Penyakit pada sistem urinaria (ginjal dan saluran kemih) masih kurang mendapat perhatian luas di masyarakat. Di Indonesia tercatat 1,5 juta kasus batu di saluran kemih, sementara angka kejadian secara global berkisar 5-10%. Di klinik urologi, batu ginjal dan batu saluran kemih menjadi salah satu masalah yang paling sering ditangani.
Faktor gaya hidup seperti kurang aktivitas fisik, pola makan yang tidak seimbang, obesitas, serta kondisi geografis yang membuat banyak orang kurang minum, berkontribusi pada meningkatnya insiden batu ginjal.
Perihal ini disampaikan oleh dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dalam peluncuran Urology & Nephrology Clinic pada 29 Juli 2026.
Bagaimana upaya edukasi untuk mencegah memburuknya penyakit ginjal dan saluran kemih, serta apa saja kemajuan teknologi medis di bidang ini?
Tiga Penyakit Teratas di Saluran Kemih dan Ginjal (termasuk batu ginjal)
Menurut dr. Margareth, ada tiga kondisi yang paling sering ditemui di klinik urologi, yaitu:
1. Batu saluran kemih
Seperti disebut sebelumnya, terdapat 1,5 juta orang di Indonesia yang mengalami batu di saluran kemih (termasuk ginjal). Kasus lebih banyak pada laki-laki dibanding perempuan, dengan rentang usia terbanyak 55-64 tahun.
Gejala khas meliputi nyeri pinggang, nyeri saat berkemih, serta kadang muncul darah dalam urin.
2. Pembesaran prostat
Penyakit yang hanya terjadi pada laki-laki ini meningkat seiring bertambahnya usia. Pembesaran prostat dapat menghambat aliran urin sehingga penderita merasakan sensasi tidak tuntas setelah buang air kecil.
3. Gagal ginjal
Gagal ginjal menjadi beban kesehatan besar di Indonesia. Menurut dr. Margareth, penyebabnya beragam, namun yang paling sering adalah hipertensi dan glukosuria yang tidak terkontrol. Sebanyak 1,8% penderita kandas ginjal berrada di Banten.
“Oleh lantaran itu, kita perlu meningkatkan awarness mengenai kesehatan ginjal dan saluran kemih. Bethsaida Hospital menyadari meningkatnya kasus juga memerlukan akomodasi perawatan yang baik. Di Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong, mempunyai tim komplit lintas ahli sehingga bisa melakukan tatalaksana secara komprehensif, dilengkapi teknologi terbaru, sehingga outcome pasieb lebih baik,” ujar dr. Margareth.
Teknologi Terkini untuk Penyakit Ginjal, Prostat dan Batu Saluran Kemih
Lonjakan kasus batu saluran kemih, gangguan prostat, dan penyakit ginjal menuntut layanan kesehatan yang mampu memberikan penanganan menyeluruh—mulai deteksi awal hingga terapi lanjutan dan tindak lanjut.
Untuk batu saluran kemih, Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan pilihan tindakan sesuai indikasi, antara lain Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), Ureteroscopy (URS), Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), Mini Percutaneous Nephrolithotomy (Mini PCNL), hingga pemasangan Double J (DJ) Stent.
Penanganan gangguan prostat meliputi terapi medis, biopsi prostat, Transurethral Resection of the Prostate (TURP), hingga Holmium Laser Enucleation of the Prostate (HoLEP).
Salah satu teknologi unggulan yang dihadirkan adalah Cyber Ho dengan Magneto Technology, sistem laser Holmium generasi terbaru yang mendukung penanganan batu saluran kemih maupun pembesaran prostat.
Pada kasus batu saluran kemih, teknologi ini memungkinkan proses fragmentasi maupun dusting sehingga batu dapat dipecah menjadi partikel yang lebih halus dengan kontrol presisi.
Pada pembesaran prostat, teknologi ini mendukung prosedur HoLEP lewat pendekatan minimal invasif yang bertujuan mengurangi perdarahan, mempercepat pemulihan, dan meningkatkan kenyamanan pasien.
"Setiap pasien mempunyai kondisi yang berbeda, sehingga pemilihan terapi tidak dapat disamaratakan. Kami mempertimbangkan ukuran dan letak batu, kondisi anatomi saluran kemih, tingkat sumbatan, hingga kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh sebelum menentukan tindakan yang paling tepat,” jelas ," jelas dr. Donny Eka Putra, Sp.U., Subsp.TRK(K), Dokter Konsultan Urologi Subspesialis Trauma & Rekonstruksi Saluran Kemih Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Teknologi Laser Magneto, misalnya, memiliki presisi tinggi sehingga memungkinkan tindakan rekonstruksi saluran kemih yang lebih kompleks—mulai perbaikan penyempitan, cedera, hingga kelainan struktur saluran kemih—dalam satu rangkaian perawatan.
"Kami percaya bahwa pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh keahlian menghadirkan pelayanan yang terintegrasi, berpusat pada pasien, dan didukung kerjasama multidisiplin. Melalui Urology & Nephrology Clinic, kami menghadirkan satu ekosistem pelayanan yang memungkinkan pasien memperoleh pemeriksaan, diagnosis, tindakan, perawatan, hingga tindak lanjut secara berkesinambungan dalam satu tempat. Harapannya, setiap pasien dapat menjalani proses pengobatan dengan lebih nyaman, efektif, serta memperoleh hasil klinis yang optimal melalui pelayanan yang berbobot dan berorientasi pada keselamatan pasien," tutup dr. Margareth.
Cegah dengan Perubahan Gaya Hidup
Upaya pencegahan merupakan langkah utama. dr. Donny menjelaskan bahwa banyak masyarakat kurang minum sehingga mengalami dehidrasi. "Dehidrasi bakal menyebabkan urine menjadi lebih pekat, sehingga mineral dari makanan seperti kalsium dan masam urat mudah mengkristal, dan menjadi batu di saluran kemih.
Pemeriksaan kesehatan saluran kemih dan ginjal sebaiknya dimulai sejak dewasa muda, sekitar usia 25-35 tahun. Menurut dr. Donny, pemeriksaan urin sederhana sudah informatif, meski pemeriksaan tambahan seperti USG dapat memberikan gambaran yang lebih rinci.
Iwan A. Setiawan, Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, menambahkan bahwa skrining bisa dilakukan di Urology & Nephrology Clinic. "Karena tujuan kami adalah memberikan akses yang lebih mudah terhadap penanganan gangguan saluran kemih, prostat, dan ginjal secara terintegrasi dalam satu layanan, mulai dari skrining, diagnosis, tindakan, hingga rehabilitasi," ujarnya.