Viral Sayur Berformalin, Pakar Jelaskan Cara Mendeteksinya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 2 menit 65x dilihat
Viral Sayur Berformalin, Pakar Jelaskan Cara Mendeteksinya

Beberapa waktu yang lampau kasus sayur berformalin sempat viral di China. Kejadian ini bermulai ketika seorang blogger merilis rekaman yang diambil di letak pembelian kubis di Kangbao, China. Ia menyatakan bahwa para pekerja melapisi sayuran tersebut dengan larutan formaldehida alias formalin agar tetap segar.

Kasus tersebut telah diselidiki oleh pemerintah setempat. Karena, kasus sayur berformalin ini juga dilaporkan ada di beberapa daerah China. Bahkan, pasar grosir pertanian terbesar di Beijing, Xinfadi, turut melakukan penyelidikan terhadap seluruh rantai pasokan produknya.

Dilansir dari laman The Herald Business, ada tiga tersangka yang telah ditangkap lantaran kasus kubis berformalin. Sebelumnya para penyelidik sudah melacak pengedaran kubis yang terkontaminasi ke provinsi Jiangsu dan Anhui. Tes sampel yang dilakukan oleh pemerintah daerah di beragam pasar.


Meskipun rumor sayur berformalin bukanlah perkara yang baru, namun ini kerapkali memicu kekhawatiran publik. Pasalnya, sayur berformalin berisiko jelek bagi kesehatan. 

The International Agency for Research on Cancer, sebuah organisasi di bawah naungan WHO, mengklasifikasikan formaldehida sebagai karsinogen Kelompok 1. Ini artinya unsur kimia tersebut dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Agar terhindar dari paparan sayur berformalin, Dr. Yen Tsung-hai, kepala pusat toksikologi klinis Rumah Sakit Chang Gung Memorial di Taiwan, memberi beberapa langkah mendeteksi sayur berformalin.

Dikutip dari laman VNExpress International, Dr. Yen menyampaikan bahwa saat membeli sayur, sebaiknya terlebih dulu mencium aroma sayur tersebut. Umumnya sayur segar mempunyai aroma unik yang alami. Sebaliknya, sayuran dengan aroma yang terlalu menyengat patut dicurigai.

Kemudian, krusial untuk memandang permukaan sayur. Hal yang normal andaikan permukaan sayuran sedikit menguning alias oksidasi. Namun, andaikan sayuran terlihat sangat putih, apalagi tampak sempurna di luar namun lembek di dalamnya, ini sebaiknya dihindari.

Sebelumnya dimasak, sayuran kudu dicuci bersih dengan air mengalir. Sela-sela sayuran dan daun juga tidak boleh terlewat dibersihkan. Hal ini untuk membersihkan kotoran yang menempel di permukaan.

Dr. Yen juga menyarankan untuk merendam sayuran selama 40 menit sebelum dimasak, serta membuang air rendamannya. Karena, banyak pengawet yang dapat larut dalam air.

Saat memasak, sebaiknya panci dibiarkan tidak tertutup. Ini dapat membikin beberapa unsur mudah menguap. Dr. Yen juga berpesan bagi konsumen yang cemas tentang residu kimia, sebaiknya menghindari meminum kaldu dari masakannya.

Itulah beberapa langkah mendeteksi sayur berformalin menurut pakar. Aksi ini dapat membantu mengurangi paparan formalin pada sayuran yang dikonsumsi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak

Bagikan Postingan