Sebagai orang tua, kita tentu mau merencanakan masa depan anak dan mendidik mereka menjadi perseorangan yang sukses. Kita juga mau menyediakan lingkungan rumah, pendidikan, dan sosial yang kondusif dan stabil bagi anak-anak. Setuju ya, Bunda?
Dalam membersamai anak di masa tumbuh kembangnya, kita perlu mengajarkan mereka keahlian hidup alias life skill yang nantinya berfaedah dalam lingkungan profesional. Misalnya, mengajarkan manajemen keuangan, komunikasi yang baik, dan tanggung jawab dasar.
Mengajarkan keahlian hidup praktis kepada anak, bakal mempersiapkan mereka pada masa depan yang berdikari dan independen. Selain mendorong kemandirian, keahlian hidup praktis juga dapat memberi perseorangan untung dalam menangani tugas dan tantangan praktis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya, memasak makanan sehat dapat menghemat waktu dan uang, sementara merawat busana dengan baik dapat memperpanjang umur busana tersebut.
Dikutip dari laman Family Means, keahlian hidup praktis juga dapat berakibat positif pada kesehatan mental dan kesejahteraan. Memberikan pengetahuan kepada anak-anak, bakal membikin mereka merasa lebih kompeten dalam tugas sehari-hari.
Mereka juga lebih condong mempunyai nilai diri yang lebih tinggi serta merasa lebih mengendalikan hidup mereka. Rasa kendali itu dapat menyebabkan peningkatan emosi senang dan puas bagi anak.
Skill hidup yang perlu diajarkan ke anak sebelum usia remaja
Ada 10 skill yang perlu diajarkan ke anak sebelum mereka menginjak usia remaja. Apa saja keterampilannya? Dilansir Parents, berikut keahlian yang perlu diajarkan!
1. Menyiapkan makanan sederhana
Ajak anak kita membantu menyiapkan makanan. Beberapa buahpikiran untuk memulai anak-anak mini di dapur misalnya, melatih memotong pisang dengan pisau plastik alias kayu.
Kita juga bisa tunjukkan kepada anak-anak usia lima tahun ke atas, langkah membikin sandwich dan smoothie. Biarkan anak-anak usia tujuh tahun ke atas mencoba menggunakan oven pemanggang roti.
Jika kita secara berjenjang menambahkan keahlian dapur mereka yang sedang berkembang, anak kita semestinya dapat menggunakan kompor dengan kondusif di bawah pengawasan pada usia 10 tahun.
2. Membersihkan dan mencuci pakaian
Terlalu banyak remaja yang tidak mengetahui langkah membersihkan tempat tinggal alias busana mereka. Jangan biarkan anak kita menjadi seperti itu ya, Bunda. Ajari mereka tidak hanya untuk membereskan setelah diri mereka sendiri tetapi juga untuk mencuci piring, menyedot debu, dan membersihkan debu.
Kita dapat memulai pelajaran mencuci busana ketika anak-anak berumur sekitar enam tahun. Jika kita mempunyai mesin cuci bukaan atas, sediakan bangku mini di dekatnya. Bimbing mereka melalui prosesnya, langkah mengukur, dan menambahkan detergen, memilih pengaturan, dan menghidupkan mesin. Jangan lupa, buatlah kegiatan itu menyenangkan.
3. Merawat kebun
Mulai dari menanam bibit hingga menyapu daun, mengetahui langkah melakukan tugas-tugas umum untuk merawat lanskap berfaedah di segala usia. Berkebun dan merawat laman dasar, seperti mencabut gulma dan memangkas semak, adalah langkah yang bagus untuk membujuk anak-anak ke luar ruangan, untuk menghirup udara segar dan membikin mereka sibuk. Namun, perlu diingat memotong rumput tetap kudu dilakukan orang dewasa.
4. Membaca peta penunjuk jalan
Jika kita pernah tersesat mengikuti petunjuk arah GPS, kita tahu kenapa keahlian membaca peta sangat penting. Biarkan anak kita menyelesaikan perburuan kekayaan karun, ikut geocaching, alias biarkan mereka memimpin jalan melalui kebun hewan alias museum. Aktivitas-aktivitas ini bakal membangun keahlian navigasi anak kita.
5. Membantu seseorang yang tersedak
Ya, anak kita yang tetap mini dapat mempelajari keahlian pengamanan jiwa! Menurut American Heart Association, anak-anak berumur 9 tahun pun dapat mempelajari CPR. Jika bingung dari mana kita mempelajarinya, keahlian itu bisa kita pelajari lewat YouTube.
6. Mengobati luka ringan
Untuk membantu anak kita agar tidak panik ketika memandang darah, lakukan yang terbaik untuk menghindari reaksi berlebihan. Memberikan rencana pertolongan pertama juga bakal membantu mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit dan bakal berfaedah ketika kita tidak ada di sekitar untuk membantu mereka.
Untuk mengobati luka kecil, ikuti langkah-langkah sederhana berikut:
- Cuci tangan kita dengan sabun dan air untuk menghindari kontaminasi luka.
- Bersihkan kotoran dan serpihan dari luka dengan sabun dan air hangat.
- Tekan dengan kuat area tersebut dengan kain bersih hingga pendarahan berakhir (biasanya satu alias dua menit).
- Oleskan petroleum jelly alias obat antiseptik dengan kapas untuk menjaga luka tetap lembap.
- Tutupi luka dengan perban perekat alias kain kasa dan plester.
7. Mengelola uang
Mempelajari dasar-dasar finansial pribadi dan gimana menjadi konsumen yang pandai itu memerlukan latihan, Bunda. Cobalah pendekatan tiga langkah ini dengan anak-anak kita:
- Perkenalkan konsep penganggaran. Untuk memperkenalkan penganggaran, cobalah menjelaskan keputusan pembelian kita saat berbelanja.
Biarkan anak kita bayar kadang-kadang. - Berikan duit saku kepada anak kita, lampau tetapkan beberapa peralatan yang kudu mereka beli sendiri, seperti mainan baru alias buku. Ini bakal memberi anak kita kesempatan untuk mengelola duit mereka sendiri.
- Ajari mereka membandingkan harga. Saat berbelanja di toko alias online, tunjukkan kepada anak kita bahwa toko yang berbeda mempunyai produk yang sama dengan nilai yang berbeda, dan merek yang berbeda mempunyai label nilai yang berbeda.
8. Menggunakan internet dengan bijak
Dengan anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar daripada sebelumnya, sangat krusial untuk memperkuat beberapa patokan untuk membantu mereka menavigasi bumi digital dengan aman. Misalnya, bantu anak kita memilih kata sandi yang susah ditebak dan beri tahu mereka untuk tidak pernah membagikannya kepada siapa pun selain kita.
Pastikan anak kita hanya mengobrol dengan orang yang dikenalnya di kehidupan nyata, dan tidak memberikan info pribadi seperti tanggal lahir, alamat rumah, alias nomor telepon.
Mintalah anak kita untuk meminta izin alias meminta support kita sebelum mengunduh sesuatu alias mengklik pop-up. Terpenting, beri tahu anak-anak kita bahwa mereka dapat datang kepada kita jika ada masalah.
Menulis surat adalah seni yang nyaris punah, tetapi tidak kudu demikian. Balita dapat menulis catatan mini kepada personil family alias kawan (tentu saja dengan tambahan gambar), menempelkan perangko, dan memasukkannya ke dalam kotak pos.
Anak-anak yang lebih besar dapat menulis surat mereka sendiri dan menulis alamat pada amplop. Kita juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajari mereka lima bagian surat ialah tanggal, salam, isi, penutup, dan tanda tangan.
10. Membungkus hadiah
Anak kita senang memberi bingkisan dan membungkusnya membuatnya semakin memuaskan. Anak-anak pra-sekolah dapat membantu memotong kertas dan menambahkan selotip.
Anak-anak TK dan yang lebih besar dapat menyelesaikan langkah-langkah tambahan dengan support kita, seperti melepas label harga, menemukan ukuran kotak yang tepat, dan membungkus bingkisan dengan kertas bingkisan untuk memastikan ukurannya pas sebelum dipotong.
Demikian pembahasan mengenai 10 perihal yang sebaiknya diajarkan pada anak-anak sebelum usia remaja, Bunda. Mulai dari mengajarkan menggunakan internet dengan bijak, hingga keahlian membereskan hal-hal mini di rumah. Mulai ajak mereka membersihkan rumah, membungkus kado, hingga mengenali ancaman di sekitar.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·