Tak Boleh Sembarangan, Ini Tips Aman Suntik Obat IVF Sendiri di Rumah

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 505x dilihat
Tak Boleh Sembarangan, Ini Tips Aman Suntik Obat IVF Sendiri di Rumah

Bagikan Postingan

Jakarta -

Menjalani program in vitro fertilization (IVF) alias bayi tabung memerlukan kesiapan bentuk maupun mental, termasuk saat Bunda kudu lakukan injeksi sendiri di rumah program IVF. 

Salah satu tahap krusial dalam proses ini adalah pemberian obat kesuburan melalui suntikan subkutan, ialah penyuntikan jaringan lemak tepat di bawah kulit menggunakan jarum yang sangat mini serupa dengan penyuntikan insulin pada penderita diabetes. Simak yuk Bunda tips kondusif lakukan  injeksi sendiri di rumah program IVF berikut.

Memahami protokol stimulasi IVF

Mengutip laman Advancedfertility, dalam siklus IVF, terdapat dua jenis obat suntik yang digunakan secara bersamaan. Salah satu obat berfaedah untuk mencegah sel telur mengalami ovulasi terlalu dini, sedangkan obat lainnya berfaedah untuk merangsang perkembangan beberapa sel telur.


1. Protokol Luteal Lupron

Lupron biasanya mulai diberikan sekitar hari ke-21 siklus menstruasi. Obat ini disuntikkan secara subkutan (biasanya di area paha alias perut) satu kali sehari selama kurun waktu sekitar 21 hari untuk mengontrol hormon tubuh.

2. Hormon Stimulasi Folikel (FSH)

Setelah alias berbarengan dengan penggunaan Lupron, obat follicle-stimulating hormone (FSH) disuntikkan selama sekitar 9 hari. Hormon ini berkedudukan krusial merangsang pematangan beberapa sel telur sekaligus. 

Terdapat beragam jenis obat FSH yang dapat diberikan melalui suntikan subkutan maupun intramuskular. Di Amerika Serikat, beberapa obat tersebut antara lain Follistim, Gonal-F, Menopur, dan Bravelle.

Tips kondusif suntik obat IVF sendiri di rumah

Agar proses penyuntikan melangkah berdikari tanpa rasa cemas, ikuti pedoman teknis injeksi subkutan berikut ini secara runtut:

1. Pilih letak penyuntikan

Tips kondusif lakukan  injeksi sendiri di rumah program IVF pertama pilih area ideal untuk suntikan subkutan meliputi jaringan lemak di perut (area sekitar pusar), paha bagian luar, alias bagian belakang lengan atas.

2. Sterilkan alias bersihkan area kulit

Bersihkan letak penyuntikan dengan kapas alkohol (alcohol swab). Usap dari bagian tengah lampau memutar ke arah luar dengan aktivitas melingkar. Biarkan kulit mengering secara alami untuk mencegah rasa perih saat jarum masuk.

3. Buka jarum dengan hati-hati

Tips kondusif lakukan  injeksi sendiri di rumah program IVF selanjutnya lepaskan penutup jarum secara perlahan agar posisi jarum tidak bergeser alias terlepas dari perangkat suntik.

Pegang perangkat suntik seperti memegang pensil. Cubit sedikit bagian kulit yang telah dibersihkan, lampau posisikan jarum pada perspektif 90 derajat terhadap permukaan kulit. Tancapkan jarum secara sigap dan mantap seperti aktivitas melempar anak panah (dart-like motion).

5. Pemeriksaan darah dan penyuntikan obat

Setelah jarum masuk, tarik pendorong (plunger) sedikit ke belakang. Jika tidak ada darah, tekan pendorong secara perlahan hingga seluruh cairan obat masuk. Jika terlihat ada darah maka cabut jarum sepenuhnya. Ganti jarum dengan yang baru, siapkan letak penyuntikan baru, dan ulangi proses dari awal.

6. Pencabutan jarum dan perawatan pascasuntik

Setelah obat masuk sepenuhnya, lepaskan cubitan kulit dan cabut jarum dengan lembut namun cepat. Jika muncul sedikit tetesan darah, berikan tekanan lembut pada area jejak suntikan menggunakan kapas bersih selama 10–15 detik (hindari menggosok area tersebut).

7. Rotasi letak penyuntikan

Tips kondusif lakukan  injeksi sendiri di rumah program IVF selanjutnya, ganti-ganti titik penyuntikan setiap harinya untuk mencegah iritasi, rasa nyeri berlebih, alias penumpukan jaringan parut pada area kulit tertentu.

8. Buang limbah medis dengan aman

Buang perangkat suntik dan jarum jejak ke dalam wadah unik berdinding keras (seperti toples kaca tebal alias wadah sharps container). Bunda juga dapat mengumpulkan jarum jejak dalam wadah kondusif dan menyerahkannya kembali ke pihak klinik IVF pada akhir siklus pengobatan untuk dimusnahkan sesuai standar medis.

Begitulah tips kondusif lakukan injeksi sendiri di rumah program IVF yang bisa Bunda coba. Semoga informasinya bermanfaat. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads