Ciri karyawan dengan performa tinggi bisa dilihat berasas kepribadiannya. Mari simak karakter kepribadian tenaga kerja dengan performa tinggi di tempat kerja.
Kesuksesan di tempat kerja tidak selalu ditentukan oleh keahlian teknis alias seberapa tinggi posisi seseorang. Di kembali keahlian yang konsisten, biasanya ada sejumlah karakter yang membikin seseorang bisa menghadapi tekanan, bekerja sama dengan tim, sekaligus terus berkembang dalam kariernya.
Management coach Vincent Anderson mengungkap sejumlah karakter yang umumnya dimiliki tenaga kerja dengan performa tinggi. Anderson merupakan pembimbing manajemen yang membantu para pemimpin menjalankan perannya secara optimal. Ia membagikan pandangan tersebut dengan merujuk pada buahpikiran dari newsletter yang ditulis Chris Donnelly.
Menurut Anderson, tenaga kerja dengan performa tinggi bukan berfaedah orang yang selalu sempurna alias bekerja tanpa henti. Mereka justru memahami kelebihan dan kekurangan diri, bisa mengelola emosi, serta mempunyai dorongan untuk terus belajar.
Ciri kepribadian tenaga kerja dengan performa tinggi di tempat kerja
Lantas, apa saja karakter kepribadian tenaga kerja dengan performa tinggi di tempat kerja yang jarang dimiliki banyak orang? Mengutip Your Tango, simak di sini yuk, Bunda.
1. Selalu menyelesaikan pekerjaan
Salah satu karakter yang menonjol dari tenaga kerja dengan performa tinggi adalah keahlian mereka menyelesaikan pekerjaan. Ketika mendapatkan tugas sulit, mereka tidak mudah menyerah hanya lantaran tantangan yang dihadapi terasa berat.
Bukan berfaedah mereka selalu bisa mengerjakan semuanya seorang diri. Ketika memerlukan support alias arahan, mereka tidak ragu bertanya kepada orang lain. Namun setelah mendapatkan support yang diperlukan, mereka tetap bertanggung jawab hingga pekerjaan tersebut tuntas.
2. Punya kesadaran diri yang baik
Orang dengan performa tinggi di tempat kerja biasanya memahami dirinya dengan cukup baik. Mereka mengetahui apa yang menjadi kekuatan sekaligus menyadari bagian mana yang tetap perlu diperbaiki.
Kelemahan tidak dijadikan argumen untuk menghindari tanggung jawab. Sebaliknya, kekurangan tersebut digunakan sebagai petunjuk mengenai keahlian apa yang perlu dikembangkan. Sementara itu, kelebihan yang dimiliki dimanfaatkan untuk menghasilkan keahlian terbaik.
3. Tidak mudah menyerah
Dalam bumi kerja, masalah dan tekanan merupakan bagian yang susah dihindari. Karyawan dengan performa tinggi mempunyai ketangguhan mental untuk tetap bergerak meskipun situasi tidak melangkah sesuai harapan.
Anderson menyebut karakter tersebut sebagai 'ruthless grit', ialah kegigihan yang kuat untuk melewati beragam tantangan. Mereka percaya bahwa persoalan dapat diselesaikan dan pengalaman menghadapi kesulitan justru bakal menambah pencapaian yang bisa menjadi bekal berikutnya.
4. Selalu mau berkembang
Merasa sudah cukup dengan pencapaian yang dimiliki bukan karakter utama pekerja berprestasi. Mereka justru mempunyai kemauan untuk terus meningkatkan keahlian dan memperluas pengetahuan.
Untuk itu, mereka condong terbuka terhadap hal-hal baru. Kesempatan belajar, mendapatkan keahlian tambahan, maupun menerima masukan tidak dianggap sebagai beban, namun bagian dari perjalanan untuk mencapai performa tinggi berikutnya.
5. Mampu berempati
Kemampuan memahami emosi dan perspektif pandang orang lain juga menjadi karakter penting. Karyawan dengan performa tinggi tidak hanya berfokus pada sasaran pribadi, tapi juga memperhatikan kondisi orang-orang di sekitarnya.
Mereka memperlakukan rekan kerja dengan rasa hormat dan kepedulian. Sikap tersebut membantu menciptakan hubungan kerja yang lebih sehat lantaran personil tim merasa dihargai dan didengarkan.
