Viral Bunda Hamil Kembar Empat Yang Langka, Ada Kembar Identik Dan Non-identik

Jun 04, 2026 09:00 PM - 3 jam yang lalu 122

Jakarta -

Menjalani kehamilan kembar tidak mudah bagi seorang perempuan. Apalagi jika Bunda mesti mengandung empat bayi kembar alias quadruplet di waktu bersamaan.

Hal itulah yang dialami seorang Bunda dari Sioux City, Iowa, Amerika Serikat. Perempuan berjulukan Marae ini mengetahui kehamilan kembar empat saat menjalani kehamilan keduanya.

Melalui unggahan di TikTok, Marae mendokumentasikan perjalanan kehamilan kembar empatnya ini ke publik. Dilansir laman KTIV, kehamilan yang dijalani oleh Marae ini rupanya masuk ke dalam kategori kehamilan langka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Saya pergi ke master kandungan dan segera mengetahui bahwa saya tidak mengandung satu bayi, tidak mengandung dua bayi, apalagi tidak tiga. Saya mengandung empat bayi. Kalian lihat di sana," katanya di TikTok sembari mengunggah foto hasil USG ke publik.

Marae sebenarnya berencana untuk mempunyai dua anak. Namun, hasil pemeriksaan USG memek rutin mengungkapkan adanya beberapa plasenta di rahimnya.

"Ternyata ketika mereka mulai bergerak, ada tiga kantung yang berbeda dan kemudian master memandang tiga bayi yang berbeda muncul. Kemudian setelah memeriksa semuanya, rupanya ada dua bayi dalam satu kantung," ungkap Marae.

Kehamilan kembar Marae termasuk langka lantaran dia mengandung dua bayi kembar identik, dan dua bayi kembar non-identik. Marae terkejut dengan temuan hasil pemeriksaan ini, Bunda.

Dokter yang menangani Marae mengatakan bahwa dia dan tim medis belum pernah memandang kehamilan kembar empat yang langka ini selama beberapa dekade. Terutama, lantaran Marae mendapat kehamilannya secara alami alias tanpa teknologi reproduksi berbantuan.

"Spontan. Semuanya terjadi secara alami. Itulah yang membikin kami sedikit lebih kaget, ialah realita bahwa kami tidak menggunakan obat-obatan, mencoba bayi tabung, alias perihal semacam itu agar berhasil. Itu betul-betul terjadi secara acak. Sangat acak," ujar Marae.

Tantangan mengandung kembar empat

Mengandung bayi kembar empat berfaedah menjalani kehamilan berisiko lebih tinggi. Marae sempat didiagnosis didiagnosis menderita twin-to-twin transfusion syndrome dengan bayi kembar yang berbagi plasenta.

Bayi A menerima 50 persen pasokan darah penuh, tetapi Bayi B hanya mendapatkan 25 persen. Prosedur untuk memisahkan bayi kembar ke plasenta masing-masing disarankan agar Bayi B mendapatkan lebih banyak darah.

"Ada beberapa keputusan susah yang mungkin kudu diambil jika kita tidak bisa memulai prosedur itu. Tapi itu selalu menjadi prioritas kedua untuk saat ini. Semuanya terlihat baik-baik saja. Detak jantung bayi dan kondisi jantungnya saja terlihat luar biasa. Mereka tumbuh dengan baik. Hanya saja, bayi A dan B B sedikit lebih mini daripada C dan D lantaran keadaan yang sedang terjadi," kata Marae.

Kehamilan satu janin saat hamil

Pada saat pengungkapan jenis kelamin, kondisi bayi B membaik. Prosedur pemisahan plasenta ditunda lantaran komplikasi tambahan yang dapat ditimbulkannya pada kehamilan Marae.

Namun, pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu, Marae kudu kehilangan bayi B. Setelah itu, Marae mesti menjalani pemeriksaan mingguan untuk mempertahankan ketiga janin lainnya.

"Berat badannya (bayi B) sekitar 368 gram saat meninggal. Ia hanya terpaut 85 gram dari bayi-bayi lainnya. Ia jelas berupaya untuk mencapai berat badan yang sama dengan mereka semua. Tapi, sesuatu terjadi. Kami tidak tahu pasti apa yang terjadi. Jadi, itulah bagian yang menyedihkan. Ketidakpastian ini," kata Marae.

Pada tanggal 12 Mei 2026, Marae menjalani operasi caesar untuk melahirkan bayi kembar tiga yang berjenis kelamin perempuan. Ketiganya diberi nama Renlyn, Hartley, dan Whitley.

Demikian kisah Bunda yang menjalani kehamilan kembar empat langka.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya