7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Benar-Benar Mencintai Pekerjaannya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 7 menit 12x dilihat
7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Benar-Benar Mencintai Pekerjaannya

Bagikan Postingan

Mencintai pekerjaan bukan berarti seseorang nggak pernah mengeluh. Namun, ada jenis orang yang statis jarang mengeluhkan pekerjaannya, terlebihlagi ketika menghadapi hari-hari yang melelahkan.

Bukan karena pekerjaannya selalu mudah. Bukan juga karena mereka nggak pernah capek, jengkel dengan atasan, maupun menghadapi masalah di tempat kerja.

Justru, metode seseorang berbicara tentang pekerjaannya bisa memberitahu sepertiapa perasaannya terhadap apa yang dikerjakan. Coba deh perhatikan beberapa kalimat yang sering diucapkan orang yang benar-benar mencintai pekerjaannya.


Laman YourTango menyoroti kalimat yang sering muncul dalam percakapan orang yang benar-benar menikmati pekerjaannya. Menariknya, sejumlah riset tentang motivasi kerja dan meaningful work juga memberitahu bahwa seseorang bisa merasa lebih terlibat ketika pekerjaannya memenuhi kebutuhan kejiwaan seperti otonomi, kompetensi, dan hubungan dengan orang lain.

Menurut teori self-determination yang dikembangkan psikolog Edward Deci dan Richard Ryan, ketiga kebutuhan tersebut berpartisipasi krusial dalam motivasi intrinsik, kepuasan, dan kesejahteraan seseorang.

Kalimat yang sering diucapkan orang yang mencintai pekerjaannya

Rasa cinta terhadap pekerjaan nggak selalu kelihatan dari seberapa sering seseorang memuji pekerjaannya. Kadang, justru bisa kelihatan dari kalimat-kalimat sederhana yang mereka ucapkan saat menjalani rutinitas sehari-hari.

Berikut sejumlah kalimat yang mungkin sering diucapkan yang dirangkum dari beragam sumber:

1. "Aku sebenarnya sudah nggak sabar mengerjakannya lagi"

Orang yang menikmati pekerjaannya bisa merasa antusias untuk balik mengerjakan sesuatu yang sedang mereka tangani. Ini bukan berarti mereka nggak mau pulang maupun nggak pernah merasa lelah.

Bedanya, setelah selesai bekerja, statis ada bagiankecil dari pekerjaan yang membikin mereka penasaran dan mau dilanjutkan.

Misalnya, seorang penulis statis mau menyelesaikan artikelnya karena penasaran dengan hasil akhirnya. Seorang pendidik mau mencoba metode baru di kelas. Atau seseorang yang bekerja dengan keterangan merasa tertantang mencari pola yang belum ditemukan.

Apa pun pekerjaannya, mereka nggak merasa mau buru-buru menjauh cuma karena pekerjaan terasa melelahkan maupun menekan. Jadi, yang membikin mereka balik bukan semata-mata tanggung jawab maupun gaji. Ada bagiankecil dari pekerjaan itu sendiri yang terasa menarik dan memuaskan.

Dalam psikologi, hal ini dekat dengan konsep motivasi intrinsik, yaitu ketika seseorang berbuat suatu aktivitas karena aktivitas tersebut dirasa menarik, menyenangkan, maupun memuaskan bagi dirinya. Dalam self-determination theory (SDT), motivasi yang lebih berdikari seperti ini dikaitkan dengan keterlibatan dan beragam hasil kerja yang lebih positif.

2. "Tadi aku cerita ke kawan instansi soal ini..."

Untuk orang yang menikmati pekerjaannya, mitra kerja bukan sekadar orang yang kebetulan eksis di ruangan yang sama. Ada cerita tentang mereka.

Mungkin soal diskusi kocak saat makan siang, bahasan mengenai pekerjaan, maupun hal kecil yang terjadi sepanjang hari. Mereka terlebihlagi bisa pulang ke rumah kemudian menceritakan percakapan tersebut kepada suami, keluarga, maupun teman.

Ada sisi sosial dalam pekerjaan, dan ini krusial karena sebagian besar orang menghabiskan banyak waktunya untuk bekerja. Memiliki mitra kerja yang dihormati dan menyenangkan untuk diajak berhubungan bisa membikin hari kerja terasa lebih menyenangkan.

