Setelah mengalami krisis populasi selama bertahun-tahun, Korea Selatan akhirnya mencatat rekor kenaikan nomor kelahiran yang signifikan belakangan ini. Angka kelahiran Korea Selatan yang naik ini menjadi angin segar bagi pemerintah Negara Ginseng tersebut.
Sepanjang tahun 2015 hingga 2023, diagram nomor kelahiran di Korea Selatan terus membentuk kurva menurun. Kondisi ini semakin diperparah oleh pandemi COVID-19 yang nyaris memengaruhi ekonomi negara dan menyebabkan lonjakan biaya hidup.
Selain tingginya biaya hidup, budaya kerja yang melelahkan, serta norma dan sikap masyarakat terhadap ibu mengandung turut menurunkan motivasi banyak orang di Korea Selatan untuk mempunyai anak. Tekanan-tekanan tersebut sangat memengaruhi kehidupan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, pemerintah Korea Selatan mulai menerapkan beragam program dan benefit untuk meningkatkan nomor kelahiran yang sangat rendah ini. Mulai dari tunjangan orang tua, insentif persalinan, libur orang tua, libur melahirkan, hingga subsidi perumahan.
Angka kelahiran Korea Selatan sukses naik setelah beberapa tahun
Setelah melangkah selama beberapa tahun, hasil dari program dan kebijakan tersebut mulai terlihat di tahun 2024 hingga 2026. Dalam kurun waktu tersebut, nomor kelahiran tercatat mengalami peningkatan sebesar 13,6 persen.
“Saya bisa memandang pemerintah melakukan beragam upaya. Dibandingkan dengan sekitar 10 tahun lalu, suasananya telah berubah dan perusahaan memberikan tunjangan yang wajib diberikan oleh pemberi kerja,” kata seorang ibu mengandung berjulukan Kim, yang dikutip dari obrolannya berbareng CNN.
Menurut Kementrian Data dan Statistik yang dilansir dari Korea Times, pada tahun 2024, peningkatan nomor kelahiran tersebut memperkuat hingga 17 bulan. Sementara pada tahun 2026, tercatat sebanyak 22.898 bayi yang lahir (per bulan Februari).
Kementerian tersebut mengungkap bahwa nomor kelahiran Korea Selatan yang naik ini dipimpin oleh wanita berumur 30-an. Skor kelahiran per 1.000 wanita yang berumur 30-an meningkat sebanyak 9,1 sehingga menjadi 86,1 dan untuk wanita di usia 30 akhir meningkat sebanyak 9,2 menjadi 61,5.
Oleh lantaran itu, rata-rata jumlah anak yang dimiliki wanita Korea Selatan juga mengalami peningkatan. Pada Februari 2026, tercatat kenaikan sebesar 0,1 sehingga angkanya sekarang menjadi 0,93, Bunda.
Kelemahan yang tetap terjadi di atas tren meningkatnya nomor kelahiran Korea Selatan
Terlepas dari kemajuan ini, masalah struktural dan sosial terhadap keputusan mempunyai anak belum sepenuhnya lepas. Sebagian besar orang tua mengaku cemas dan resah mengingat biaya untuk membesarkan anak tidak sedikit, meskipun sudah dibantu oleh pemerintah.
Selain itu, sikap masyarakat yang kurang ramah terhadap anak-anak juga menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Misalnya, ketika bayi menangis di tempat umum, tak sedikit ibu yang mendapatkan tatapan kurang menyenangkan dari orang sekitar.
“Merawat bayi memerlukan banyak usaha, tetapi ketika Anda keluar rumah, semua orang tampak tidak nyaman, dan Anda kudu selalu memperhatikan orang lain dan mengurangi kegiatan lantaran bayi,” kata seorang ibu mengandung sekaligus working mom berjulukan Yun kepada CNN.
Oleh karenanya, nomor kelahiran Korea Selatan yang naik belum cukup untuk dibanggakan, andaikan hanya memperkuat dalam beberapa waktu saja. Menjaga agar peningkatannya konsisten, perlu diiringi dengan pemahaman tentang penyebab penurunan yang terjadi sejak awal.
Demikian info mengenai nomor kelahiran Korea Selatan yang naik di tahun 2026. Semoga berfaedah dan menambah wawasan, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·