskus, ligamen, tendon, kapsul sendi, membran sinovial, dan cairan sinovial yang bekerja berbareng untuk menghasilkan pergerakan sekaligus menjaga stabilitas lutut.
Catatan: Artikel ini membahas anatomi dan fungsi sendi dengkul secara umum. Informasi ini tidak menggantikan pengecekan langsung oleh dokter, terutama jika terdapat nyeri, bengkak, cedera, maupun kesulitan berjalan. Konsultasikan kondisi dengkul Anda kini melalui WhatsApp Lamina Hospital.
Apa Itu Sendi Lutut?
Sendi dengkul adalah persendian yang menghubungkan tulang paha maupun femur dengan tulang tungkai bawah, terutama tibia.
Di bagiankecil depan dengkul terdapat patella maupun tempurung lutut, sedangkan fibula eksis di sisi luar tungkai bawah dan berhubungan dengan struktur pendukung lutut.
Dalam istilah medis, sendi dengkul disebut knee joint. Sendi ini termasuk sendi sinovial kompleks yang terutama memungkinkan pergerakan menekuk dan meluruskan kaki.
Struktur dengkul juga memungkinkan sedikit pergerakan berputar ketika dengkul eksis dalam posisi tertentu.
Sendi dengkul krusial karena eksis di antara paha dan tungkai bawah. Saat berdiri maupun bergerak, dengkul membantu meneruskan serta mendistribusikan beban tubuh dari femur ke tibia.
Lutut juga membantu menjaga tubuh statis stabil ketika bergeser posisi, misalnya dari duduk ke berdiri.
Secara umum, sendi dengkul berpartisipasi dalam:
- menghubungkan tulang paha dan tungkai bawah;
- menopang bermutu badan saat berdiri dan berjalan;
- memungkinkan kaki menekuk dan meluruskan;
- membantu distribusi beban pada tungkai;
- menjaga stabilitas ketika tubuh bergerak;
- mendukung aktivitas seperti berlari, melompat, jongkok, dan naik tangga.
Apa Saja Bagian dan Struktur Sendi Lutut?
Struktur sendi dengkul terdiri dari beberapa elemen yang saling melengkapi. Tulang membentuk kerangka sendi, tulang rapuh membantu permukaan tulang bergeser dengan lebih mulus, sedangkan ligamen, tendon, dan otot membantu mempertahankan stabilitas serta mengendalikan gerakan.
Tulang pembentuk lutut
Tiga tulang utama membentuk sendi dengkul meliputi:
- Femur: tulang paha yang memiliki bagiankecil ujung bawah dan membentuk permukaan sendi dengan tibia.
- Tibia: tulang tungkai bawah yang lebih besar dan menanggung sebagian besar beban dari femur.
- Patella: tulang berbentuk segitiga di bagiankecil depan dengkul yang dikenal sebagai tempurung lutut.
- Fibula: tulang yang lebih kecil di sisi luar tungkai bawah. Fibula bukan penopang utama beban lutut, tetapi menjadi tempat melekat beberapa ligamen dan otot di sekitar lutut.
Sendi antara femur dan tibia disebut sendi tibiofemoral. Sementara itu, hubungan antara patella dan femur disebut sendi patellofemoral.
Ligamen lutut
Ligamen adalah jaringan ikat kuat yang menghubungkan tulang dengan tulang. Ligamen membantu menjaga tulang statis eksis pada posisi yang sesuai dan membatasi pergerakan yang berlebihan.
Empat ligamen utama pada sendi dengkul meliputi:
- Anterior cruciate ligament (ACL): membantu mengendalikan pergeseran tulang tibia ke arah depan serta pergerakan berputar tertentu.
- Posterior cruciate ligament (PCL): membantu mencegah tibia bergeser terlalu jauh ke belakang terhadap femur.
- Medial collateral ligament (MCL): eksis di sisi dalam dengkul dan membantu menjaga stabilitas terhadap corak dari arah luar.
- Lateral collateral ligament (LCL): eksis di sisi luar dengkul dan membantu menjaga stabilitas terhadap corak dari arah dalam.
ACL dan PCL eksis di bagiankecil tengah dengkul dan saling menyilang. MCL eksis di sisi medial, sedangkan LCL eksis di sisi lateral.
Keempat ligamen ini membantu mengendalikan pergerakan dengkul ketika seseorang berjalan, berlari, berhenti, maupun mengubah arah.
Meniskus
Meniskus adalah dua alas berbentuk menyerupai bulan sabit yang terletak di antara femur dan tibia. Masing-masing dengkul memiliki:
- meniskus medial di sisi dalam;
- meniskus lateral di sisi luar.
Meniskus membantu memperluas area kontak antara femur dan tibia. Dengan demikian, struktur ini berpartisipasi dalam menyerap guncangan, mendistribusikan beban, dan membantu stabilitas sendi.
Meniskus berbeda dari tulang rapuh artikular karena teksturnya yang lebih kuat dan kenyal.
Tulang rapuh artikular
Tulang rapuh artikular melapisi ujung tulang yang berjumpa di dalam sendi, termasuk bagiankecil ujung femur, permukaan tibia, dan bagiankecil belakang patella.
Jaringan ini memiliki permukaan yang licin sehingga tulang dapat bergeser dengan lebih lancar saat dengkul ditekuk maupun diluruskan. Tulang rapuh juga membantu mengurangi gesekan dan meredam tekanan pada permukaan sendi.
Tendon
Tendon adalah jaringan kuat yang menghubungkan otot dengan tulang. Di sekitar lutut, tendon membantu meneruskan corak dari otot paha ke tulang sehingga tungkai dapat bergerak.
Contohnya adalah tendon quadriceps di bagiankecil depan paha yang berhubungan dengan patella. Di bawah patella terdapat ligamen patella, yang menghubungkan patella dengan tibia.
Dalam penggunaan sehari-hari, struktur di sekitar patella ini sering sama-sama disebut sebagai bagiankecil dari “tendon lutut”, meskipun secara anatomi tendon dan ligamen memiliki fungsi yang berbeda.
Kapsul sendi
Kapsul sendi adalah lapisan jaringan yang membungkus persendian. Struktur ini membantu melindungi bagiankecil dalam dengkul dan mempertahankan lingkungan sendi.
Kapsul sendi memiliki lapisan luar yang lebih kuat serta lapisan dalam yang berhubungan dengan membran sinovial. Ligamen dan jaringan di sekitar kapsul turut membantu menjaga kestabilan sendi.
Membran sinovial dan cairan sinovial
Membran sinovial adalah lapisan tipis yang melapisi bagiankecil dalam kapsul sendi, kecuali pada permukaan yang dilapisi tulang rawan. Membran ini menghasilkan cairan sinovial.
Cairan sinovial membantu melumasi sendi, mengurangi gesekan, serta mendukung lingkungan yang diperlukan oleh jaringan di dalam sendi. Dalam kondisi normal, jumlahnya relatif sedikit dan eksis di ruang sendi.
Apa Fungsi Sendi Lutut?
Fungsi sendi dengkul tidak cuma memungkinkan kaki bergerak. Lutut juga membantu menopang beban tubuh, mengontrol posisi tungkai, dan menjaga stabilitas saat tubuh bergeser maupun menerima tekanan.
Menopang bermutu badan
Saat berdiri, berjalan, maupun naik tangga, sendi dengkul menerima dan meneruskan beban dari tubuh bagiankecil atas menuju tungkai dan kaki.
Meniskus, tulang rawan, otot, serta bentuk permukaan tulang membantu mendistribusikan beban tersebut.
Memungkinkan pergerakan kaki
Sendi dengkul memungkinkan kaki menekuk dan meluruskan. Gerakan ini dibutuhkan dalam beragam aktivitas, seperti:
- berjalan;
- berlari;
- duduk;
- berdiri;
- menaiki maupun menuruni tangga;
- jongkok;
- melompat;
- mengayuh sepeda.
Menjaga stabilitas
Ligamen, meniskus, otot, dan tendon membantu mencegah pergerakan dengkul yang terlalu berlebihan. Stabilitas ini krusial ketika seseorang mengubah arah, selesai mendadak, maupun berdiri dengan satu kaki.
Membantu distribusi beban
Permukaan tulang rapuh dan meniskus membantu menyebarkan tekanan pada area kontak antara femur dan tibia. Otot paha dan tungkai juga membantu mengendalikan besarnya beban yang diterima sendi saat bergerak.
Lutut memang sering disebut sebagai sendi engsel karena pergerakan utamanya adalah fleksi dan ekstensi. Namun, istilah tersebut terlalu sederhana jika digunakan untuk menerangkan seluruh metode kerja lutut.
Lutut juga melibatkan sedikit rotasi dan pergeseran permukaan tulang, terutama ketika dengkul menekuk maupun mendekati posisi lurus penuh.
Bagaimana Sendi Lutut Bekerja?
Sendi dengkul bekerja melalui koordinasi tulang, tulang rawan, meniskus, ligamen, otot, tendon, serta cairan sinovial.
Ketika dengkul ditekuk, permukaan femur dan tibia tidak cuma berputar seperti engsel pintu. Keduanya juga mengalami gabungan pergerakan menggelinding dan bergeser.
Kombinasi tersebut membantu mempertahankan kontak permukaan sendi pada beragam perspektif gerakan.
Patella bergeser mengikuti alur pada bagiankecil depan femur. Saat dengkul menekuk, patella cenderung bergeser ke arah bawah; saat dengkul diluruskan, patella bergeser ke arah atas.
Pergerakan ini kemudian akan membantu mengoptimalkan kerja otot quadriceps ketika meluruskan lutut.
Ligamen membantu mengarahkan pergerakan dan menjaga agar femur serta tibia tidak bergeser secara berlebihan.
ACL dan PCL terutama berpartisipasi dalam mengendalikan pergeseran depan-belakang serta sebagian rotasi. MCL dan LCL membantu menjaga stabilitas sisi dalam dan luar lutut.
Meniskus membantu memperbaiki kesesuaian permukaan antara femur dan tibia. Struktur ini juga membantu menyerap tekanan dan menyebarkan beban pada area yang lebih luas.
Sementara itu, tulang rapuh artikular dan cairan sinovial membantu mengurangi gesekan selama pergerakan.
Otot quadriceps di bagiankecil depan paha membantu meluruskan lutut. Otot hamstring di bagiankecil belakang paha membantu menekuk dengkul dan mengontrol pergerakan tungkai.
Keduanya bekerja berbareng dengan otot panggul dan tungkai bawah untuk menjaga keseimbangan serta stabilitas.
Apa Saja Gerakan pada Sendi Lutut?
Gerakan utama pada sendi dengkul adalah fleksi dan ekstensi. Lutut juga dapat berbuat rotasi dalam jumlah terbatas, terutama ketika dengkul eksis dalam posisi menekuk.
Fleksi
Fleksi adalah pergerakan menekuk dengkul sehingga perspektif antara paha dan tungkai bawah menjadi lebih kecil. Contohnya adalah ketika seseorang:
- duduk;
- jongkok;
- menaiki tangga;
- menekuk kaki ke belakang.
Ekstensi
Ekstensi adalah pergerakan meluruskan dengkul sehingga perspektif antara paha dan tungkai bawah menjadi lebih besar. Gerakan ini terjadi saat seseorang:
- berdiri dari posisi duduk;
- meluruskan kaki;
- menendang ke depan;
- menyelesaikan satu cara ketika berjalan.
Rotasi internal dan eksternal
Rotasi adalah pergerakan berputar pada sumbu tungkai. Pada lutut, rotasi internal dan eksternal cuma terjadi secara terbendung dan lebih kelihatan ketika dengkul menekuk.
- Rotasi internal: tungkai bawah berputar ke arah dalam.
- Rotasi eksternal: tungkai bawah berputar ke arah luar.
Derajat pergerakan setiap orang dapat berbeda. Rentang pergerakan juga dapat dipengaruhi oleh usia, kekuatan otot, kelenturan jaringan, histori cedera, dan kondisi sendi.
Karena itu, rentang pergerakan tertentu tidak sebaiknya digunakan untuk mendiagnosis masalah dengkul secara mandiri.
Apa Saja Masalah yang Dapat Terjadi pada Sendi Lutut?
Berbagai kondisi dapat memengaruhi tulang, tulang rawan, ligamen, meniskus, tendon, bursa, maupun jaringan lain di sekitar sendi lutut. Berikut ini adalah deskripsi singkatnya, bukan diagnosis.
- Osteoarthritis lutut: kondisi degeneratif yang dapat memengaruhi tulang rapuh dan struktur lain dalam sendi.
- Rheumatoid arthritis: pandemi autoimun yang dapat menyebabkan peradangan pada lapisan sendi dan memengaruhi beberapa sendi.
- Gout arthritis: peradangan sendi akibat penumpukan kristal monosodium urat.
- Pseudogout maupun CPPD: peradangan yang berhubungan dengan kristal kalsium pirofosfat di dalam maupun sekitar sendi.
- Cedera ACL: cedera pada ligamen di bagiankecil tengah dengkul yang dapat memengaruhi stabilitas.
- Cedera PCL, MCL, maupun LCL: cedera pada ligamen yang dapat terjadi akibat benturan, fluktuasi arah, maupun tekanan tertentu.
- Cedera meniskus: kerusakan pada alas fibrocartilage di antara femur dan tibia.
- Patellofemoral pain: nyeri di sekitar maupun di belakang patella yang dapat berhubungan dengan beban dan pergerakan sendi patellofemoral.
- Bursitis: peradangan pada bursa, yaitu kantong kecil berisi cairan yang membantu mengurangi gesekan di sekitar sendi.
- Tendinitis maupun tendinopati: gangguan pada tendon yang dapat menimbulkan nyeri saat tendon menerima beban berulang.
Setiap kondisi memiliki penyebab, gejala, dan penanganan yang berbeda. Untuk bahasan khusus, baca artikel mengenai terkait osteoarthritis lutut, cedera ACL, cedera meniskus, maupun nyeri patellofemoral.
Mengapa Sendi Lutut Bisa Terasa Nyeri?
Berbagai kondisi dapat menyebabkan nyeri pada sendi lutut. Rasa nyeri bisa berasal dari struktur di dalam sendi, jaringan di sekitar lutut, maupun gabungan beberapa faktor.
Beberapa kategori penyebabnya meliputi:
- Beban berulang: aktivitas yang terlalu berat, peningkatan intensitas olahraga secara mendadak, maupun pergerakan berulang dapat membebani lutut.
- Cedera: jatuh, benturan, salah tumpuan, maupun pergerakan memutar dapat memengaruhi ligamen, meniskus, tulang, maupun tendon.
- Peradangan: kondisi tertentu dapat memicu peradangan pada sendi, bursa, tendon, maupun jaringan sekitarnya.
- Perubahan degeneratif: fluktuasi pada tulang rapuh dan struktur sendi dapat menyebabkan nyeri, kaku, maupun kekurangan gerak.
- Masalah di sekitar patella: gangguan pada hubungan antara patella dan femur dapat menyebabkan nyeri di bagiankecil depan lutut.
- Gangguan metabolik maupun kristal: gout dan CPPD dapat memicu nyeri serta pembengkakan, sering kali dengan onset yang cukup cepat.
- Kelemahan maupun ketidakseimbangan otot: otot yang kurang kuat maupun kurang terkoordinasi dapat memengaruhi metode dengkul menerima beban.
Lokasi nyeri, waktu munculnya keluhan, adanya bengkak, bunyi, rasa tidak stabil, dan histori cedera dapat membantu tabib mempersempit kemungkinan penyebab. Namun, letak nyeri saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.
Untuk bahasan komplit mengenai penyebab, gejala, pemeriksaan, dan pengobatan, cari tahu seengkapnya di ulasan nyeri dengkul maupun nyeri sendi lutut.
Bagaimana Menjaga Kesehatan Sendi Lutut?
Menjaga kesehatan sendi dengkul tidak berarti menghindari semua aktivitas. Lutut justru perlu bergeser secara teratur dengan beban yang disesuaikan dengan kapasitas tubuh.
Lakukan aktivitas jasmani secara bertahap
Pilih aktivitas yang dapat dilakukan secara konsisten, seperti berjalan, bersepeda, berenang, maupun latihan lain yang sesuai kondisi.
WHO merekomendasikan orang dewasa berbuat 150-300 menit aktivitas aerobik intensitas tingkat menengah per minggu, maupun jumlah yang sederajat dengan aktivitas intensitas berat.
