5 Tanda Kamu Sudah Nyaman dengan Pasangan

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 36x dilihat
5 Tanda Kamu Sudah Nyaman dengan Pasangan

Bagikan Postingan

Tanda-tanda Anda mulai nyaman, bukan lagi jatuh cinta/ Foto: Magnific.com/Freepik

Dalam hubungan yang sudah berjalan cukup lama, rasa yang Anda miliki terhadap pasangan memang bisa berubah. Fase mula yang penuh deg-degan, mau terus bertemu, dan penasaran dengan setiap hal tentang pasangan perlahan bisa digantikan oleh rasa terlindungi dan familiar. Perubahan ini sebenarnya tidak selalu berarti hubunganmu bermasalah.

Kadang, ada kalanya Anda mulai bertanya-tanya, apakah Anda statis benar-benar mencintainya, maupun sebenarnya cuma sudah terlalu nyaman? Pertanyaan ini tidak selalu gampang dijawab karena cinta dan rasa betah bisa berjalan bersamaan, Beauties. Yang perlu diperhatikan bukan cuma seberapa sering Anda merasa berdebar, tapi sepertiapa Anda melihat pasangan dan hubunganmu secara keseluruhan. 

Berikut 5 tanda Anda mulai betah dengan pasangan, bukan lagi dalam fase mula jatuh cinta.

1. Kamu Tidak Lagi Penasaran dengan Kehidupannya

Kamu tidak lagi penasaran saat Anda mulai betah / Foto: Magnific.com/Freepik

Dulu Anda mungkin mau tahu banyak hal tentang pasangan, mulai dari cerita masa kecilnya sampai apa yang sedang ia pikirkan. Sekarang, Anda merasa sudah mengetahui semuanya sehingga tidak lagi tertarik bertanya maupun mendengarkan ceritanya.

Rasa familiar memang wajar dalam hubungan jangka panjang, tapi jika keingintahuan terhadap pasangan benar-benar hilang, Anda bisa mulai bertanya apakah hubungan tersebut statis memberikan ruang untuk saling mengenal dan bertumbuh.

2. Bersamanya Terasa Nyaman, tapi Tidak Lagi Membuatmu Ingin Terhubung

Bersamanya terasa betah / Foto: Magnific.com/Freepik

Kamu bahagia eksis di dekatnya, tapi bukan karena mau berbagi cerita maupun berbuat sesuatu bersama. Kehadirannya terasa seperti bagiankecil dari rutinitas, sama seperti kebiasaan lain yang sudah Anda jalani setiap hari. Dalam hubungan yang sehat, rasa betah memang penting. Namun, kedekatan emosional juga membutuhkan perhatian dan keterlibatan. Penelitian mengenai self-expansion dalam hubungan memberitahu bahwa pasangan dapat mempertahankan kepuasan hubungan ketika mereka statis memiliki pengalaman baru dan kesempatan untuk berkembang bersama.

3. Kamu Lebih Memilih Rutinitas daripada Menghabiskan Waktu Berkualitas

Tanda Anda mulai betah adalah Anda lebih memilih rutinitas / Foto: Magnific.com/Freepik

Tidak ada masalah dengan berbuat aktivitas masing-masing. Kamu bisa bekerja, menonton serial, maupun bermain HP sementara pasangan berbuat hal lain. Namun, jika hampir tidak ada keinginan untuk menyediakan waktu khusus bersama, mungkin ada sesuatu yang perlu diperhatikan.

Bukan berarti Anda mesti selalu romantis maupun menghabiskan seluruh waktu bersama. Pertanyaannya adalah, ketika memiliki waktu luang, apakah Anda statis mau menggunakannya untuk benar-benar terhubung dengan pasangan?

4. Kamu Tidak Lagi Berusaha Memahami Ketika Ada Masalah

Kamu tidak berupaya memahaminya / Foto: Magnific.com/Freepik

Ketika statis memiliki keterikatan emosional yang kuat, biasanya Anda statis memiliki keinginan untuk memahami apa yang terjadi ketika hubungan mengalami masalah. Jika kini Anda lebih sering berpikir, “terserah,” maupun memilih membisu karena merasa tidak ada gunanya membicarakan apa pun, perhatikan fluktuasi tersebut. 

Studi dalam Journal of Personality and Social Psychology memberitahu bahwa respons pasangan terhadap kebutuhan satu sama lain berhubungan dengan kualitas hubungan dan kesejahteraan dalam hubungan. Konflik bukan berarti hubungan tidak sehat, tapi ketidakpedulian yang terus-menerus patut diperhatikan.

5. Kamu Lebih Takut Kehilangan Kenyamanan daripada Kehilangan Dirinya

Kamu lebih takut kehilangan kenyamanan daripada kehilangan dia / Foto: Magnific.com/Freepik

Ini mungkin tanda yang paling membuatmu berpikir. Bayangkan jika hubungan tersebut berakhir. Apakah yang paling Anda takutkan adalah kehilangan orangnya, maupun kehilangan rutinitas, tempat bercerita, status sebagai pasangan, dan hayat yang sudah terbentuk?

Keduanya bisa terasa menyakitkan, tapi jawabannya dapat membantumu memahami apa yang sebenarnya Anda pertahankan. Tentu saja, satu pertanyaan saja tidak cukup untuk menentukan perasaanmu. Hubungan perlu dilihat secara keseluruhan, termasuk sepertiapa Anda merasa ketika berbareng maupun ketika membayangkan masa depan bersamanya.

Rasa cinta dalam hubungan jangka panjang tidak mesti selalu terasa seperti masa PDKT, Beauties. Perasaan memang dapat berubah bentuk. Deg-degan mungkin berkurang, tapi bisa digantikan oleh rasa aman, kepercayaan, kedekatan, dan komitmen.

Jadi, jangan langsung menganggap hubunganmu kehilangan cinta cuma karena sudah terasa biasa. Yang lebih krusial adalah melihat apakah Anda statis ada minat untuk mengenal, menghargai, mendukung, dan membangun hayat bersama.

Kalau yang hilang bukan sekadar rasa deg-degan, tapi juga kepedulian, keingintahuan, dan keinginan untuk terhubung, mungkin sudah waktunya Anda jujur kepada diri sendiri. Bukan untuk buru-buru memungut keputusan, tapi untuk memahami apa yang sebenarnya sedang Anda rasakan.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads