Susunan Acara Maulid Nabi Dari Pembukaan Hingga Penutup

Gramedia Official Blog Aug 21, 2026 02:18 PM 12

susunan kegiatan maulid nabi – Halo, Grameds! Maulid Nabi menjadi salah satu momen yang sering diisi dengan beragam kegiatan keagamaan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw. 

Acara ini biasanya diselenggarakan di masjid, sekolah, pesantren, lingkungan masyarakat, hingga beragam lembaga. Supaya kegiatan melangkah tertib, diperlukan susunan kegiatan yang jelas. 

Lantas, seperti apa susunan kegiatan Maulid Nabi yang bisa digunakan? Yuk, simak contoh lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Acara Maulid Nabi?

Maulid Nabi merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Maulid Nabi biasanya diisi dengan pembacaan selawat, pengajian, pidato keagamaan, dan beragam kegiatan lain yang bermaksud mengingat serta meneladani kehidupan Rasulullah saw.

Bentuk acaranya dapat disesuaikan dengan tempat, jumlah peserta, dan konsep kegiatan yang dibuat oleh panitia.

Tujuan Mengadakan Acara Maulid Nabi

Sebelum menentukan susunan acara, krusial untuk memahami tujuan kegiatan agar rangkaian kegiatan mempunyai arah yang jelas.

  • Mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw. 

Kegiatan menjadi momentum untuk mengingat sejarah kehidupan Rasulullah saw.

  • Meneladani adab Rasulullah saw. 

Peserta diajak menerapkan sifat dan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.

  • Meningkatkan kecintaan kepada Nabi. 

Pembacaan selawat dan kisah Rasul dapat menjadi bagian dari kegiatan.

  • Mempererat silaturahmi. 

Acara dapat menjadi kesempatan untuk berkumpul dan mempererat hubungan antarwarga.

  • Menambah pengetahuan keagamaan. 

Ceramah alias tausiah dapat memberikan wawasan kepada peserta.

Susunan Acara Maulid Nabi

Berikut contoh susunan kegiatan Maulid Nabi yang bisa digunakan untuk kegiatan di lingkungan masyarakat, sekolah, maupun organisasi.

1. Pembukaan

Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa kegiatan alias MC. MC dapat menyampaikan salam, ucapan selamat datang, serta menjelaskan rangkaian kegiatan yang bakal berlangsung.

2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an

Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari alias qariah yang telah ditunjuk.

Ayat yang dibacakan dapat disesuaikan dengan tema kegiatan dan dilanjutkan dengan terjemahannya agar lebih mudah dipahami peserta.

3. Sambutan Panitia

Perwakilan panitia menyampaikan sambutan sebagai corak ucapan terima kasih kepada tamu undangan dan peserta yang telah hadir.

Sambutan juga dapat berisi laporan singkat mengenai tujuan serta penyelenggaraan kegiatan Maulid Nabi.

4. Sambutan Tokoh alias Pimpinan

Jika kegiatan diadakan di sekolah, masjid, organisasi, alias lingkungan masyarakat, sambutan dapat diberikan oleh kepala sekolah, ketua pengurus, ketua panitia, alias tokoh masyarakat.

Bagian ini biasanya berisi pesan singkat sekaligus support terhadap kegiatan yang diselenggarakan.

5. Pembacaan Selawat dan Maulid

Peserta bersama-sama membaca selawat alias teks Maulid Nabi yang dipimpin oleh orang yang telah ditunjuk.

Rangkaian ini menjadi salah satu bagian krusial dalam kegiatan Maulid Nabi lantaran dapat menciptakan suasana yang lebih khidmat.

6. Penyampaian Tausiah

Acara utama dapat dilanjutkan dengan tausiah dari ustaz alias penceramah yang telah diundang.

Materi pidato biasanya berangkaian dengan kehidupan Nabi Muhammad saw., adab Rasulullah, perjuangan dakwah, serta nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

7. Sesi Tanya Jawab

Jika waktu memungkinkan, kegiatan dapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan kepada penceramah mengenai materi yang telah disampaikan.

8. Doa Bersama

Setelah tausiah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan angan berbareng yang dipimpin oleh ustaz alias tokoh agama.

Doa dapat berisi permohonan kebaikan, keberkahan, keselamatan, serta angan agar peserta dapat menerapkan keteladanan Nabi Muhammad saw.

9. Pengumuman alias Pembagian Hadiah

Jika kegiatan Maulid Nabi disertai perlombaan alias kegiatan khusus, pembagian bingkisan dapat dilakukan setelah kegiatan utama.

Bagian ini dapat menjadi corak apresiasi kepada peserta yang telah mengikuti kegiatan.

10. Penutup

Acara diakhiri dengan penutup dari MC. Pembawa kegiatan dapat menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah datang dan berkontribusi dalam kegiatan.

Setelah itu, kegiatan dapat dilanjutkan dengan ramah tamah alias makan berbareng jika memang sudah disiapkan oleh panitia.

Contoh Susunan Acara Maulid Nabi dalam Tabel

No. Susunan Acara Keterangan
1. Pembukaan Dibawakan oleh MC
2. Pembacaan Al-Qur’an Oleh qari alias qariah
3. Sambutan panitia Penyampaian tujuan kegiatan
4. Sambutan ketua alias tokoh Pesan dari pihak yang mewakili
5. Pembacaan selawat Dilakukan bersama-sama
6. Tausiah Disampaikan oleh penceramah
7. Tanya jawab Jika tersedia dalam konsep acara
8. Doa Dipimpin oleh tokoh agama
9. Pembagian hadiah Jika terdapat perlombaan
10. Penutup Disampaikan oleh MC

Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah

Untuk kegiatan di sekolah, susunan kegiatan bisa dibuat lebih sederhana agar sesuai dengan usia peserta dan waktu yang tersedia.

  • Pembukaan. 

MC membuka kegiatan dan menyampaikan salam.

  • Pembacaan Al-Qur’an. 

Siswa yang ditunjuk membacakan ayat suci Al-Qur’an.

  • Sambutan kepala sekolah. 

Kepala sekolah menyampaikan pesan mengenai kegiatan Maulid Nabi.

  • Pembacaan selawat. 

Siswa dan pembimbing membaca shalawat bersama.

  • Ceramah. 

Penceramah menyampaikan materi tentang keteladanan Nabi Muhammad saw.

  • Kegiatan tambahan. 

Acara dapat diisi dengan penampilan islami alias pembagian hadiah.

  • Doa dan penutup. 

Acara ditutup dengan angan dan salam dari MC.

Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid

Kegiatan di masjid biasanya lebih berfokus pada pembacaan selawat, pengajian, dan tausiah.

  • Pembukaan. 

MC membuka kegiatan dan menyampaikan rangkaian kegiatan.

  • Pembacaan ayat suci Al-Qur’an. 

Dilakukan oleh qari yang telah ditentukan.

  • Pembacaan Maulid dan selawat. 

Dipimpin oleh tokoh kepercayaan alias golongan pengajian.

  • Sambutan. 

Disampaikan oleh ketua panitia alias pengurus masjid.

  • Tausiah. 

Ustaz menyampaikan kajian mengenai Nabi Muhammad saw.

  • Doa bersama. 

Dipimpin oleh ustaz alias tokoh agama.

  • Penutup. 

MC mengakhiri rangkaian acara.

Tips Membuat Susunan Acara Maulid Nabi

Agar kegiatan melangkah lancar, susunan kegiatan sebaiknya dibuat dengan mempertimbangkan beberapa hal.

  • Sesuaikan dengan waktu. 

Tentukan lama setiap kegiatan agar kegiatan nggak berjalan terlalu lama.

  • Tentukan petugas sejak awal. 

Pastikan MC, qari, pembaca selawat, penceramah, dan petugas lainnya sudah ditentukan.

  • Sesuaikan dengan peserta. 

Gunakan konsep yang sesuai jika peserta terdiri dari anak-anak, remaja, alias masyarakat umum.

  • Siapkan susunan cadangan. 

Buat pengganti jika terdapat perubahan pada waktu alias pengisi acara.

  • Lakukan koordinasi. 

Panitia perlu berkomunikasi sebelum kegiatan agar setiap bagian dapat melangkah sesuai rencana.

Tema yang Bisa Diangkat dalam Acara Maulid Nabi

Pemilihan tema dapat membantu menentukan arah kegiatan dan materi yang disampaikan selama acara.

  • Meneladani adab Rasulullah. 

Mengajak peserta menerapkan sifat jujur, amanah, dan rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.

  • Menumbuhkan kecintaan kepada Nabi. 

Mengajak peserta mengenal kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad saw.

  • Membangun kepedulian sosial. 

Menghubungkan keteladanan Rasul dengan pentingnya membantu dan menghargai sesama.

  • Membentuk generasi berakhlak. 

Menjadikan nilai-nilai kehidupan Rasul sebagai contoh bagi anak-anak dan generasi muda.

