Rasa hormat krusial dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Ketika dihargai, seseorang dapat merasa lebih percaya diri dan mempunyai pandangan yang lebih positif terhadap dirinya.
Sebaliknya, sikap meremehkan dapat menimbulkan rasa kecewa, marah, hingga menurunkan kepercayaan diri. Untuk itu, langkah berbincang juga bisa memengaruhi gimana orang lain memperlakukan Bunda.
Ada beberapa kalimat sederhana yang dapat membantu Bunda menunjukkan ketegasan sekaligus membikin orang lain lebih menghargai.
15 Kalimat yang bikin orang menghargai kamu
Dilansir verywell mind, berikut beberapa kalimat yang dapat membikin semua orang memperhatikan dan menghargai Bunda dengan baik:
1. “Saya minta maaf”
Permintaan maaf mungkin bukan perihal pertama yang terlintas di pikiran untuk membantu Bunda mendapatkan rasa hormat dari orang lain. Namun, itu justru mempunyai kekuatan tersendiri.
Terapis, Jillian Amodio, LMSW, menjelaskan bahwa ini sederhana dan sering diabaikan. Bertanggung jawab adalah langkah yang bagus untuk mendapatkan dan mempertahankan rasa hormat.
2. “Izinkan saya menyelesaikan apa yang sedang saya sampaikan”
Saat berhadapan dengan seseorang yang sering menyela alias memotong pembicaraan, pernyataan yang tegas dapat membantu mereka menghargai bahwa Bunda juga berkuasa berbicara.
3. “Saya tidak nyaman dengan topik alias tindakan ini”
Dengan menyatakan secara jelas bahwa sesuatu mengganggu, orang lain bakal tahu bahwa Bunda tidak setuju dengan kegiatan alias tindakan tersebut, dan menjauhkan diri darinya.
Hal ini juga memungkinkan Bunda untuk mengakui emosi dan merasa nyaman untuk mengatakannya.
4. “Terima kasih telah berbagi perspektif kamu. Sekarang izinkan saya berbagi pandangan saya”
President Jennifer Maxson & Associates, Jennifer Maxson, mengatakan mengakui orang lain sembari menegaskan perspektif pandang Bunda sendiri menunjukkan kepintaran emosional dan menciptakan suasana kolaboratif sembari mempertahankan posisi.
5. “Saya butuh waktu untuk memikirkan keputusan ini”
Pernyataan ini memberikan Bunda ruang untuk bernapas saat mengambil keputusan sekaligus menunjukkan orang lain bahwa mereka perlu menghargai proses berpikir Bunda dan tidak terburu-buru.
“Untuk menilai fakta-fakta suatu situasi menunjukkan orang-orang bahwa Anda tidak menganggap enteng hal-hal tersebut dan mau mempertimbangkannya dengan benar,” ujar Amodio.
6. “Ini melanggar pemisah saya”
Batasan adalah bagian krusial dalam mendapatkan dan memperoleh rasa hormat. Ketika orang lain mencoba melampaui pemisah toleransi, krusial untuk mengingatkan mereka bahwa Bunda telah menetapkan batas untuk kesehatan mental, dan batas tersebut layak dihormati.
“Ketika orang lain memperlakukan Anda dengan tidak baik, tunjukkan perihal itu. Lakukan dengan menjelaskan secara aktual apa yang mereka lakukan. ‘Kamu meninggikan suara, itu tidak cocok untuk saya. Bisakah Anda menurunkan suaranya, alias haruskah kita melanjutkan ini nanti?’,” ujar salah satu pendiri Crucial Learning, Joseph Grenny.
7. “Inilah yang saya harapkan dari kamu”
Baik berbincang dengan rekan kerja, anak, alias pasangan, kalimat ini membawa kejelasan, fokus, dan pemahaman bersama.
Ekspektasi yang jelas menanamkan kepercayaan pada kedua belah pihak dan memungkinkan orang lain untuk menghargai kemauan dan kebutuhan Bunda.
8. “Saya tidak bisa berkomitmen untuk itu”
Terlalu banyak mengambil komitmen memberi orang lain kendali atas waktu Bunda. Hal ini juga dapat menyebabkan stres, kelelahan, dan kecemasan.
Namun, dengan bisa menyatakan secara jelas bahwa Bunda tidak punya waktu untuk kegiatan tertentu, orang lain bakal menghargai keterbatasan waktu Bunda.
9. “Bisakah Anda menjelaskan argumen Anda kepada saya”
Maxson mengatakan ungkapan ini mengandung perbincangan sekaligus secara lembut menegaskan kewenangan Bunda untuk mengevaluasi pemikiran orang lain. Kalimat ini juga menunjukkan rasa hormat sembari mempertahankan posisi kepemimpinan.
10. “Saya menghargai pengertian kamu”
Sebagai corak pengakuan atas kesediaan seseorang untuk menunggu, perihal itu meningkatkan niat baik dan menunjukkan adanya apresiasi terhadap upaya yang dilakukan, sehingga memperbaiki hubungan antar individu.
Apresiasi semacam itu menumbuhkan kepercayaan, memungkinkan mereka untuk terus bekerja sama, dan menciptakan lingkungan yang lebih menyenangkan dan toleran.
11. “Saya bakal menunjukkan Anda jika saya memerlukan bantuan”
Seseorang mungkin menawarkan support alias apalagi mengambil alih tugas yang sedang dicoba selesaikan.
Ungkapan sederhana ini menunjukkan mereka bahwa Bunda bisa menangani pekerjaan yang ada, dan memberi Bunda ruang untuk melakukannya.
12. “Mari kita konsentrasi pada hal-hal yang berada dalam kendali kita”
Maxson mengatakan ini menunjukkan kepemimpinan yang pragmatis dan kematangan emosional. Hal ini mengarahkan daya ke arah solusi produktif daripada keluhan.
13. “Itu salahku”
Mengakui kesalahan menunjukkan kedewasaan dan integritas. Hal itu menunjukkan kepemimpinan, dan orang-orang bakal menghormati keahlian Bunda untuk mengakui tindakan Bunda daripada mencoba melempar tanggung jawab kepada orang lain.
14. “Jangan abaikan apa yang saya katakan”
Menertawakan pikiran yang Bunda ungkapkan adalah langkah untuk mengabaikannya. Alih-alih mundur dan bertindak seolah-olah apa yang Bunda katakan tidak penting, musuh tawa itu dengan pernyataan tegas untuk membantu memvalidasi emosi Bunda.
15. “Tidak”
“Tidak” adalah kalimat yang tegas. Bunda tidak perlu menjelaskan diri alias menjawab pertanyaan yang membikin tidak nyaman. Tidak berarti, orang lain perlu menghormati itu.
Nah, itulah beberapa kalimat yang bikin orang lebih menghargai Bunda. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)