Studi Temukan Plasenta Ternyata Bersihkan Virus Covid-19 Selama Kehamilan

May 23, 2026 08:30 AM - 1 bulan yang lalu 24340

Hasil studi terbaru menemukan kerja plasenta yang sangat luar biasa pada tubuh mengandung ibu hamil. Tim peneliti menemukan bahwa plasenta membantu membersihkan sisa-sisa paparan virus SARS-CoV-2 alias kita kenal dengan COVID-19, selama kehamilan.

Beberapa tahun lalu, pandemi COVID-19 menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Tak sedikit ibu mengandung yang cemas virus tersebut bakal menetap dalam tubuh dan berakibat pada kesehatan jangka panjang mereka.

Kekhawatiran inilah yang mendorong peneliti dari Yale University membongkar kebenaran mengenai jangkitan COVID-19 pada ibu hamil. Melalui studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open, mereka meneliti secara perincian mengenai keberadaan virus di plasenta ibu hamil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Nah, agar memahaminya lebih lanjut, Bunda bisa menyimak penjelasan komplit tentang penelitian tersebut berikut ini, Bunda.

Penelitian tentang plasenta yang membersihkan virus COVID

Yale University berbareng beberapa ahlinya melakukan penelitian tentang gimana tubuh ibu mengandung merespons jangkitan COVID-19, khususnya melalui plasenta. Temuan ini juga berangkaian dengan kondisi kesehatan jangka panjang ibu usai terpapar COVID-19.

Para intelektual mau mencari tahu lebih dalam gimana ketahanan virus penyebab COVID-19 ini di plasenta ibu hamil. Pasalnya, plasenta sangat rentan lantaran mempunyai reseptor unik berjulukan ACE2 yang menjadi pintu masuk virus SARS-CoV-2 ke dalam sel.

Melansir dari News Yale, para peneliti akhirnya menganalisis sampel plasenta dari sejumlah ibu yang pernah terinfeksi COVID-19. Sampel ini diambil saat persalinan dengan rentang waktu 40 hingga 212 hari setelah ibu dinyatakan sembuh.

Penelitian ini pun mencakup beragam kondisi kehamilan, baik yang berhujung dengan kelahiran sehat maupun yang mengalami komplikasi seperti bayi lahir mati. Kemudian, para peneliti membagi sampel menjadi tiga golongan sebagai berikut:

  • Pertama, ibu yang mengandung sebelum pandemi COVID-19, sehingga kemungkinan besar tidak terpapar virus
  • Kedua, ibu yang terinfeksi COVID-19 sebelum vaksin tersedia, termasuk yang mengalami keguguran akibat infeksi
  • Ketiga, ibu yang pernah terinfeksi dan sudah pulih dari COVID-19.

Setelah dikelompokkan, para peneliti pun memastikan kehadiran virus di plasenta dengan dua metode khusus, ialah menggunakan antibodi untuk mencari jejak virus dalam jaringan plasenta dan melakukan pendekatan genetik untuk mendeteksi keberadaan materi virus.

Hasil penelitian yang membawa berita baik

Setelah beberapa waktu, para peneliti pun menerima hasilnya. Kabarnya cukup baik dan melegakan, Bunda. Dengan menggunakan metode yang sangat sensitif untuk mendeteksi protein dan materi genetik (RNA) virus, mereka tidak menemukan adanya virus SARS-CoV-2 yang memperkuat di dalam plasenta.

Meski begitu, peneliti tetap menemukan adanya perubahan pada beberapa plasenta, seperti perubahan struktur jaringan dan tanda-tanda peradangan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun virusnya sudah hilang, pengaruh dari respons tubuh saat melawan jangkitan ini tetap memperkuat lama, Bunda.

Melalui temuan ini, para mahir menyimpulkan bahwa plasenta mempunyai keahlian untuk membersihkan virus setelah jangkitan terjadi. Artinya, plasenta tidak menjadi tempat virus menetap dalam jangka panjang sehingga minim akibat jangkitan yang berkepanjangan.

Tetap waspada dengan pengaruh COVID-19 yang terjadi saat hamil

Melansir dari News Medical, salah satu peneliti, Harvey Kliman menjelaskan bahwa ibu mengandung tetap perlu menjaga kesehatan dan waspada selama kehamilan. Namun, jika sempat terinfeksi COVID-19, Bunda tidak perlu cemas lantaran virus tersebut tidak menetap lama di plasenta. 

Meski begitu, para peneliti menemukan bahwa akibat dari jangkitan tersebut tidak sepenuhnya hilang. Di beberapa kasus, terdapat kemungkinan plasenta mengalami inflamasi, terlihat dari ditemukannya sejumlah kasus plasentitis akut, Bunda.

Ke depannya, para peneliti tetap bakal terus mengumpulkan dan mempelajari sampel plasenta dari ibu yang terinfeksi COVID-19 saat hamil. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat temuan awal sekaligus menambah pemahaman mengenai pengaruh jangkitan COVID-19.

Demikian penjelasan mengenai temuan tentang plasenta yang rupanya membersihkan virus COVID-19 selama kehamilan. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya