Tak cuma sekadar emosi jika Anda merasa bumi hari ini begitu banyak berubah, dan semuanya yang terasa lebih sulit sekarang. Dunia yang berubah secara cepat ikut membikin hayat kita semakin terasa berat. Hal ini tentu bisa sangat melelahkan, baik secara jasmani maupun mental.
Melansir dari Your Tango, ada beberapa karena kenapa itu bisa terjadi. Simak keterangan selengkapnya di bawah ini!
1. Algoritma Media Sosial Membuat Kita Jadi Lebih Mudah Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Ilustrasi merasa sedih sambil melihat ponsel/Foto: Freepik.com/jcomp
Zaman yang semakin terus berkembang seperti sekarang, membikin algoritma media sosial pun semakin pandai dalam memilih dan menampilkan konten yang dianggap menarik bagi kita. Meskipun konten tersebut bisa berasal dari orang yang tidak kita ikuti.
Algoritma akan terus menyajikan konten yang dinilai bisa menarik perhatian kita. Hal tersebut bisa berupa penampilan, corak hidup, hubungan, keluarga, hingga rumah impian. Setiap kali kita membuka media sosial, kita pun akan melihat orang-orang yang hidupnya tampak sempurna.
Hal ini tentu dapat membikin seseorang menjadi lebih gampang membandingkan kehidupannya dengan hayat orang lain yang ia rasa lebih beruntung. Perasaan demikian bisa membikin seseorang merasa kurang ceria dengan hidupnya.
2. Kita Masih Merasakan Dampak dari Pengalaman Hidup Selama Pandemi

Ilustrasi artikel COVID-19/Foto: Freepik.com/wirestock
Secara perasaan, pandemi COVID-19 terasa seperti baru saja, meski sudah enam tahun berlalu. Bagi banyak orang, masa pandemi merupakan pengalaman yang bermutu dan penuh tekanan.
Karena kita telah menghadapi beragam situasi sulit, mulai dari kehilangan orang yang dicintai, limitasi aktivitas dan karantina, hingga perdebatan mengenai vaksin. Semua pengalaman tersebut meninggalkan kesan yang mendalam, sehingga tidak gampang untuk dilupakan begitu saja.
Apalagi secara historis, pandemi telah menimbulkan kepanikan dan penderitaan dalam skala besar. Pengalaman selama pandemi telah meninggalkan kecemasan yang mendalam, terutama bagi Generasi Z. Banyak dari mereka statis berumur sekolah ketika pandemi terjadi, dan kini menjalani masa remaja hingga dewasa muda.
3. Otak Kita Tidak Dirancang untuk Menerima Banyak Informasi

Ilustrasi merasa stres saat melihat ponsel/Foto: Freepik.com/boryanam
Saat ini, banyak di antara kita yang merasa keteteran karena menghadapi begitu banyak hal. Seperti halnya fluktuasi iklim, ketidakstabilan ekonomi, dan krisis keuangan.
Ada begitu banyak keterangan tentang beragam masalah di bumi yang dapat kita lihat melalui layar setiap hari. Hal ini tentu dapat membikin kita merasa keteteran karena terus menerima banyak informasi.
Menurut sebuah laporan, manusia berevolusi untuk hidup dalam himpunan kecil yang terdiri dari orang-orang yang dikenal, dan merespons intimidasi yang muncul secara langsung dan gampang dikenali. Namun, evolusi teknologi digital membikin kita terhubung dengan lebih banyak orang dan peristiwa dari sebelumnya.
Akibatnya, otak dan tubuh tidak gampang membedakan mana yang benar-benar merupakan ancaman, mana yang perlu mendapatkan perhatian, dan mana yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan.
4. Segala Sesuatu Semakin Mahal dan Sulit untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup

Ilustrasi merasa stres karena pekerjaan/Foto: Freepik.com/DC Studio
Saat ini biaya hidup semakin tinggi, sehingga banyak orang merasa mesti bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian orang ada yang menambah jam kerja maupun memungut pekerjaan sampingan. Akibatnya, waktu untuk diri sendiri dan berbareng orang-orang terdekat pun menjadi semakin berkurang.
Selain itu, beragam masalah yang mengganggu pikiran seperti sulitnya memiliki tempat tinggal yang terjangkau, mendapatkan gaji yang layak, dan bayar utang yang terus menumpuk tanpa tahu kapan benar-benar lunas.
5. Kita Terpapar Berita Buruk Setiap Hari

Ilustrasi merasa terkejut saat melihat ponsel/Foto: Freepik.com/wayhomestudio
Setiap hari, kita terus melihat beragam peristiwa buruk yang terjadi di beragam bagian bumi saat membuka ponsel maupun menyalakan TV. Entah itu berita tentang perang, bencana alam, krisis iklim, kehancuran, kriminal, dan lain sebagainya. Berita negatif tersebut seolah-olah tidak ada habisnya.
Kita sebenarnya tidak dirancang untuk menyaksikan begitu banyak penderitaan setiap hari. Karena kebiasaan terus-menerus melihat dan membaca berita buruk yang ada di beragam tempat di seluruh bumi tersebut bisa menguras daya kita dan membikin capek secara mental.
Itulah beberapa karena kenapa hayat kini terasa lebih sulit dan melelahkan mental dibandingkan dulu. Semoga keterangan di atas dapat bermanfaat.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)