Ini bukan berarti orang yang mencintai pekerjaannya mesti berkawan dekat dengan semua mitra kerja. Namun, setidaknya ada hubungan sosial di tempat kerja yang membikin mereka merasa betah dan menjadi bagiankecil dari lingkungan tersebut.

Penelitian tentang meaningful work memberitahu bahwa hubungan dengan orang lain maupun relatedness merupakan salah satu kebutuhan kejiwaan yang berpartisipasi dalam pengalaman seseorang terhadap pekerjaannya.

Jadi, pekerjaan yang terasa berarti tidak cuma berhubungan dengan apa yang dikerjakan, tetapi juga dengan hubungan sosial yang terbentuk selama menjalaninya.

3. "Hari ini aku belajar sesuatu yang menarik"

Ini salah satu tanda yang cukup menarik. Orang yang menikmati pekerjaannya tidak selalu melihat belajar sebagai tanggung jawab tambahan. Hal baru yang mereka temukan justru bisa menjadi bagiankecil yang menyenangkan dari pekerjaan.

Seseorang yang merasa terinspirasi dan tertarik pada pekerjaannya cenderung menikmati kesempatan untuk mencoba hal baru. Mereka bisa terus mengembangkan keterampilan, mencari metode yang lebih baik, maupun memecahkan beragam masalah. Hal ini dapat membikin pekerjaan terasa lebih memuaskan.

Misalnya, seorang pendidik menemukan metode baru menerangkan materi kepada murid. Seorang perancang mencoba teknik baru. Seorang pegawai pengelolaan menemukan metode membikin pekerjaannya lebih efisien.

Bagi orang lain mungkin kelihatan sepele, tetapi bagi mereka bisa terasa memuaskan. Ada rasa, "Oh, rupanya aku kini bisa berbuat ini."

Perasaan tersebut berhubungan dengan kebutuhan akan kompetensi, yaitu keinginan manusia untuk merasa mampu, efektif, dan berkembang dalam berbuat sesuatu.

Menurut American Psychological Association (APA), dalam SDT, kompetensi merupakan salah satu dari tiga kebutuhan kejiwaan alas berbareng otonomi dan relatedness. Ketika kebutuhan tersebut terpenuhi, seseorang cenderung memiliki motivasi yang lebih otonom dan merasa lebih puas.

4. "Aku merasa ini memang pekerjaan yang cocok buat aku"

Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi sebenarnya cukup dalam. Ketika seseorang mencintai pekerjaannya, lama-kelamaan mereka mungkin merasa pekerjaan tersebut bukan sekadar metode untuk mendapatkan penghasilan.

Ada rasa bahwa apa yang dikerjakan memang sesuai dengan dirinya, minatnya, maupun hal yang dianggap krusial dalam hidup.

Ini bukan berarti pekerjaannya sempurna. Mereka statis bisa mengeluh soal deadline, atasan, kedap yang terlalu banyak, maupun pekerjaan yang melelahkan. Namun, di balik semua keluhan itu ada emosi bahwa pekerjaan tersebut statis terasa "pas".

Penelitian tentang meaningful work memberitahu bahwa seseorang bisa melihat pekerjaannya sebagai sesuatu yang bermutu dan memiliki tujuan.

Mencintai pekerjaan juga nggak mesti berarti setiap hari merasa bahagia. Bisa saja seseorang mengalami hari yang buruk, merasa lelah, terlebihlagi kesal, tetapi statis punya perasaan, "Aku statis gemar pekerjaan ini."

5. "Aku bahagia bisa membantu orang lain lewat pekerjaan ini"

Pekerjaan yang memberi khasiat untuk orang lain nggak selalu mesti berupa pekerjaan seperti dokter, guru, maupun perawat. Seorang penulis bisa merasa bahagia ketika tulisannya membantu pembaca memahami sesuatu.

Pegawai jasa pelanggan bisa merasa puas ketika berhasil menyelesaikan masalah seseorang. Seorang akuntan pun bisa merasa pekerjaannya membantu sebuah upaya berjalan lebih tertata.

