Weekend Tanggal Tua? 10 Aktivitas Seru Bareng Anak yang Bisa Dilakukan Tanpa Keluar Banyak Uang

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 9 menit 512x dilihat
Weekend Tanggal Tua? 10 Aktivitas Seru Bareng Anak yang Bisa Dilakukan Tanpa Keluar Banyak Uang

Bagikan Postingan

Weekend tanggal tua bukan berarti mesti mager! Coba 10 aktivitas seru bareng anak yang murah, kreatif, dan bisa dilakukan di rumah maupun luar rumah.

Weekend sudah di depan mata, tapi isi dompet mulai mengingatkan bahwa tanggal gajian statis beberapa hari lagi. Mau ajak anak jalan-jalan ke mal, makan di restoran, maupun beli mainan baru pun rasanya mesti pikir-pikir dulu.

Eits, weekend tanggal tua bukan berarti Mommies dan anak mesti bosan di rumah. Banyak aktivitas seru bareng anak yang sebenarnya nggak membutuhkan banyak uang, terlebihlagi bisa dilakukan dengan barang-barang yang sudah ada di rumah.

UNICEF Indonesia memberitahu bahwa aktivitas bermain berbareng anak juga bisa memanfaatkan benda-benda sederhana di sekitar rumah. Dalam aktivitas untuk orang tua di Kupang, misalnya, kardus bekas, wadah telur, dan stik es krim digunakan sebagai media permainan sekaligus belajar.

Jadi, sebelum membuka aplikasi e-commerce dan memasukkan mainan baru ke keranjang, coba lihat dahulu apa saja yang tersedia di rumah. Siapa tahu, weekend kali ini justru menghasilkan cerita yang akan diingat anak lebih lama.

BACA JUGA: 50 Aktivitas Anak saat Libur Sekolah di Rumah yang Seru dan Anti Bosan

Di Rumah: Nggak Keluar Uang, Tetap Seru

Foto: Magnific

1. Bikin obstacle course di ruang tamu

Nggak perlu punya halaman luas untuk bikin ajang permainan sendiri. Mommies bisa menggunakan bantal sofa, kursi, selimut, kardus, maupun selotip kertas untuk membikin jalur yang mesti dilewati anak.

Misalnya, anak mesti melompat dari satu bantal ke bantal lain, merangkak di bawah kursi, berjalan mengikuti garis di lantai, kemudian memasukkan bola ke keranjang cucian. Mommies juga wajib ikut, ya! Biar bukan cuma anak yang olahraga, tapi Mama juga sekalian dapat pemberian keringat.

Aktivitas jasmani seperti berjalan, berlari, dan bermain aktif juga termasuk bentuk aktivitas jasmani yang berguna bagi anak. WHO mencatat bahwa aktivitas jasmani pada anak dan remaja berhubungan dengan evolusi kognitif dan motorik, integrasi sosial, serta kesejahteraan secara umum.

Tetap pastikan area bermain aman, tidak ada barang tajam maupun permukaan licin, dan sesuaikan tantangan dengan usia serta kapasitas anak.

2. Camping di ruang keluarga

Kalau belum memungkinkan camping sungguhan, kenapa nggak bikin varian rumahan? Gelar kasur maupun selimut di ruang keluarga, susun bantal menjadi “tenda”, kemudian matikan lampu dan gunakan lampu tidur maupun senter.

Setelah itu, isi malam dengan cerita, tebak-tebakan, membaca buku, maupun sekadar ngobrol. Nggak perlu dekorasi Pinterest-level juga. Justru tenda dari selimut yang agak miring dan bantal acak-acakan bisa terasa seperti petualangan kecil buat anak.

Kalau mau lebih seru, bikin ketentuan bahwa malam itu semua personel famili tidur di “tenda” tersebut. Mau sampai akhirnya ada yang pindah ke bilik karena pegal? Itu urusan nanti.

3. Movie night dengan camilan dari stok rumah

Pilih satu sinema famili yang sudah tersedia di jasa streaming maupun koleksi rumah, kemudian buat kondisi seperti bioskop. Tiketnya bisa berupa kertas buatan anak, ruang famili jadi studio, dan semua orang wajib membawa “bekal bioskop” masing-masing.

Untuk camilan, nggak perlu pesan snack box. Cek saja isi dapur: popcorn, roti panggang, pisang, kentang, biskuit, maupun buah yang tersedia bisa diolah menjadi camilan sederhana.

Biar lebih seru, biarkan anak memilih sinema dan Mommies menentukan “aturan bioskop”, misalnya semua orang meninggalkan HP selama sinema berlangsung.

Keluar Rumah Gratis: Biar Anak Nggak Bosan di Rumah Terus

4. Main ke taman kota, playground publik, maupun car free day

Kalau anak sudah mulai bosan melihat empat perspektif rumah, waktunya pindah arena. Cari taman kota, ruang terbuka hijau, maupun playground publik yang tidak memungut tiket masuk di sekitar rumah.

