Memasuki usia sekitar dua tahun, banyak orang tua mulai mempertimbangkan memulai toilet training agar anak lebih mandiri dan bisa berhenti memakai popok. Proses ini melatih anak mengenali sinyal tubuh untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB), lalu menggunakan toilet pada waktu yang tepat.
Toilet training seringkali berjalan lebih lancar di siang hari, namun pada malam hari anak masih mungkin ngompol. Hal ini normal karena kontrol kandung kemih saat tidur berkembang lebih lambat dibandingkan saat terjaga.
Kesabaran orang tua penting selama proses ini. Sebelum mulai, perhatikan tanda-tanda yang menunjukkan anak siap menjalani toilet training agar pendekatan yang dipilih lebih berhasil dan tidak membuat anak frustrasi.
Tanda anak siap menjalani toilet training
Memulai toilet training terlalu dini sering berujung pada kegagalan atau stres. Menurut IDAI, perhatikan tanda kesiapan berikut sebelum mengajak anak lepas popok.
Usia
Banyak anak mulai menunjukkan kesiapan antara 18–36 bulan. Pada rentang usia ini mereka biasanya mulai dapat mengenali kebutuhan ke toilet dan mengikuti instruksi sederhana.
Ketertarikan
Anak yang siap umumnya menunjukkan minat, misalnya mengamati orang dewasa atau saudara saat menggunakan toilet dan menanyakan apa yang mereka lakukan.
Toilet training/ Foto: Getty Images/choi dongsu
Popok kering lebih lama
Jika popok anak tetap kering untuk jangka waktu lebih lama, ini menandakan kemampuan menahan urine yang mulai berkembang, sehingga menjadi indikator kesiapan toilet training.
Tidak nyaman mengenakan popok
Anak yang siap sering merasa tidak nyaman saat memakai popok dan bisa menolak dipakaikan popok atau melepasnya sendiri saat basah.
Kesadaran
Mereka juga mulai memberi isyarat atau memberitahu orang dewasa bila ingin BAB atau BAK, baik secara verbal maupun lewat gerakan.
Cara melatih anak melakukan toilet training
Berikut langkah-langkah praktis untuk membiasakan anak menggunakan toilet pada siang hari sebagai dasar menuju keberhasilan malam hari:
- Mulai hentikan penggunaan popok di siang hari dan ganti dengan celana dalam agar anak merasakan perbedaan. Secara bertahap kurangi penggunaan popok malam.
- Beri pilihan pakaian yang mudah dipakai, misalnya celana dengan karet pinggang, sehingga anak bisa melepas dan mengenakannya sendiri tanpa bantuan orang tua.
- Ingatkan anak secara berkala, tanyakan apakah mereka perlu ke toilet sehingga kebiasaan buang air teratur terbentuk.
- Jangan memaksa anak duduk di toilet terlalu lama jika tidak ingin; pengalaman dipaksa bisa membuat anak merasa tertekan dan menolak latihan.
- Berikan pujian untuk setiap usaha dan kemajuan, termasuk usaha menahan atau melaporkan keinginan buang air, agar motivasi anak meningkat.
Cara memulai toilet training di malam hari
Setelah anak relatif konsisten di siang hari, beberapa langkah berikut membantu mengurangi ngompol di malam hari:
- Atur pemberian minum dan makanan berkuah agar tidak diberikan dekat jam tidur; usahakan jeda setidaknya satu jam sebelum tidur.
- Biasakan rutinitas ke toilet sebelum tidur, misalnya ajak anak ke toilet sekitar 30 menit sebelum waktu tidur untuk mengosongkan kandung kemih.
- Untuk masa adaptasi, cobalah beri kesempatan tanpa popok saat menjelang tidur jika anak merasa nyaman, namun tetap siapkan cadangan jika terjadi kebocoran.
- Siapkan suasana malam yang menenangkan—misalnya membaca buku dengan lampu temaram—agar anak tidur lebih nyenyak dan terjaga lebih mudah saat butuh ke toilet.
- Jika anak terbangun di malam hari, temani mereka ke toilet. Lampu malam yang redup dapat membantu agar mereka tidak takut saat berdiri di malam hari.
Hal yang kudu dihindari orang tua saat anak toilet training
Agar proses belajar berjalan positif, hindari perilaku berikut:
- Jangan mengkritik, mempermalukan, atau meremehkan anak karena masih ngompol—kontrol kandung kemih saat malam adalah bagian dari perkembangan yang butuh waktu.
- Jangan menghukum atau menyuruh anak melakukan tugas yang membuatnya merasa bersalah, misalnya memaksa mencuci seprai; pendekatan suportif lebih efektif.
- Jangan membuat anak kekurangan cairan; pastikan kebutuhan minumnya terpenuhi di siang hari sehingga mereka tidak kehausan sekaligus membantu pola buang air yang baik.
MamyPoko Junior Night Pants, mendampingi Si Kecil melewati proses toilet training di malam hari
Saat belajar toilet training, malam hari tidak selalu mulus dan anak terkadang masih ngompol. Selain melatih kemandirian, penggunaan popok malam yang nyaman dapat menjaga kualitas tidur dan kebersihan saat proses berlangsung.
Pada usia dua tahun ke atas, penting memilih popok malam yang sesuai ukuran dan nyaman agar anak tidur nyenyak. Popok yang pas membantu mencegah kebocoran dan menjaga permukaan tetap kering, sehingga kulit tetap terlindungi.
MamyPoko Junior Night Pants hadir sebagai salah satu opsi popok malam sekali pakai yang lembut di kulit. Tersedia ukuran XXL untuk berat 15-25 kg dan XXXL untuk berat 18-35 kg.
Popok ini dirancang menyerupai celana dalam sehingga mudah dipakai sendiri oleh anak yang sedang belajar mandiri. Dilengkapi teknologi X-Tra Serap yang diklaim dapat menyerap hingga 16 jam, membantu menjaga permukaan tetap kering sepanjang malam.
Desain bertema malam dan variasi gambar untuk anak laki-laki maupun perempuan juga dibuat menarik agar anak lebih semangat memakainya.
Keberhasilan toilet training dinilai dari kenyamanan dan kepercayaan diri anak, bukan seberapa cepat lepas popok. Dengan pendampingan orang tua dan dukungan popok malam yang tepat seperti MamyPoko Junior Night Pants, anak dapat terus belajar menggunakan toilet sambil tetap tidur nyenyak.