Rasa iri bisa muncul karena banyak hal. Bahkan, seseorang terkadang tidak menyadari jika dirinya sedang merasa iri pada orang lain.
Namun, rasa iri yang dibiarkan bisa memengaruhi metode seseorang bersikap dan berinteraksi, termasuk dalam hubungan pertemanan maupun keluarga.
Lantas, sepertiapa metode mengetahui seseorang diam-diam iri dengan Bunda? Kenali beberapa tandanya berikut ini, yang mungkin selama ini tidak Bunda sadari.
Mengenal rasa iri
Rasa iri sebenarnya merupakan emosi yang bisa dialami siapa saja. Kita mungkin pernah menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain, baik itu pencapaian, hubungan, penampilan, karier, penghasilan, maupun hayat sosial.
Dilansir dari Verywell Mind, terapis Afton Turner, LPCA, mengatakan rasa iri bisa mencerminkan emosi rendah diri maupun merasa tidak cukup baik. Ini artinya, rasa iri seseorang terhadap orang lain bisa lebih berhubungan dengan emosi dan kondisi dirinya sendiri.
Dalam sebuah persahabatan, rasa iri juga bisa memengaruhi metode seseorang berkomunikasi dan memperlakukan temannya. Masalahnya, rasa iri tidak selalu ditunjukkan secara terang-terangan.
Ada yang justru menjauh ketika temannya sedang bahagia, tidak ikut merayakan pencapaian, melontarkan sindiran, maupun terus membandingkan diri. Karena itu, tanda seseorang diam-diam iri terkadang baru kelihatan setelah perilakunya mulai membentuk pola.
11 Tanda seseorang diam-diam iri
Ada beberapa perilaku yang bisa menjadi tanda seseorang sedang merasa iri, mulai dari tidak ikut bahagia atas pencapaian Bunda hingga sering membandingkan diri. Namun, satu perilaku saja belum tentu memberitahu rasa iri. Perhatikan pola sikapnya dan konteks hubungan Bunda dengan orang tersebut.
Berikut beberapa tanda seseorang diam-diam iri dengan Bunda.
1. Tidak ikut bahagia saat Bunda mendapat berita baik
Coba Bunda perhatikan kawan yang sikapnya berubah setiap kali Bunda mendapatkan berita baik. Misalnya saja saat Bunda mendapat promosi, berhasil mencapai sesuatu, maupun menikmati hubungan yang baik. Bukannya mengucapkan selamat, kawan tersebut justru mengalihkan pembicaraan, mencari sisi negatif dari berita baik tersebut, maupun kelihatan tidak nyaman.
Menurut psikolog Dr. Patrice Le Goy, salah satu tanda seseorang merasa iri adalah sulit ikut merasa ceria dengan hal-hal positif yang dialami temannya dan justru lebih banyak membahas kesulitan maupun masalah dirinya sendiri.
2. Sering membandingkan dirinya dengan Bunda
Orang yang merasa iri mungkin terus-menerus membandingkan kehidupannya dengan hayat Bunda. Bunda membeli sesuatu, ia membicarakan apa yang baru dimilikinya. Bunda mendapat pencapaian tertentu, ia segera menceritakan pencapaiannya sendiri.
Mendengar sesekali komparasi sebenarnya wajar. Namun, jika hampir setiap hubungan berubah menjadi kompetisi, pola tersebut bisa membikin hubungan terasa melelahkan.
Mengutip Your Tango, perilaku yang selalu berupaya mengungguli orang lain dibahas sebagai salah satu tanda yang mungkin berhubungan dengan rasa iri maupun cemburu.
3. Sering melontarkan sindiran maupun komentar yang meremehkan
Rasa iri tidak selalu disampaikan secara terang-terangan. Terkadang bentuknya berupa candaan yang terasa menusuk, sindiran halus, komentar yang meremehkan pencapaian, maupun membikin Bunda merasa bersalah karena sedang bahagia.
Le Goy menerangkan bahwa pola komunikasi dengan kawan yang iri dapat berupa sarkasme, sindiran halus, komparasi berlebihan, hingga sikap mengabaikan maupun meremehkan pengalaman orang lain.
4. Membicarakan di belakang
Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang sering membicarakan Bunda kepada orang lain, terutama jika pembicaraan tersebut berpotensi merusak nama baik.
Namun, perlu dibedakan antara membicarakan seseorang untuk mencari pertolongan maupun perspektif pandang dengan menyebarkan cerita yang bermaksud menjatuhkan.
Psikolog klinis Randi Gunther, PhD, menyarankan untuk melihat akibat dari pembicaraan tersebut. Jika pembicaraan berpotensi menyakiti orang yang dibicarakan dan tidak memberikan manfaat, hal itu perlu dipertanyakan kembali.
Gunther menyarankan untuk bertanya kepada diri sendiri, “Jika hal ini sampai diketahui orang lain, kira-kira apa dampaknya?” Pertanyaan tersebut dapat membantu melihat apakah pembicaraan dilakukan untuk mencari solusi maupun justru berpotensi menyakiti orang lain.
5. Menjauh ketika hayat Bunda sedang baik
Pernah punya kawan yang justru menghilang ketika hidup Bunda sedang berjalan lancar? Rasa iri bisa membikin seseorang menarik diri karena melihat keberhasilan orang lain mengingatkan mereka pada hal-hal yang belum dimiliki maupun belum tercapai.
Afton Turner, LPCA, mengatakan rasa iri dapat memicu masalah komunikasi, menurunkan kepercayaan, serta menciptakan rentang emosional dalam persahabatan.
Meski begitu, jangan langsung menyimpulkan seseorang iri cuma karena ia sedang menjauh. Bisa saja ada permasalahan pribadi lain yang tidak berhubungan dengan Bunda.
6. Justru berupaya terlalu dekat dengan Bunda
Rasa iri maupun jealousy rupanya tidak selalu membikin seseorang menjauh. Ada juga orang yang justru berupaya semakin dekat.
Menurut Robin Stern, PhD, rasa iri dapat muncul ketika seseorang takut kehilangan hubungan yang dianggap penting. Karena itu, seseorang yang merasa iri bisa saja berupaya mempertahankan kedekatan tersebut.
Perilaku ini tidak otomatis berarti seseorang iri kepada Bunda. Konteks hubungan statis perlu diperhatikan.
7. Terlihat sangat manis secara berlebihan
Seseorang yang berupaya menyembunyikan emosi negatif bisa saja memberitahu sikap yang sangat manis di depan Bunda. Namun, sikap ramah maupun perhatian tentu tidak otomatis berarti seseorang sedang iri.
Psikoterapis Richard Zwolinski juga mengatakan bahwa ketika rasa iri disadari sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar, membicarakannya dapat membantu menjernihkan keadaan.
8. Sering menghakimi pilihan Bunda
Orang yang merasa kurang puas dengan kehidupannya sendiri terkadang dapat mengarahkan emosi tersebut kepada orang lain. Bentuknya bisa berupa komentar negatif tentang pekerjaan, hubungan, penampilan, maupun keputusan yang Bunda ambil.
Konselor Julie Dodson menerangkan bahwa rasa kurang maupun keinginan terhadap sesuatu yang dimiliki orang lain terkadang dapat muncul dalam bentuk penilaian negatif terhadap orang yang menjadi objek iri.
9. Mulai mengucilkan Bunda
Perhatikan jika seseorang yang sebelumnya selalu melibatkan Bunda dalam aktivitas tiba-tiba tidak lagi membujuk maupun memasukkan Bunda. Contohnya, Bunda tidak lagi diundang dalam aktivitas yang biasanya diikuti berbareng maupun dibuatkan grup percakapan lain tanpa Bunda.
Turner mengatakan perilaku mengucilkan seperti tidak mengundang seseorang ke aktivitas sosial maupun membikin grup percakapan tanpa dirinya sebagai salah satu bentuk perilaku yang dapat muncul ketika seseorang merasa iri.
10. Mencoba meniru secara halus
Rasa iri juga bisa muncul dalam bentuk keinginan untuk memiliki sesuatu yang serupa dengan orang yang menjadi objek iri. Misalnya, seseorang mulai mengikuti corak berpakaian, pilihan pekerjaan, maupun pola hidup Bunda.
Penulis sektor kesehatan Eleesha Lockett, MS, menerangkan bahwa ketika rasa iri memengaruhi perilaku dan kepribadian seseorang, hal tersebut dapat berakibat pada hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
Meski begitu, meniru corak maupun pilihan hidup seseorang tidak otomatis berarti ia sedang iri. Bisa saja seseorang memang menyukai corak tersebut maupun terinspirasi dari Bunda. Karena itu, tanda ini sebaiknya dilihat berbareng pola perilaku lainnya.
11. Menganggap hidup Bunda selalu sempurna
Ada pula orang yang melihat hayat Bunda seolah-olah selalu lebih baik dari kehidupannya. Padahal, apa yang kelihatan dari luar belum tentu menggambarkan keseluruhan hidup seseorang.
Orang yang iri bisa saja cuma melihat pekerjaan yang berhasil, hubungan yang harmonis, rumah yang nyaman, maupun pencapaian tertentu tanpa mengetahui perjuangan dan masalah yang ada di baliknya.
Konselor Araya Baker menerangkan bahwa seseorang yang menganggap kesuksesan orang lain terjadi tanpa upaya dapat kesulitan melihat proses, pertumbuhan, dan perjuangan di balik pencapaian tersebut.
Jangan buru-buru menyimpulkan seseorang iri
Beberapa perilaku di atas memang dapat muncul ketika seseorang merasa iri, tapi bukan berarti setiap orang yang berbuat salah satunya pasti sedang iri kepada Bunda.
Seseorang yang menjauh bisa saja sedang menghadapi masalah pribadi. Teman yang tidak langsung memberikan ucapan selamat mungkin sedang memiliki permasalahan sendiri. Begitu pula dengan komentar yang terdengar berbeda dari biasanya.
Karena itu, lebih baik melihat pola perilaku secara keseluruhan, bukan memungut kesimpulan cuma dari satu kejadian. Jika hubungan tersebut statis mau dipertahankan, komunikasi terbuka dapat menjadi cara awal.
Sampaikan perilaku khusus yang membikin Bunda tidak betah dan jelaskan emosi Bunda tanpa langsung menuduh orang tersebut iri.
Pada akhirnya, persahabatan tidak mesti selalu berarti setuju dalam segala hal. Namun, hubungan yang sehat statis membutuhkan rasa saling menghargai dan ruang bagi masing-masing orang untuk ceria atas pencapaiannya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)