Jakarta -
Rambut bukan hanya sekadar penampilan, melainkan juga bagian dari identitas diri. Karena itu, kebanyakan wanita menata rambut mereka agar tampak sempurna. Namun ternyata, ada kebiasaan styling yang justru malah merusak rambut lebih cepat.
Bagi banyak perempuan, rambut menjadi langkah untuk berekspresi lantaran setiap orang bebas menata style rambutnya sesuai dengan keinginan, apalagi bisa berubah setiap hari. Hal ini juga disampaikan oleh Brand Representative, Shakina Dharma.
“Setiap orang itu bebas berekspresi dengan rambutnya, Anda bisa menata rambutmu secara berbeda setiap hari,” ungkap Shakina dalam kegiatan Press Conference TRESemmé Silk Press Hotel, Kamis (9/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, di kembali kebebasan berekspresi tersebut, dia mengatakan sering kali muncul dilema yang dialami para perempuan.
Di satu sisi mereka mau menata rambut agar terlihat menarik dan berbeda setiap hari, tetapi di sisi lain muncul kekhawatiran bakal kerusakan rambut akibat proses styling yang dilakukan secara terus-menerus.
“Saat Anda menata rambut setiap hari, Anda pasti mau mengubah style rambutmu, itu juga datang dengan sebuah akibat alias dilema,” ujarnya.
Oleh lantaran itu, krusial untuk memahami bahwa kebiasaan styling yang dilakukan terus-menerus memang mempunyai akibat terhadap kesehatan rambut.
Kebiasaan styling rambut yang sigap bikin rusak
Pada kesempatan itu, Shakina menjelaskan bahwa salah satu kebiasaan styling yang sering bikin rambut sigap rusak adalah penggunaan perangkat heat styling.
“Jadi, saya tuh ngelakuin styling banyak banget, dan saya gonta-ganti style rambut. Kadang, saya lagi ingin keriting, kadang ingin lurus, mainly yang paling ngerusak itu adalah perangkat heat styling,” tutur Shakina.
Ia berbagi pengalaman pribadinya sebagai pemilik rambut keriting yang sering mengganti gaya, dari keriting ke lurus dan sebaliknya. Kebiasaan tersebut membuatnya cukup sering menggunakan perangkat styling, seperti hair dryer dan catokan.
Menurutnya, catokan menjadi penyebab utama kerusakan, terutama lantaran digunakan dengan suhu tinggi hingga di atas 220 derajat.
“Aku selalu pakai catokan dengan heat paling atas, di atas 220. Jadi, lama-lama jika saya rambutnya keriting itu tuh jadi ngerusak,” ungkap Shakina.
Berbeda dengan hair dryer yang tetap bisa digunakan dari jarak tertentu, catokan memberikan panas langsung ke batang rambut sehingga berisiko lebih besar menyebabkan kerusakan jika digunakan secara terus-menerus, Bunda.
Cara mengatasi rambut rusak
Untuk mengurangi akibat kerusakan, Shakina tidak sepenuhnya berakhir menggunakan heat styling. Namun, dia mengubah langkah pemakaiannya agar lebih aman.
“Aku enggak bilang kudu setop pakai catokan, tetapi dipakainya sejenak aja, sehingga kerusakan rambut tuh jadi berkurang,” tuturnya.
Ia juga menyarankan untuk tetap boleh menggunakan catokan. Namun, lama pemakaiannya lebih baik dipersingkat.
Selain itu, menghindari penggunaan dengan suhu terlalu tinggi secara terus-menerus. Lalu, mengimbangi dengan perawatan rambut secara rutin.
Ia pun mengandalkan rangkaian perawatan rambut yang digunakan secara berkala untuk membantu menjaga kesehatan rambut meskipun tetap styling.
Hasil yang dirasakan, rambutnya tetap bisa ditata lurus, tampilan terlihat lebih natural, dan kondisi rambut terasa lebih sehat dan tidak terlalu rusak.
“Hasil akhirnya pun rambutnya tetap lurus natural, dan tetap sehat. Jadi, saya suka banget,” ungkap Shakina.
Nah, itulah kebiasaan styling yang sebaiknya Bunda hindari lantaran bisa merusak rambut lebih sigap hingga langkah mengatasinya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·