Rundown Waktu Acara Maulid Nabi

Pembagian waktu dapat membantu panitia memastikan setiap kegiatan melangkah sesuai rencana.

Waktu Kegiatan Durasi
19.00–19.10 Pembukaan 10 menit
19.10–19.20 Pembacaan Al-Qur’an 10 menit
19.20–19.35 Sambutan 15 menit
19.35–20.00 Pembacaan selawat 25 menit
20.00–20.45 Tausiah 45 menit
20.45–20.55 Doa 10 menit
20.55–21.00 Penutup 5 menit

Waktu tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi tempat dan konsep kegiatan yang dibuat panitia.

Peran Panitia dalam Acara Maulid Nabi

Setiap panitia mempunyai tugas yang berbeda agar seluruh rangkaian kegiatan dapat melangkah dengan lancar.

  • Ketua panitia. 

Mengkoordinasikan seluruh persiapan dan penyelenggaraan kegiatan.

  • MC. 

Memandu kegiatan dari pembukaan hingga penutup.

  • Seksi acara. 

Mengatur urutan kegiatan dan memastikan setiap pengisi kegiatan siap.

  • Seksi konsumsi. 

Menyiapkan makanan dan minuman untuk tamu serta peserta.

  • Seksi perlengkapan. 

Menyiapkan sound system, tempat duduk, dan kebutuhan teknis lainnya.

  • Seksi dokumentasi. 

Mengabadikan beragam momen selama kegiatan berlangsung.

Ide Kegiatan Tambahan dalam Maulid Nabi

Selain tausiah dan pembacaan selawat, kegiatan dapat dibuat lebih menarik dengan menambahkan kegiatan yang sesuai dengan peserta.

  • Lomba islami. 

Bisa berupa lomba azan, mahfuz surah, alias ceramah.

  • Kuis seputar Nabi. 

Menguji pengetahuan peserta tentang kehidupan Rasulullah saw.

  • Penampilan selawat. 

Diisi oleh golongan anak-anak, remaja, alias komunitas.

  • Santunan. 

Menjadikan kegiatan sebagai kesempatan untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.

  • Bazar makanan. 

Dapat menjadi kegiatan tambahan yang melibatkan masyarakat sekitar.

Persiapan Tempat untuk Acara Maulid Nabi

Tempat yang nyaman dapat membikin peserta lebih mudah mengikuti seluruh rangkaian acara.

  • Atur posisi tempat duduk. 

Susun bangku alias area duduk sesuai jumlah peserta yang diperkirakan hadir.

  • Siapkan area panggung. 

Sediakan tempat untuk MC, penceramah, dan pengisi acara.

  • Periksa sound system. 

Pastikan mikrofon dan pengeras bunyi berfaedah dengan baik.

  • Sediakan tempat unik tamu. 

Pisahkan area tamu undangan jika diperlukan.

  • Jaga kebersihan lokasi. 

Pastikan tempat kegiatan bersih sebelum dan sesudah kegiatan.

Contoh Tema Maulid Nabi untuk Berbagai Acara

Tema dapat disesuaikan dengan karakter peserta dan tujuan kegiatan agar kegiatan terasa lebih relevan.

Jenis Acara Contoh Tema Maulid Nabi
Sekolah 1. Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Membentuk Generasi Berkarakter.

2. Menumbuhkan Generasi Berprestasi dengan Akhlak Rasulullah.

3. Membangun Karakter Siswa melalui Keteladanan Nabi Muhammad saw.

Remaja 1. Menjadi Generasi Muda yang Mengikuti Teladan Rasulullah.

2. Menjadi Remaja Inspiratif dengan Meneladani Akhlak Rasulullah.

3. Menumbuhkan Semangat Remaja melalui Keteladanan Nabi Muhammad saw.

Masyarakat 1. Menumbuhkan Cinta kepada Rasul dan Mempererat Silaturahmi.

2. Meneladani Rasulullah untuk Membangun Masyarakat yang Harmonis.

3. Memperkuat Ukhuwah melalui Peringatan Maulid Nabi.

Masjid 1. Menghidupkan Selawat dan Meneladani Kehidupan Rasulullah.

2. Menumbuhkan Kecintaan kepada Rasulullah melalui Selawat dan Kajian.

3. Menjadikan Masjid sebagai Tempat Meneladani Akhlak Rasulullah.

Anak-anak 1. Mengenal Nabi Muhammad dan Mencontoh Akhlaknya.

