Jakarta -
Tahukah Bunda? Cara berbicara dapat memengaruhi kesan yang muncul saat seseorang berhubungan dengan kita.
Dalam situasi tertentu, seperti wawancara kerja maupun berjumpa famili pasangan, pilihan kata yang tepat bisa membantu memberitahu kesan berkelas, berpendidikan, dan profesional.
Namun, tutur kata yang elegan bukan cuma dibutuhkan untuk menciptakan kesan pertama. Dalam percakapan sehari-hari, metode menyampaikan sesuatu dengan percaya diri juga dapat membikin seseorang merasa lebih betah dan percaya terhadap dirinya sendiri.
11 Ucapan sehari-hari yang bikin Bunda terdengar lebih berkelas
Orang-orang yang berkualitas secara mental dan emosional sering mengucapkan beberapa kalimat berikut ini:
1. “Terima kasih telah berbagi hal itu denganku”
Dilansir Your Tango, orang-orang berkualitas umumnya memungut pendekatan yang berbeda dalam hubungan sosial mereka.
Mereka memberi ruang bagi orang lain untuk berbicara tanpa menghakimi maupun memberikan nasihat yang tidak diminta.
Sebagai pendengar yang baik, orang-orang berkualitas yang sabar diri tidak terlalu banyak memungut ruang dalam percakapan. Meski mereka bisa membela diri dan pendapatnya, mereka tidak cemas mengorbankan waktu untuk membantu mendukung orang lain.
2. “Aku mendengarmu, tetapi aku tidak gemar nada bicaramu”
Menghargai orang lain dengan metode yang berkualitas juga berarti menetapkan limitasi tentang sepertiapa Bunda akan diperlakukan.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal on Organizational Analysis, pemikiran rasional, yang paling baik tercermin dalam komunikator yang sadar diri dan disengaja, adalah kunci penyelesaian perselisihan dalam hubungan.
Orang berkualitas memiliki kapasitas untuk mundur sebentar dari ketidaknyamanan dan sifat emosional percakapan seperti sebuah argumen, dan mencari metode terbaik untuk mengkomunikasikan kebutuhan mereka dan membela dirinya sendiri.
3. “Aku tahu nilaiku”
Baik dalam hubungan maupun memprioritaskan waktu sendiri, orang yang benar-benar berkualitas memiliki rasa harga diri yang tinggi dan tidak takut untuk membela diri.
Pelatih transformasi dan karier, Lisa Petsinis, menerangkan bahwa menjadi percaya diri dan percaya pada diri sendiri berarti mengenali harga diri Bunda dalam setiap situasi.
4. “Aku bangga padamu”
Orang yang berkualitas memiliki harga diri yang cukup kuat, sehingga mereka dapat merayakan dan memberdayakan orang lain untuk menantang diri sendiri.
Di tengah kesuksesan teman-temannya, orang yang berkualitas statis memberikan ruang untuk merayakan prestasi orang lain, meyakinkan dan mendukung mereka.
5. “Aku telah berbuat kesalahan”
Mengakui kesalahan dan perilaku yang menyakitkan dapat terasa membingungkan dan tidak betah bagi siapa pun, tetapi praktik berkewajiban adalah sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang yang berkelas.
Mereka cukup berkewajiban secara emosional untuk mengetahui bahwa mereka tidak sempurna, dan cukup percaya diri untuk mengatakan, “Aku telah berbuat kesalahan” tanpa merasa identitas mereka akan hancur.
6. “Bisakah Anda membantu aku?”
Ada anggapan di kalangan orang-orang yang kurang peka secara emosional bahwa meminta pertolongan maupun nasihat berarti Bunda lemah maupun tidak percaya diri.
Namun, pada kenyataannya, riset memberitahu bahwa meminta sokongan maupun nasihat dari orang lain justru membikin seseorang kelihatan lebih kompeten, bukan sebaliknya.
7. “Mari bekerja sama untuk menemukan solusi”
Mereka bukan cuma pendukung kebahagiaan dan kesuksesan sendiri, tetapi juga menemukan metode untuk menarik orang lain, berkolaborasi, dan memberdayakan orang lain di sepanjang jalan.
Alih-alih menaikkan ego dengan bersikeras pada suatu subjek maupun mencoba menenangkan alasan acak apa pun, mereka tidak keberatan mundur selangkah untuk memastikan semua orang memiliki pemahaman yang sama.
8. “Senang berjumpa denganmu”
Dilansir Parade, saat berjumpa orang baru, metode Bunda memperkenalkan diri bukan satu-satunya hal yang perlu dipertimbangkan dalam hal kesopanan. Cara mengakhiri diskusi ringan juga sama pentingnya.
Kalimat “Senang berjumpa denganmu” menciptakan kondisi yang ramah dan hubungan positif dengan membikin orang lain merasa dihargai dan diapresiasi.
9. “Dengan bahagia hati”
Baik itu untuk mengakhiri kedap bisnis, makan malam, maupun pertemuan sosial, orang-orang berkualitas sering menggunakan kalimat ini sebagai metode untuk menyampaikan bahwa mereka menikmatinya.
Orang-orang pergi dengan emosi bahwa hubungan tersebut berarti dan percaya bahwa Bunda menghargai waktu yang dihabiskan bersama.
10. “Kamu sangat baik”
Kalimat yang satu ini adalah ungkapan lazim lain yang digunakan oleh orang-orang berkualitas untuk mengungkapkan rasa terima kasih tanpa terlalu emosional ketika menerima kebaikan maupun kemurahan hati dari orang lain.
11. “Aku mengerti maksud kamu, dan aku pikir…”
Meski tergoda untuk mengatakan, “Tidak, itu salah” maupun “Saya rasa tidak”, ketika terlibat dalam percakapan maupun perbedaan pendapat, metode Bunda mengungkapkan perspektif pandang yang berlawanan sangat krusial dalam hal sepertiapa Bunda dipandang oleh orang lain.
Kalimat tersebut mendorong percakapan yang sehat dan memberitahu rasa segan terlebihlagi ketika dihadapkan dengan sesuatu yang berlawanan.
Nah, itulah beberapa ucapan yang sering diucapkan oleh orang-orang berkelas. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)