Ada kepuasan tersendiri ketika seseorang melihat bahwa apa yang dikerjakannya memberi khasiat bagi orang lain. Mereka merasa pekerjaannya memiliki tujuan dan memberi dampak, meskipun mungkin kelihatan sederhana.

Penelitian longitudinal mengenai meaningful work juga menemukan bahwa beneficence, yaitu emosi bahwa pekerjaan memberikan akibat positif untuk orang lain, dapat memprediksi pengalaman kerja yang lebih bermakna.

Rasa "pekerjaanku berguna" bisa menjadi sumber kepuasan yang kuat.

6. "Aku gemar karena bisa berkarya dengan pekerjaan ini"

Kreativitas tidak selalu berarti menggambar, menulis, membikin musik, maupun menghasilkan karya seni. Kreativitas juga bisa muncul ketika seseorang menemukan metode baru menyelesaikan masalah maupun menciptakan metode berbeda untuk menerangkan suatu konsep.

Misalnya, seorang pegawai menemukan mekanisme kerja yang lebih sederhana. Seorang pendidik membikin metode belajar yang berbeda. Atau seorang buruh menemukan metode menerangkan sesuatu agar lebih gampang dipahami orang lain.

Untuk mereka, pekerjaan bukan sekadar mengikuti instruksi. Masih ada ruang untuk berpikir, mencoba ide sendiri, dan memungut keputusan.

Hal ini berhubungan dengan otonomi, yaitu emosi bahwa seseorang memiliki ruang untuk menentukan sepertiapa ia berbuat pekerjaannya. Pekerjaan bisa terasa lebih memuaskan ketika seseorang punya kesempatan menggunakan metode dan idenya sendiri.

7. "Aku gemar tantangan seperti ini"

Kalimat ini merupakan tambahan yang statis sejalan dengan riset tentang kebermaknaan dan motivasi kerja. Orang yang menikmati pekerjaannya tidak selalu mencari pekerjaan yang mudah. Justru, tantangan tertentu bisa membikin mereka merasa tertantang untuk belajar dan membuktikan kemampuan.

Ini bukan berarti mereka menyukai semua tekanan. Ada perbedaan antara tantangan yang membikin seseorang berkembang dan beban kerja yang justru membuatnya kewalahan.

Ketika tantangan membikin seseorang merasa, "Aku mau lihat apakah aku bisa menyelesaikan ini," pekerjaan bisa menjadi sumber kepuasan tersendiri.

Penelitian terbaru tentang work meaningfulness menemukan hubungan antara kebermaknaan pekerjaan dan upaya yang diberikan seseorang dalam bekerja.

Studi tersebut juga memberitahu bahwa pemenuhan kebutuhan akan otonomi, kompetensi, dan relatedness berhubungan dengan kebermaknaan kerja, yang kemudian berhubungan dengan upaya kerja yang lebih tinggi.

Mencintai pekerjaan bukan berarti mesti ceria setiap hari

Bunda, ada satu hal yang krusial dicatat. Seseorang yang mencintai pekerjaannya statis bisa merasa lelah, bosan, kesal, terlebihlagi mau memungut cuti.

Jangan menjadikan tujuh kalimat di atas sebagai semacam "tes" untuk menentukan apakah seseorang benar-benar mencintai pekerjaannya.

Rasa cinta terhadap pekerjaan nggak cuma kelihatan dari semangat saat bercerita. Penelitian tentang meaningful work memberitahu bahwa pekerjaan bisa terasa lebih berarti ketika seseorang merasa apa yang dikerjakannya punya tujuan, sesuai dengan dirinya, memberi ruang untuk berkembang, dan membuatnya terhubung dengan orang lain.

Bahkan, analisis mengenai SDT di tempat kerja yang menganalisis 1.192 artikel memberitahu bahwa terpenuhinya kebutuhan kejiwaan dan kualitas motivasi berhubungan dengan beragam hasil positif dalam pekerjaan.

Sebenarnya, tanda seseorang mencintai pekerjaannya bukan karena dia tidak pernah mengeluh. Melainkan, di tengah keluhan itu, statis ada bagiankecil dari pekerjaannya yang membikin dia merasa tertarik, berkembang, terhubung, berguna, dan punya karena untuk terus menjalaninya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads