Sophie Navita Ungkap Lika-liku 23 Tahun Pernikahan, Sempat Alami Depresi Hingga Menyendiri

Jun 04, 2026 04:00 PM - 2 hari yang lalu 3256

Jakarta -

Artis Sophie Navita sudah 23 tahun menikah dengan musisi Pongki Barata. Selama puluhan tahun bersama, rumah tangga pasangan ini jauh dari rumor miring, Bunda.

Baru-baru ini, Sophie mengungkap lika-liku yang rupanya pernah terjadi di pernikahannya dengan Pongki. Alih-alih membukanya ke publik, Sophie lebih memilih untuk menyelesaikannya sendiri dengan sang suami.

Sophie mengakui dirinya sempat mengalami depresi selama menjalani hidup. Pada satu titik, Sophie apalagi memilih untuk menyendiri dan pisah bilik sejenak dengan sang suami.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Keputusan tersebut dilakukannya untuk menenangkan diri. Bunda dua anak ini tidak mau terbawa emosi saat menghadapi masalah.

"Sebenarnya pisah bilik ini maksudnya pas tidur siang ya, kayak saya butuh space sendiri saja. Jadi, kadang-kadang ketika merasa tenggelam dalam satu masalah emosi yang kayaknya kita enggak menemukan langkah mengkomunikasikannya dengan suami, pasti butuh space sendiri. Apalagi wanita dengan tiga hormon kita yang naik turun itu," kata Sophie dalam kegiatan Rumpi (No Secret) di Trans TV, baru-baru ini.

Sophie memanfaatkan waktunya menyendiri ini untuk meluapkan emosi, termasuk menangis. Ia merasa langkah ini adalah jalan terbaik untuk membikin suaminya tidak panik dan ikut terbawa emosi, Bunda.

"Jadi ya memang betul butuh space buat nangis, lantaran jika nangis, yang ada suami panik. Jadi jangan langsung pengin diberesin, 'Ini loh, gue menjabarkannya saja belum selesai', jadi dicari dulu," ujarnya.

Bentuk komunikasi Sophie dan suami untuk menyelesaikan masalah

Selama 23 tahun menikah, Sophie dan Pongki mengaku telah menemukan corak komunikasi yang sesuai untuk menyelesaikan masalah. Selain memilih untuk menyendiri, Sophie biasanya lebih suka berkomunikasi dalam corak tulisan.

Hal tersebut memudahkannya untuk mengeluarkan isi pikiran. Selain itu, dia dan suami menganggapnya sebagai corak komunikasi terbaik untuk menghindari masalah yang lebih besar.

"Saking susah merunut kan. Daripada ngomong susah, jadi lebih baik email. Terus saya juga WA untuk minta dia baca emailnya," ungkap Sophie.

"Kalau menurut dia, itu adalah langkah terbaik untuk menjabarkan pikirannya yang ruwet saat itu," timpal Pongki.

Sophie mengaku bahwa langkah tersebut cukup efektif dalam mengatasi masalah yang besar yang terjadi di pernikahannya. Melalui langkah ini, sang suami juga dapat merenungkan keputusan terbaik untuk menyelesaikan masalah.

"Ternyata malah jadi cair. Jadi dia (Pongki) punya waktu untuk bereaksi. Dia kudu baca sampai lenyap isi pesannya, dan menurut saya itu langkah berdasar yang lebih cocok untuk kami," ujar Sophie.

Hal yang sama juga diungkapkan Pongki. Baginya, corak komunikasi yang dilakukan sang istri ini dapat membantunya merespons dengan bijak masalah yang dihadapi.

"Membacanya tuh standar skill lah. Meresponsnya itu yang lebih krusial lantaran butuh pengalaman dan kebijaksanaan," kata Pongki.

"Kadang ada loh yang enggak perlu direspon, lantaran dia sebenarnya cuman pengin ngomong saja, dan ada yang perlu direspon segera alias bisa besok. Jadi, kita kudu memahami situasi yang dia alami, bukan situasi aku."

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Selengkapnya