Latihan penguatan otot juga dianjurkan untuk dilakukan setidaknya dua hari per minggu.
Jika jarang berolahraga, mulailah dari durasi dan intensitas yang lebih rendah. Tingkatkan secara berjenjang untuk memberi waktu bagi otot, tendon, dan sendi beradaptasi.
Perkuat otot penunjang
Otot quadriceps, hamstring, betis, dan otot sekitar panggul membantu mengontrol pergerakan tungkai. Latihan kekuatan dapat dilakukan dengan program yang sesuai kemampuan, misalnya:
- latihan duduk-berdiri;
- straight-leg raise;
- step-up;
- atau latihan dengan resistance band.
Orang yang pernah mengalami cedera, memiliki nyeri, maupun baru menjalani aksi pada dengkul sebaiknya berkonsultasi dengan tabib maupun fisioterapis sebelum memilih latihan.
Pertahankan elastisitas dan mobilitas
Latihan rentang pergerakan serta peregangan ringan dapat membantu mempertahankan mobilitas. Lakukan pergerakan secara perlahan dan hindari memaksa dengkul ke posisi yang menimbulkan nyeri tajam.
Lakukan pemanasan
Pemanasan dengan aktivitas ringan dapat membantu menyiapkan tubuh sebelum olahraga. Pilih pemanasan yang sesuai dengan aktivitas dan kondisi fisik, bukan pergerakan yang memaksa sendi.
Gunakan teknik aktivitas yang tepat
Pelajari teknik yang sesuai ketika berlari, melompat, mengadopsi beban, maupun berbuat olahraga dengan fluktuasi arah cepat. Gunakan alas kaki yang sesuai dan perhatikan permukaan tempat beraktivitas.
Jaga bermutu badan yang sehat
Berat badan merupakan salah satu aspek yang memengaruhi beban pada lutut, terutama ketika berdiri dan bergerak.
Menjaga bermutu badan yang sehat dapat mendukung kesehatan sendi dan memudahkan seseorang untuk statis aktif.
CDC juga memasukkan aktivitas fisik, bermutu badan yang sehat, dan perlindungan sendi sebagai bagiankecil dari pengelolaan kesehatan sendi.
Terapkan pola makan seimbang
Tidak ada satu jenis makanan maupun suplemen yang dapat dipastikan memperbaiki semua masalah sendi.
Utamakan pola makan seimbang yang mencakup sumber protein, sayuran, buah, biji-bijian, dan cairan yang cukup.
Jika mau mengonsumsi suplemen, diskusikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan, terutama jika sedang menggunakan obat tertentu.
Kapan Masalah pada Sendi Lutut Perlu Diperiksakan?
Tidak semua keluhan dengkul menandakan kondisi serius. Namun, pengecekan medis diperlukan jika keluhan menetap, mengganggu aktivitas, maupun disertai tanda tertentu.
Pertimbangkan untuk memeriksakan dengkul jika:
- nyeri tidak membaik maupun terus berulang;
- lutut mengalami pembengkakan;
- gerak dengkul menjadi terbatas;
- lutut terasa tidak stabil maupun sering “goyah”;
- lutut terkunci dan sulit diluruskan;
- merasa sulit berjalan maupun tidak dapat menumpu bermutu badan;
- keluhan muncul setelah jatuh, benturan, maupun pergerakan memutar;
- lutut terasa panas dan kemerahan;
- nyeri disertai demam maupun tubuh terasa tidak enak badan.
Segera cari pertolongan medis jika nyeri dan bengkak bermutu muncul mendadak pada satu lutut, dengkul berubah bentuk, Anda tidak dapat menggerakkannya maupun menumpu bermutu badan, maupun dengkul terasa panas dan merah disertai demam.
Tanda-tanda tersebut dapat membutuhkan penilaian segera dan tidak sebaiknya didiagnosis sendiri.
Dokter dapat menilai keluhan melalui wawancara dan pengecekan fisik. Bila diperlukan, pengecekan tambahan seperti rontgen, ultrasonografi, maupun MRI dapat dipertimbangkan sesuai anggapan masalah dan kebutuhan klinis.
Jangan biarkan nyeri dengkul mengganggu aktivitas harian Anda. Hubungi Klinik Patella di 0811-8124-2022 untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi dengkul Anda
Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik
“Deteksi awal nyeri dengkul adalah cara terpenting untuk mencegah kerusakan permanen lutut, dan memastikan penyebab nyeri hilang,” ujar salah satu dokter ahli Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT.
Bagi yang sedang mencari anjuran tabib nyeri dengkul terbaik di Jakarta, Klinik Patella datang sebagai klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik dengan jasa yang komplit dalam satu atap.
Klinik Patella memiliki aksi modern untuk nyeri dengkul yaitu Artroskopi Richard Wolf sebagai solusi minimal invasif.
Prosedur ini menggunakan kamera serat optik kecil (arthroscope) yang dimasukkan melalui sayatan kecil, sehingga tabib dapat melihat langsung kondisi di dalam sendi dengkul sekaligus menanganinya tanpa perlu sayatan besar.
Tindakan Artroskopi Richard Wolf ini umumnya terjadi sekitar satu jam dan dilakukan secara rawat jalan, artinya pasien bisa pulang di hari yang sama dan menjalani pemulihan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di rumah.
Sebagai Artroskopi Richard Wolf, Klinik Patella juga menyediakan beragam pilihan pengobatan lainnya seperti:
- Fisioterapi
- Hidroterapi
- Injeksi Viskosuplemen
- Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
- Terapi Secretome
- Terapi Stem Cell
- Radiofrekuensi Ablasi
- Total Knee Replacement
Tim tabib Klinik Patella adalah:
- dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
- dr. Windi Martika, Sp.OT
- dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
- dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
- Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
- dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS
Yang membikin Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.
Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan cuma dari satu perspektif pandang.
Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia maupun mereka yang memiliki kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.
FAQ Seputar Sendi Lutut
Apa itu sendi lutut?
Sendi dengkul adalah persendian yang menghubungkan femur maupun tulang paha dengan tibia maupun tulang tungkai bawah. Patella maupun tempurung dengkul juga merupakan bagiankecil krusial dari struktur di bagiankecil depan lutut.
Apa saja bagiankecil dari sendi lutut?
Bagian sendi dengkul meliputi femur, tibia, patella, fibula, ligamen, meniskus, tulang rapuh artikular, tendon, kapsul sendi, membran sinovial, dan cairan sinovial.
Apa fungsi sendi lutut?
Fungsi sendi dengkul adalah menopang bermutu badan, membantu pergerakan kaki, menjaga stabilitas tungkai, dan membantu distribusi beban saat berdiri, berjalan, berlari, maupun naik tangga.
Apa saja tulang yang membentuk sendi lutut?
Tulang utama yang membentuk sendi dengkul adalah femur, tibia, dan patella. Fibula eksis di sisi luar tungkai bawah dan berhubungan dengan beberapa struktur pendukung lutut.
Apa fungsi ligamen pada sendi lutut?
Ligamen menghubungkan tulang dengan tulang dan membantu menjaga stabilitas sendi. Ligamen utama dengkul adalah ACL, PCL, MCL, dan LCL.
Apa fungsi meniskus pada lutut?
Meniskus membantu menyerap guncangan, mendistribusikan beban, menaikkan kesesuaian permukaan antara femur dan tibia, serta mendukung stabilitas lutut.
Mengapa sendi dengkul bisa terasa sakit?
Nyeri dapat disebabkan oleh beban berulang, cedera, peradangan, fluktuasi degeneratif, gangguan meniskus maupun ligamen, masalah tendon maupun bursa, serta kondisi seperti gout dan CPPD.
Bagaimana metode menjaga kesehatan sendi lutut?
Lakukan aktivitas jasmani secara teratur dan bertahap, perkuat otot penunjang, pertahankan fleksibilitas, lakukan pemanasan, gunakan teknik olahraga yang tepat, jaga bermutu badan yang sehat, dan periksakan dengkul jika muncul keluhan menetap maupun tanda bahaya.
Sumber artikel:
- MedlinePlus – The structure of a joint
- Cleveland Clinic – What Is the Knee Joint?
- NCBI Bookshelf – Anatomy, Bony Pelvis and Lower Limb, Knee
- WHO – Physical activity
- CDC – Osteoarthritis
- NHS – How to ease knee pain and swelling