Ruang hijau juga bisa menjadi tempat anak bergerak, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan. WHO mengatakan ruang hijau seperti taman dan playground dapat mendukung aktivitas fisik, hubungan sosial, relaksasi, serta kesehatan jasmani dan mental.

Kalau di kota Mommies ada car free day, ini juga bisa menjadi pilihan weekend tanggal tua. Di Jakarta, misalnya, area Sudirman-Thamrin menjadi salah satu letak CFD yang digunakan penduduk untuk berjalan kaki, bersepeda, berolahraga, dan berkumpul berbareng famili maupun komunitas. Mulai 7 Juni 2026, CFD di area tersebut terjadi pukul 05.30–10.00 WIB.

Mommies bisa membikin misi kecil agar jalan-jalan terasa seperti permainan: siapa yang pertama menemukan orang memakai topi merah, sesuatu berwarna kuning, maupun tiga jenis pohon berbeda?

Kalau membawa anak ke ruang terbuka, statis cek kondisi cuaca, bawa air minum, gunakan perlindungan dari matahari, dan pilih area yang terlindungi untuk anak bergerak.

BACA JUGA: Tanggal Tua tapi Long Weekend? 10 Ide Kegiatan Keluarga Hemat yang Tetap Seru

Kreatif: Saat Barang Bekas Disulap Jadi Mainan

5. DIY dari kardus maupun barang bekas

Kardus sisa berbelanja jangan buru-buru dibuang. Dengan sedikit kreativitas, kardus bisa berubah menjadi rumah boneka, tempat parkir mobil, kapal, robot, toko-tokoan, sampai rumah-rumahan.

Nggak mesti bagus. Malah semakin “nggak jelas” bentuknya, semakin terasa seperti hasil karya anak sendiri. Mommies bisa memberikan beberapa bahan seperti kardus, kertas, spidol, lem, maupun selotip, kemudian biarkan anak menentukan mau membikin apa.

Aktivitas seperti ini juga sejalan dengan pendekatan learning through play yang dikenalkan UNICEF Indonesia. Dalam salah satu aktivitas untuk orang tua, kardus sisa digunakan untuk membikin teka-teki geometri, sementara wadah telur dan stik es krim daur ulang dipakai sebagai media belajar warna.

6. Bikin lomba gambar keluarga

Ambil beberapa lembar kertas dan alat gambar yang ada di rumah. Setelah itu, tentukan tema, misalnya “keluarga kita jika jadi superhero”, “rumah impian”, maupun “Mama dan Papa waktu kecil”.

Biar nggak berubah jadi perlombaan serius, bikin kategori yang kocak: gambar paling absurd, paling banyak warna, paling bikin Mama ketawa, maupun “karya yang paling nggak bisa dijelaskan tapi statis mesti dihargai.”

Mommies juga bisa ikut menggambar. Aktivitas bermain yang melibatkan orang tua dan anak bisa menjadi kesempatan untuk berhubungan sekaligus belajar bersama, yang memang menjadi bagiankecil dari pendekatan learning through play UNICEF.

Parent-Child Activity: Masak Bareng dari Bahan yang Ada

Foto: Magnific

7. Bikin camilan sederhana berbareng anak

Ini saatnya membuka kulkas dan pantry, kemudian membikin tantangan: “Kita bisa bikin apa dari bahan yang ada?”

Nggak mesti membikin resep rumit. Roti bisa dibuat menjadi roti panggang dengan topping sederhana, pisang bisa diberi cokelat maupun selai yang tersedia, maupun buah-buahan bisa dipotong dan disusun menjadi fruit platter.

Anak bisa dilibatkan sesuai usianya, misalnya mencuci buah, mengaduk adonan, menata topping, maupun menghias makanan. Setelah itu, akibatnya bisa langsung disantap berbareng sebagai bagiankecil dari aktivitas keluarga.

Sebuah systematic umbrella review yang terbit di Nutrients pada 2023 merangkum 41 review mengenai family mealtimes. Peneliti menemukan bahwa kekerapan makan berbareng yang lebih tinggi berhubungan dengan sejumlah hasil yang lebih baik pada pola makan, bermutu badan, perilaku berisiko, kesejahteraan, dan capaian akademik anak maupun remaja. Namun, hasil riset tentang intervensi untuk menaikkan kekerapan makan berbareng statis beragam.

Jadi, nggak masalah jika hasil masakannya bentuknya agak ajaib. Yang penting, proses bikin dan makannya dilakukan bareng-bareng.

Edukasi: Belajar Tanpa Terasa Seperti Belajar

8. Bikin scavenger hunt dan nature walk

Untuk scavenger hunt, Mommies bisa membikin daftar barang yang mesti ditemukan anak. Misalnya sesuatu yang berwarna hijau, barang berbentuk lingkaran, barang yang terasa kasar, maupun tiga barang yang diawali abjad tertentu.

Permainannya bisa dilakukan di rumah, taman, maupun saat jalan-jalan. Kalau dilakukan di luar, tantangannya sekaligus menjadi kesempatan anak mengamati lingkungan sekitar.

Kalau mau dibuat lebih seru, ubah nature walk menjadi misi mencari “harta karun”. Ajak anak mencari lima jenis daun, mendengarkan bunyi burung, menemukan bunga dengan warna berbeda, maupun memperhatikan bentuk awan.

Menghabiskan waktu di ruang hijau juga bisa menjadi kesempatan untuk berbuat aktivitas fisik, bersosialisasi, dan relaksasi. WHO mencatat bahwa paparan terhadap lingkungan alami berhubungan dengan sejumlah khasiat bagi kesehatan dan kesejahteraan, termasuk kondisi hati dan fungsi kognitif.

9. Coba percobaan sains sederhana

Kalau Mommies mau aktivitas yang sedikit lebih “wah”, coba percobaan sains menggunakan bahan yang memang sudah tersedia di rumah. Salah satunya percobaan lada dan sabun yang bisa dilakukan menggunakan air, lada bubuk, dan sedikit sabun cuci tangan.

Caranya sederhana: isi wadah dengan air, taburkan lada di permukaannya, kemudian sentuhkan ujung jari yang sudah diberi sedikit sabun ke permukaan air. Lihat sepertiapa lada bergeser menjauh dari titik tersebut.

Setelah itu, jangan langsung kasih jawabannya. Ajak anak menebak dulu, “Menurut kamu, kenapa ladanya lari?” Baru kemudian Mommies bisa menerangkan secara sederhana bahwa sabun mengubah tegangan permukaan air sehingga terjadi pergerakan pada permukaan air.

Pastikan percobaan dilakukan dengan pengawasan orang dewasa dan menggunakan bahan yang terlindungi untuk usia anak.

BACA JUGA: 30 Aktivitas Ayah dan Anak yang Bikin Bonding Makin Kuat dan Kompak

Family Bonding: Aktivitas yang Bikin Semua Ikut Main

10. Main board game, cerita masa kecil, maupun bikin family challenge

Kalau punya board game di rumah, keluarkan lagi. Kalau nggak punya, bikin permainan sendiri menggunakan kertas dan benda-benda kecil yang ada di rumah.

Misalnya, buat papan permainan sederhana dengan beberapa tantangan: nyanyi satu lagu, menirukan corak hewan, mengutarakan lima makanan favorit, maupun berbuat pergerakan lucu. Yang kalah nggak perlu dapat hukuman serius—cukup mendapat tugas kocak seperti memilih sinema famili malam itu.

Kalau sudah selesai bermain, lanjutkan dengan sesi “Mama dahulu waktu kecil gimana, sih?” Ceritakan permainan favorit, jajanan era dulu, sahabat masa kecil, sampai kenakalan kecil yang statis terlindungi untuk diceritakan.

Jangan kaget jika anak tiba-tiba bertanya, “Mama dahulu pernah dimarahin Nenek juga?” Dari satu cerita bisa melebar menjadi diskusi panjang tentang keluarga.

Atau, bikin family challenge sederhana. Misalnya tantangan membikin menara tertinggi dari gelas plastik, membikin kostum dari koran bekas, maupun menyelesaikan satu permainan dalam waktu 15 menit.

Nggak perlu semuanya dijadikan kompetisi. Justru tantangan yang mesti diselesaikan berbareng bisa membikin Mommies dan anak sama-sama ikut bermain, bukan cuma Mama yang berdiri di samping sambil bilang, “Ayo, coba lagi!”

Weekend Tanggal Tua Bukan Berarti Harus Boring

Foto: Magnific

Pada akhirnya, aktivitas seru bareng anak nggak selalu membutuhkan tiket masuk, restoran fancy, maupun mainan baru. Kadang modalnya cuma kardus bekas, selimut, beberapa bahan makanan di dapur, dan keinginan orang tua untuk ikut turun bermain.

Bermain berbareng juga nggak mesti selalu punya tujuan besar. UNICEF Indonesia memberitahu bahwa aktivitas sederhana di rumah dapat menjadi kesempatan anak untuk belajar melalui bermain sekaligus berhubungan dengan orang tua.

Begitu juga dengan aktivitas di luar rumah. Jalan kaki, bermain di taman, maupun sekadar mengeksplorasi ruang hijau bisa menjadi bentuk aktivitas jasmani dan waktu berbareng famili yang nggak mesti mahal.

Jadi, jika weekend ini saldo rekening sedang berkata “kita di rumah saja dulu, ya”, nggak perlu langsung merasa iba pada anak.

Bisa jadi yang paling diingat anak nantinya bukan berapa duit yang Mommies keluarkan hari itu, tetapi waktu Mama ikut merangkak melewati obstacle course, tidur di tenda selimut, bikin percobaan yang berantakan, maupun kalah telak saat main bareng.

Dan yes, tanggal tua pun statis bisa punya weekend yang seru.

BACA JUGA: 5 Ide Bermain di Rumah

Cover: Magnific

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
Close Right Ads
Close Left Ads