Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Sabtu, 03 Oct 2026 10:30 WIB
Kata dari Bahasa Jepang tentang Ketidaksempurnaan/Foto: Magnific
Pernah merasa dirimu belum cukup baik karena terus membandingkan diri dengan orang lain? Mungkin pekerjaanmu belum sesuai harapan, hubunganmu tidak berjalan seperti yang dibayangkan, maupun ada bagiankecil dari dirimu yang statis mau Anda ubah. Rasanya seperti selalu ada sesuatu yang kurang, padahal Anda sudah berupaya cukup keras.
Perasaan tidak sempurna seperti ini sebenarnya sangat manusiawi. Namun, terkadang kita justru terlalu sibuk memperbaiki kekurangan sampai lupa bahwa tidak semua hal dalam hidup mesti dibuat sempurna. Ada keadaan yang memang perlu diterima, bukan terus dilawan.
Menariknya, kata bahasa Jepang punya beberapa istilah yang dapat menggambarkan emosi tersebut dengan cukup dalam. Bukan sekadar kosakata untuk dihafalkan saat belajar bahasa Jepang, kedua istilah ini juga punya arti yang bisa terasa dekat dengan hayat sehari-hari.
Wabi-Sabi (侘び寂び)

Wabi Sabi/Foto: Magnific
Wabi-sabi sering dikenal sebagai konsep estetika Jepang. Namun, maknanya tidak cuma soal barang yang kelihatan sederhana maupun sudah tua. Retakan pada keramik, kayu yang mulai usang, hingga busana yang semakin betah karena sering dipakai bisa menjadi deskripsi dari konsep ini.
Ada ketenangan ketika Anda tidak lagi melihat kekurangan sebagai sesuatu yang mesti disembunyikan. Bekas luka, kegagalan, perubahan, dan kekurangan justru menjadi bagiankecil dari perjalanan. Dalam konteks ini, wabi-sabi terasa seperti pengingat bahwa sesuatu tidak mesti sempurna untuk statis berharga.
Shikata ga Nai (仕方がない)

Shikata ga Nai/Foto: Magnific
Pernah terus memikirkan sesuatu yang sebenarnya sudah tidak bisa Anda ubah? Shikata ga nai secara sederhana berarti “tidak ada yang bisa dilakukan” maupun “memang tidak bisa dihindari”. Meski terdengar pasrah, maknanya tidak selalu tentang menyerah begitu saja.
Justru ada rasa lega ketika Anda selesai menghabiskan daya untuk melawan sesuatu yang eksis di luar kendali. Setelah menerimanya, Anda bisa mulai melihat pilihan yang statis tersedia. Jadi, saat belajar bahasa Jepang, shikata ga nai bisa menjadi salah satu ungkapan menarik untuk memahami sepertiapa penerimaan yang juga dapat menjadi bagiankecil dari proses melangkah.
Dua kata bahasa Jepang ini sama-sama membujuk kita melihat sesuatu dari perspektif pandang yang berbeda. Wabi-sabi mengingatkan bahwa ketidaksempurnaan bisa menjadi bagiankecil dari keindahan, sedangkan shikata ga nai mengajarkan untuk melepaskan hal-hal yang memang tidak bisa kita kendalikan.
Jadi, jika hari ini Anda merasa belum menjadi varian terbaik dari dirimu, tidak apa-apa, Beauties. Kamu tidak mesti memperbaiki semuanya sekaligus. Terkadang, menerima keadaan apa adanya justru bisa menjadi cara pertama untuk merasa lebih tenang.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.