2. Belajar Mencintai Rasulullah melalui Kisah dan Teladan.

3. Menjadi Anak Saleh dengan Meneladani Nabi Muhammad saw.

Kesimpulan

Grameds, di atas merupakan susunan kegiatan Maulid Nabi yang dapat dibuat dengan sederhana sesuai kebutuhan kegiatan. 

Umumnya, rangkaian kegiatan terdiri dari pembukaan, pembacaan Al-Qur’an, sambutan, selawat, tausiah, doa, hingga penutup. Hal terpenting adalah memastikan setiap kegiatan mempunyai tujuan yang jelas dan dapat memberikan faedah bagi peserta. 

Rekomendasi Buku Terkait

1. Komik 25 Nabi & Rasul

Komik 25 Nabi & Rasul

Komik ini mengisahkan perjalanan hidup 25 Nabi dan Rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an, mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. Nggak hanya membahas mukjizat, kisah-kisah di dalamnya juga menampilkan keteladanan akhlak, kesabaran, keteguhan, dan perjuangan para nabi dalam menghadapi beragam ujian dari Allah SWT.

Disusun berasas sumber yang sahih, kitab ini datang dalam format komik full color sehingga lebih menarik untuk dibaca, sekaligus dilengkapi silsilah para nabi dan bingkisan angan Nabi dan Rasul dalam Al-Qur’an.

2. Nabi Ulul Azmi: Nabi Nuh AS Tenggelamnya Kaum yang Durhaka Kepada Allah

 Nabi Nuh AS Tenggelamnya Kaum yang Durhaka Kepada Allah

Nabi Nuh AS terus membujuk kaumnya untuk menyembah Allah SWT dan meninggalkan perbuatan yang menyimpang. Namun, dakwahnya justru mendapat penolakan, hinaan, dan ejekan. Meski begitu, Nabi Nuh AS tetap sabar berceramah selama ratusan tahun. Hingga akhirnya, Allah SWT memerintahkannya untuk membikin sebuah perahu besar sebagai persiapan menghadapi banjir luar biasa yang bakal menimpa kaum yang durhaka.

Mengapa Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh AS membikin perahu? Siapa saja yang bakal diselamatkan dari banjir tersebut? Yuk, ikuti kisah perjuangan dan keteguhan Nabi Nuh AS selengkapnya dalam kitab ini.

3. Kisah Menakjubkan Nabi Muhammad

Kisah Menakjubkan Nabi Muhammad

Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah SWT yang menjadi teladan bagi seluruh umat manusia. Kisahnya dimulai sejak masa sebelum kelahirannya, kehidupan di masa jahiliah, masa kanak-kanak dan remaja, hingga turunnya wahyu pertama serta perjuangannya dalam menyebarkan aliran Islam sampai akhir hayat.

Disusun berasas Al-Qur’an dan sabda dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami anak-anak, kitab ini menghadirkan kisah penuh hikmah tentang kesabaran, kasih sayang, keteguhan, dan adab mulia Nabi Muhammad SAW. Dilengkapi ilustrasi menarik, kitab ini cocok menjadi sarana bagi anak, remaja, maupun orang tua untuk mengenal dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW.

4. Nabi Tak Pernah Mengajarkan Malas

Nabi Tak Pernah Mengajarkan Malas

Buku Nabi Tak Pernah Mengajarkan Malas karya Zaka Putra R. dan Husna Widyani berisi catatan-catatan singkat yang membujuk pembaca menjalani hari dengan lebih baik melalui aliran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Setiap tulisan mendorong pembaca untuk lebih bersyukur, memperbaiki diri, meninggalkan kemalasan, serta terus berkembang dan memberikan faedah bagi lingkungan sekitar.

Dengan bahasa yang ringan dan reflektif, kitab ini membujuk pembaca memandang kembali diri sendiri dan meneladani adab Rasulullah SAW agar menjadi muslim yang lebih baik, produktif, dan berprestasi.

5. Kisah Inspiratif Penuh Hikmah Nabi Ulul Azmi

Kisah Inspiratif Penuh Hikmah Nabi Ulul Azmi

Buku ini membujuk pembaca mengenal kisah perjuangan lima Nabi Ulul Azmi, ialah Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW. Mereka merupakan nabi pilihan Allah SWT yang dikenal mempunyai kesabaran, keteguhan, kejujuran, ketabahan, serta semangat pantang menyerah dalam menyampaikan aliran Allah kepada umatnya.

Kisah perjuangan mereka disajikan dengan bahasa yang ringan dan dilengkapi ilustrasi berwarna yang menarik. Di akhir setiap cerita, pembaca juga dapat menemukan kisah mukjizat serta hikmah yang bisa direnungkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selengkapnya