Stadium Awal Kanker Payudara Bisa Ditandai Kulit Seperti Jeruk, Ini Faktanya

Jun 06, 2026 10:00 AM - 1 hari yang lalu 2306

Jakarta -

Perubahan pada tetek sering kali membikin wanita merasa khawatir, apalagi jika kulit tetek tampak kasar dan bertekstur seperti kulit jeruk. Dalam bumi medis, kondisi ini dikenal sebagai peau d’orange. Meski tidak selalu berbahaya, kulit tetek seperti jeruk bisa menjadi salah satu tanda stadium awal kanker tetek yang perlu diwaspadai.

Karena itu, krusial bagi Bunda untuk mengenali gejalanya sejak awal agar penanganan bisa dilakukan lebih sigap dan kesempatan kesembuhan menjadi lebih tinggi.

Apa itu kulit tetek seperti jeruk?

Kulit tetek seperti jeruk adalah kondisi ketika permukaan kulit tampak berpori, menebal, dan sedikit cekung menyerupai kulit jeruk. Kondisi ini terjadi akibat adanya penumpukan cairan di bawah kulit lantaran saluran getah cerah tersumbat. Perubahan ini bisa muncul pada sebagian area tetek alias nyaris seluruh bagian payudara. Selain tekstur yang berubah, kulit juga bisa terasa hangat, merah, alias bengkak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut National Cancer Institute, kanker tetek inflamatori dapat menyebabkan kulit tetek tampak merah, bengkak, dan berlesung seperti kulit jeruk akibat penyumbatan pembuluh limfatik oleh sel kanker. 

Apakah kulit seperti jeruk selalu tanda kanker?

Tidak selalu, Bunda. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh:

  • Infeksi tetek (mastitis)
  • Pembengkakan jaringan payudara
  • Peradangan
  • Gangguan saluran limfatik

Namun, jika perubahan kulit muncul berbarengan dengan indikasi lain seperti kemerahan, pembengkakan, alias puting tertarik ke dalam, kondisi ini perlu segera diperiksakan ke dokter. Menurut American Cancer Society, indikasi kanker tetek inflamatori sering berkembang sigap dalam hitungan minggu alias bulan dan kerap tidak disertai benjolan yang jelas. 

Tanda stadium awal kanker payudara

Selain perubahan tekstur kulit, berikut beberapa indikasi stadium awal kanker tetek yang perlu diperhatikan:

1. Payudara membengkak

Salah satu tetek bisa terlihat lebih besar alias terasa lebih berat secara tiba-tiba.

2. Kulit kemerahan alias hangat

Kondisi ini sering terjadi pada kanker tetek inflamatori (inflammatory breast cancer). Sebuah ulasan medis di jurnal kesehatan yang dikutip oleh Health menyebut bahwa sekitar 46 persen pasien kanker tetek inflamatori mengalami perubahan kulit berupa dimpling alias tekstur seperti kulit jeruk akibat penumpukan cairan limfatik.

3. Muncul benjolan

Benjolan kanker biasanya terasa keras, bentuknya tidak beraturan, dan susah digerakkan.

4. Puting masuk ke dalam

Puting yang tiba-tiba tertarik ke dalam alias berubah corak perlu diwaspadai. 

5. Keluar cairan dari puting

Cairan yang keluar bukan ASI, terutama jika bercampur darah, perlu segera diperiksa.

6. Nyeri yang tidak hilang

Meski kanker tetek awal sering tidak menimbulkan rasa sakit, beberapa wanita dapat mengalami nyeri alias rasa tidak nyaman.

Jenis kanker yang berangkaian dengan kulit seperti jeruk

Gejala kulit seperti jeruk paling sering dikaitkan dengan inflammatory breast cancer (IBC) alias kanker tetek inflamatori. Jenis kanker ini termasuk garang dan berkembang lebih sigap dibandingkan kanker tetek biasa.

Menurut Cleveland Clinic, kanker tetek inflamatori terjadi ketika sel kanker menyumbat pembuluh limfatik di tetek sehingga menyebabkan peradangan, perubahan warna kulit, dan tekstur menyerupai kulit jeruk. 

Penelitian lain yang dimuat dalam info klinis American Cancer Society menyebut bahwa kanker tetek inflamatori hanya mencakup sekitar 1–5 persen dari seluruh kasus kanker payudara, tetapi condong lebih garang dan sering sudah berada pada stadium lanjut saat terdiagnosis. 

Bukan hanya itu menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal CA: A Cancer Journal for Clinicians, kanker tetek inflamatori menyebabkan penyumbatan pembuluh limfatik di kulit tetek sehingga memicu pembengkakan dan perubahan tekstur kulit.

ilustrasi payudarailustrasi payudara/ Foto: Getty Images/iStockphoto/AndreyPopov

Kapan kudu ke dokter?

Bunda sebaiknya segera berkonsultasi ke master jika mengalami:

  • Kulit tetek seperti jeruk
  • Payudara merah dan terasa panas
  • Pembengkakan mendadak
  • Benjolan yang tidak hilang
  • Puting berubah bentuk
  • Keluar cairan dari puting

Dokter biasanya bakal melakukan pemeriksaan fisik, USG, mamografi, alias biopsi untuk memastikan penyebabnya.

Meski tidak semua kasus kanker tetek dapat dicegah, beberapa kebiasaan sehat dapat membantu menurunkan risikonya. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan Bunda:

1. Menjaga berat badan ideal

Berat badan berlebih, terutama setelah menopause, diketahui dapat meningkatkan akibat kanker payudara. Hal ini lantaran jaringan lemak dapat memproduksi hormon estrogen lebih banyak, yang berasosiasi dengan pertumbuhan sel kanker payudara.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Oncology, wanita dengan obesitas mempunyai akibat lebih tinggi mengalami kanker tetek dibandingkan wanita dengan berat badan sehat.

2. Rutin berolahraga

Aktivitas bentuk membantu menjaga keseimbangan hormon dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. American Cancer Society menyarankan orang dewasa melakukan olahraga intensitas sedang setidaknya 150–300 menit per minggu untuk membantu menurunkan akibat kanker, termasuk kanker payudara.

3. Menyusui jika memungkinkan

Menyusui diketahui dapat membantu menurunkan akibat kanker payudara, terutama jika dilakukan dalam waktu lebih lama. Menurut studi yang dipublikasikan dalam The Lancet, wanita yang menyusui mempunyai akibat kanker tetek lebih rendah lantaran proses menyusui membantu menekan paparan hormon tertentu yang berangkaian dengan kanker payudara.

4. Membatasi konsumsi alkohol

Semakin banyak konsumsi alkohol, semakin tinggi pula akibat kanker payudara. Alkohol dapat memengaruhi kadar hormon estrogen dan merusak sel tubuh. Penelitian dari National Cancer Institute menunjukkan bahwa konsumsi alkohol, apalagi dalam jumlah ringan hingga sedang, tetap dikaitkan dengan peningkatan akibat kanker payudara.

5. Mengonsumsi makanan bergizi

Perbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, dan makanan tinggi serat. Sebaliknya, batasi makanan ultra-proses dan tinggi lemak jenuh. Studi dalam BMJ menemukan bahwa pola makan sehat kaya sayur dan buah dapat membantu menurunkan akibat beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara.

6. Menghindari rokok

Merokok tidak hanya rawan bagi paru-paru, tetapi juga dapat meningkatkan akibat kanker payudara, terutama pada wanita yang mulai merokok sejak usia muda. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, bahan kimia dalam rokok dapat merusak DNA sel dan memicu pertumbuhan kanker.

7. Rutin melakukan SADARI dan skrining

Deteksi awal menjadi salah satu kunci krusial keberhasilan pengobatan kanker payudara. Bunda dianjurkan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) setiap bulan dan menjalani mammografi sesuai usia dan rekomendasi dokter. Menurut Mayo Clinic, pemeriksaan rutin membantu menemukan kanker tetek pada tahap awal ketika kesempatan pengobatan tetap sangat baik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya