Sering Dilakukan! Satu Kebiasaan Malam Ibu Hamil Ini Bisa Pengaruhi Kemampuan Motorik Dan Sosial Anak

Apr 11, 2026 03:30 PM - 2 minggu yang lalu 22343

Jakarta -

Kebiasaan yang dilakukan saat mengandung dapat memengaruhi perkembangan janin, Bunda. Tak hanya itu, kebiasaan ini apalagi bisa berangkaian dengan keahlian motorik dan sosial anak setelah lahir.

Nah, kaitan antara kebiasaan ibu mengandung dan kondisi anak ini telah diteliti dalam studi terbaru yang diterbitkan di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism dari Endocrine Society. Studi meneliti secara perincian kebiasaan malam ibu hamil, ialah kurang tidur, yang disebut dapat memengaruhi keahlian motorik dan sosial anaknya.

Perlu diketahui, lama tidur pendek alias short sleep duration (SSD) didefinisikan sebagai tidur kurang dari tujuh jam per malam. Ibu mengandung mungkin mengalami kesulitan tidur lantaran perubahan hormonal, ketidaknyamanan kehamilan, sering buang air kecil, dan aspek lainnya.

Menurut data, setidaknya 40 persen ibu mengandung mengalami SSD. Mereka dengan kebiasaan ini mungkin mempunyai akibat lebih tinggi mengalami gangguan toleransi glukosa, resistensi insulin, glukosuria gestasional, serta melahirkan anak dengan keterlambatan perkembangan saraf. Anak-anak yang lahir ini lebih lambat dalam mengembangkan keahlian sosial, emosional, perilaku, motorik, kognitif, alias bicara mereka.

"Studi ini menyoroti pentingnya mengelola kesehatan tidur selama kehamilan. Dengan menjelaskan hubungan antara tidur ibu selama kehamilan dan perkembangan saraf anak, studi ini memberdayakan family dengan pengetahuan yang dapat membentuk kebiasaan kehamilan yang lebih sehat dan berkontribusi pada kesejahteraan generasi mendatang," kata penulis utama studi, Peng Zhu, MD, dari Anhui Medical University dan MOE Key Laboratory of Population Health Across Life Cycle di Hefei, China.

"Meningkatkan kebiasaan tidur selama kehamilan dapat mencegah alias mengurangi akibat masalah perkembangan saraf pada anak," sambungnya, dilansir laman News Wise.

Dalam studi ini, para peneliti menganalisis informasi tidur dari 7.059 pasang ibu dan anak dari 3 rumah sakit berbeda di China. Peneliti memeriksa anak-anak untuk mengetahui keterlambatan perkembangan dari usia 6 bulan hingga 3 tahun, serta menganalisis hubungan antara lama tidur ibu dan akibat keterlambatan perkembangan saraf.

Mereka juga mengevaluasi peran kadar serum C-peptida darah di tali pusat. Kadar serum ini merupakan parameter stabil sekresi insulin janin.

Hasil studi tentang akibat kebiasaan kurang tidur selama hamil

Ada beberapa temuan dari hasil studi ini. Berikut penjelasannya:

  • Kurang tidur selama kehamilan dapat dikaitkan dengan peningkatan akibat masalah perkembangan saraf pada anak, yang memengaruhi keahlian kognitif, perkembangan perilaku, dan keahlian belajar.
  • Anak laki-laki tampaknya mempunyai akibat lebih tinggi mengalami keterlambatan perkembangan saraf ketika ibu mereka mengalami SSD selama kehamilan, yang menunjukkan bahwa jenis kelamin memainkan peran krusial dalam respons anak terhadap aspek lingkungan prenatal.
  • SSD selama kehamilan dapat memengaruhi metabolisme glukosa ibu, sehingga memengaruhi lingkungan perkembangan janin.
  • Ditemukan kemungkinan hubungan positif antara kadar C-peptida dalam darah tali pusat dan keterlambatan perkembangan saraf pada keturunan, yang menunjukkan bahwa metabolisme glukosa ibu selama kehamilan dapat memengaruhi sekresi insulin janin yang memengarui perkembangan saraf anak.

Hasil studi ini menjadi bukti bahwa tidur cukup dan berbobot sangat dibutuhkan selama kehamilan. Tidur yang cukup dapat menjadi salah satu parameter kesehatan prenatal, Bunda.

"Kesehatan prenatal krusial tidak hanya bagi ibu mengandung tetapi juga bagi kesehatan jangka panjang janin," ungkap Zhu.

Cara mengatasi ibu mengandung susah tidur

Masalah tidur memang tetap menjadi keluhan yang kerap dialami selama kehamilan. American Kehamilan Association (APA) menjelaskan bahwa keluhan susah tidur alias insomnia memengaruhi sekitar 78 persen ibu hamil.

Susah tidur saat mengandung dapat terjadi lantaran beberapa penyebab, ialah perubahan hormon alias pengaruh dari morning sickness, sembelit, dan sering buang air mini (BAK). Di akhir kehamilan, masalah susah tidur dapat muncul lantaran masalah kekhawatiran mengenai proses persalinan dan kesiapan menjadi orang tua baru.

Susah tidur saat mengandung sebenarnya dapat diatasi dengan mencari penyebabnya. Bunda juga dapat memodifikasi posisi tidur untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

Melansir dari beberapa sumber, berikut 7 langkah mengatasi masalah alias kesulitan tidur di malam hari selama hamil:

  1. Mandi air hangat dapat memberikan pengaruh relaksasi. Bunda dapat menggunakan sabun dengan wangi aromaterapi untuk membikin tubuh lebih rileks.
  2. Sebelum tidur, Bunda disarankan untuk menghindari makanan yang dapat memicu sembelit, seperti makanan pedas alias berminyak.
  3. Hindari makan terlalu banyak sebelum tidur. Cobalah untuk menggantinya dengan konsumsi makanan camilan alias minum segelas susu hangat.
  4. Cobalah latihan yoga ringan dan peregangan sebelum tidur untuk mengatasi insomnia. Menenangkan pikiran dengan melakukan relaksasi otot adalah langkah terbaik untuk bisa tidur nyenyak.
  5. Posisi tidur yang nyaman juga dapat mengoptimalkan tidur Bunda di malam hari. Posisi tidur saat mengandung yang disarankan oleh banyak master adalah posisi miring kiri.
  6. Saat tidur, Bunda dapat menggunakan bantal tambahan alias bantal unik mengandung untuk mencegah insomnia. Bantal mengandung dapat melancarkan aliran darah, sehingga mengurangi nyeri punggung, meredakan ketegangan otot, dan mengurangi refluks masam lambung.

Demikian studi terbaru yang mengungkap kaitan kebiasaan malam saat mengandung yang dapat memengaruhi perkembangan motorik dan sosial anak. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Selengkapnya