Jakarta -
Praktik menyusui rupanya sudah menjadi bagiankecil krusial dalam pengasuhan anak sejak ribuan tahun lalu. Sebuah riset arkeologi menemukan bahwa penduduk di koloni Yunani antik dapat menyusui anak hingga berumur sekitar 4 tahun.
Bunda, pernah membayangkan sepertiapa para ibu pada ribuan tahun kemudian menyusui dan memberikan makanan kepada anak-anaknya?
Penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Archaeology pada 19 Oktober 2026 ini meneliti pola menyusui dan penyapihan anak di Himera, sebuah koloni Yunani antik yang terletak di Sisilia, Italia.
Hasilnya memberitahu bahwa proses menyusui pada masa itu terjadi cukup lama. Namun, para peneliti juga menemukan ragam dalam praktik pemberian makan anak, termasuk kapan makanan pendamping mulai diberikan dan kapan anak benar-benar selesai menyusu.
Temuan ini memberikan deskripsi tentang sepertiapa bayi dan anak-anak mendapatkan nutrisi pada masa lalu. Menariknya, para peneliti tidak cuma mengandalkan anotasi sejarah, tetapi juga mempelajari sisa-sisa biologis manusia untuk mengestimasi usia penyapihan.
Penelitian ungkap anak Yunani antik disusui hingga usia 4 tahun
Dalam riset tersebut, para ilmuwan menganalisis sisa tulang dari 58 individu anak-anak dan 27 perempuan dewasa yang ditemukan di Himera. Mereka menggunakan analisis isotop stabil karbon dan nitrogen untuk mengestimasi pola makan anak pada masa mula kehidupannya.
Hasil analisis memberitahu bahwa penyapihan umumnya mulai dilakukan ketika bayi berumur sekitar 3–4 bulan. Sementara itu, proses penyapihan secara keseluruhan diperkirakan selesai ketika anak berumur 3,5–4 tahun.
Peneliti mengestimasi usia rata-rata selesai menyusu eksis di bilangan 3,8 tahun. Temuan ini memberikan deskripsi bahwa ASI kemungkinan statis menjadi bagiankecil dari asupan anak hingga usia prasekolah pada penduduk yang diteliti.
Meski demikian, bilangan tersebut tidak berarti bayi cuma mendapatkan ASI selama hampir empat tahun. Penelitian ini membedakan pemberian ASI eksklusif dengan menyusui secara keseluruhan, termasuk ketika anak sudah mulai mengonsumsi makanan lain.
Dengan kata lain, anak-anak kemungkinan telah menerima makanan tambahan sejak usia dini, tetapi statis menyusu selama beberapa tahun berikutnya.
Bagaimana peneliti mengetahui usia penyapihan anak pada era kuno?
Bunda mungkin bertanya-tanya, sepertiapa ilmuwan bisa mengetahui kebiasaan menyusui penduduk yang hidup ribuan tahun lalu?
Jawabannya terletak pada bekas kimia yang tersimpan dalam sisa tulang manusia. Peneliti menganalisis rasio isotop karbon dan nitrogen dalam kolagen tulang untuk mengestimasi fluktuasi pola makan selama masa pertumbuhan.
Ketika bayi menyusu, komposisi isotop nitrogen dalam jaringan tubuhnya dapat berbeda dari orang dewasa karena ASI menempatkan bayi pada tingkat trofik yang lebih tinggi dalam rantai makanan.
Seiring bertambahnya usia dan masuknya makanan pendamping, komposisi isotop tersebut berubah. Perubahan inilah yang digunakan untuk mengestimasi kapan proses penyapihan dimulai dan kapan anak selesai menyusu.
Meski dapat memberikan instruksi penting, metode ini menghasilkan estimasi berdasarkan bukti biologis, bukan anotasi langsung mengenai kebiasaan setiap keluarga.
Kebiasaan menyusui penduduk Yunani antik rupanya beragam
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa praktik menyusui dan penyapihan di Himera tidak sepenuhnya seragam. Meskipun terdapat pola lazim dalam masyarakat, waktu penyapihan dan jenis makanan pendamping yang diberikan kepada anak memberitahu variasi.
Para peneliti menduga keputusan tersebut dapat dipengaruhi oleh beragam keadaan, termasuk kondisi keluarga, aktivitas sehari-hari perempuan, kesehatan ibu dan anak, serta kesiapan makanan.
Temuan ini memperlihatkan bahwa meskipun penduduk memiliki kebiasaan pengasuhan yang berkembang secara turun-temurun, penerapannya statis dapat berbeda dari satu famili ke famili lainnya.
Penelitian ini juga membantu memperluas pemahaman tentang hayat anak-anak pada masa Yunani kuno, yang selama ini tidak selalu gampang diketahui cuma melalui anotasi tertulis maupun barang peninggalan sejarah.
Rekomendasi menyusui pada masa sekarang
Jika dibandingkan dengan temuan tersebut, anjuran menyusui saat ini memiliki panduan yang lebih jelas berdasarkan bukti kesehatan modern.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama hayat bayi. Setelah itu, bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang terlindungi dan bergizi, sambil statis melanjutkan pemberian ASI hingga usia dua tahun maupun lebih.
Artinya, pemberian MPASI bukan berarti Bunda mesti langsung menghentikan menyusui. Keduanya dapat berjalan berbarengan sesuai kebutuhan dan evolusi anak.
Temuan dari Himera juga tidak bisa dijadikan acuan bahwa semua anak perlu disusui hingga usia empat tahun. Penelitian ini menggambarkan praktik pengasuhan pada populasi tertentu di masa lalu, bukan menentukan satu durasi menyusui yang wajib diikuti semua keluarga.
Pada akhirnya, studi ini memberikan deskripsi menarik tentang sepertiapa manusia telah menyusui dan merawat anak sejak ribuan tahun lalu. Praktik menyusui mungkin berbeda dari masa ke masa, tetapi riset semacam ini membantu ilmuwan memahami lebih jauh hubungan antara pola makan, budaya, dan hayat anak pada masa lampau.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)