Pada akhirnya, suasana kerja yang positif dapat membantu tim bekerja-sama dengan lebih baik.
6. Tidak sering mengeluh
Tidak banyak mengeluh bukan berfaedah seseorang selalu setuju dengan semua keputusan di tempat kerja. Karyawan berprestasi tetap dapat mempertanyakan pendapat yang menurut mereka kurang tepat.
Bedanya, mereka tidak menyampaikan ketidakpuasan hanya untuk memperbesar masalah. Ketika menemukan sesuatu yang perlu diperbaiki, mereka lebih memilih memikirkan solusi daripada terus-menerus mengeluh. Kritik pun disampaikan dengan langkah yang lebih konstruktif.
7. Punya keahlian berkomunikasi yang baik
Komunikasi menjadi salah satu keahlian yang sangat dibutuhkan dalam lingkungan kerja. Orang dengan performa tinggi tidak hanya pandai berbicara, tapi juga bisa mendengarkan dan memahami info yang disampaikan kepadanya.
Mereka mengetahui kapan waktunya menyampaikan pendapat dan kapan kudu memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara. Kemampuan tersebut membikin komunikasi melangkah lebih efektif sekaligus membantu mereka membangun hubungan ahli yang baik.
8. Efisien
Ada orang yang bisa memahami persoalan kompleks, namun kesulitan menjelaskannya kepada orang lain. Pekerja berprestasi tinggi justru mempunyai keahlian untuk mengubah pendapat yang rumit menjadi sesuatu lebih sederhana dan mudah dipahami.
Mereka sungguh efisien. Mereka dapat memilah info penting, memahami maksud yang tidak selalu disampaikan secara langsung, kemudian menyampaikannya dalam corak yang lebih ringkas.
Kemampuan ini sangat berfaedah ketika kudu bekerja dalam tim alias mengambil keputusan.
9. Mampu mengendalikan emosi
Rasa kesal, kecewa, alias frustrasi merupakan perihal yang wajar terjadi di tempat kerja. Namun tenaga kerja dengan performa tinggi biasanya bisa mengatur respon emosional mereka sehingga tidak langsung memengaruhi langkah bekerja maupun hubungan dengan rekan kerja.
Mereka tetap bisa merasakan emosi yang kuat, tapi tidak membiarkannya mengendalikan tindakan. Kemampuan mengatur emosi membikin mereka terlihat lebih tenang dan stabil ketika menghadapi situasi sulit.
10. Berani menyuarakan pendapat
Karyawan berperforma tinggi bukan berfaedah mereka yang selalu tak bersuara dan mengikuti semua keputusan. Ketika menemukan ketidakadilan alias mempunyai pandangan berbeda, pekerja berprestasi berani menyampaikan pendapatnya.
Meski demikian, keberanian tersebut tidak dilakukan secara kasar alias tanpa pertimbangan. Mereka berupaya memperjuangkan apa yang dianggap betul dengan tetap mempertimbangkan emosi dan posisi orang lain. Dengan begitu, menyampaikan pendapat tidak kudu berubah menjadi konflik.
11. Pandai mengatur waktu
Manajemen waktu menjadi keahlian yang cukup susah bagi banyak orang. Karyawan dengan performa tinggi memahami bahwa waktu yang dimiliki perlu dialokasikan pada hal-hal yang betul-betul mendukung pencapaian mereka.
Mereka biasanya membikin agenda dan berupaya menjalankannya secara konsisten. Kebiasaan tersebut membikin mereka lebih dapat diandalkan sekaligus membantu pekerjaan melangkah secara teratur tanpa kudu terus-menerus bekerja di bawah tekanan.
Orang berperforma tinggi bukan berfaedah bekerja tanpa henti
Punya karakter pekerja berperforma tinggi tidak berfaedah seseorang kudu selalu bekerja paling lama alias mengorbankan seluruh waktu untuk pekerjaan. Anderson menekankan bahwa bekerja berlebihan bukanlah ukuran seseorang sebagai high performer.
Justru pekerja yang berkinerja tinggi memahami gimana menggunakan kekuatan mereka, menerima kelemahan, serta terus mencari kesempatan untuk belajar. Mereka juga memahami pentingnya keseimbangan dalam kehidupan, termasuk ketika mengejar pencapaian profesional.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)