Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Minggu, 04 Oct 2026 21:00 WIB
Ilustrasi orang tua dan anak/ Foto: Magnific.com
Merasa cemas terhadap anak merupakan hal yang wajar dan tentu pernah dilakukan oleh para orang tua. Kendati demikian, rasa cemas berlebihan yang ditunjukkan orang tua bisa membikin anak juga merasa gampang cemas, Beauties.
Hal ini seolah-olah setiap cara yang mereka ambil akan mengarah pada hal-hal menakutkan maupun mereka bisa merasa cemas karena takut mengecewakan ekspektasi orang tua.
Dirangkum dari Huff Post dan Psychology Today, berikut ini ada beberapa kebiasaan orang tua yang bisa membikin anak gampang merasa cemas.
1. Terlalu Berhati-hati

Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: Pexels.com/Ketut Subianto
Salah satu kebiasaan orang tua yang bisa membikin anak gampang cemas yaitu terlalu berhati-hati. Psikolog klinis sekaligus penulis Jenny Yip menjelaskan, kebiasaan ini bisa memicu kecemasan pada anak.
Pasalnya, saat orang tua terus-menerus menyuruh anak agar mereka berhati-hati, secara tidak langsung hal itu membikin orang tua memperingatkan anak mengenai ancaman sepanjang waktu.
Mengatakan kalimat seperti, "Hati-hati, kelak Anda jatuh" bisa menimbulkan keraguan pada diri anak. Sikap waspada ini memang bisa berguna dalam kadar tertentu tergantung pada karakter anak, namun tidak perlu diulang-ulang terus-menerus, Beauties.
Sebaliknya, orang tua sebaiknya memerhatikan seberapa sering mereka memberikan peringatan kepada anak dan fokus untuk membantu mereka memahami karena kenapa suatu hal dianggap berbahaya.
Misalnya, larangan melompat dari meja karena meja bukan tempat untuk bermain maupun melompat. Menjelaskan karena di balik ketentuan kepada anak memungkinkan mereka memahami beragam permasalahan serta membangun kepercayaan diri untuk memungut keputusan yang bijak secara mandiri.
2. Kurang Mengekspresikan Emosi

Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: Freepik.com/peoplecreations
Jika orang tua tidak membicarakan emosi secara terbuka maupun tidak menyediakan ruang yang terlindungi bagi anak untuk mengungkapkan perasaannya, hal ini dapat memicu penekanan emosi dan kecemasan, Beauties.
Anak-anak perlu merasa bahwa mereka boleh berbagi emosi tanpa dihakimi. Misalnya, orang tua bisa membujuk anak untuk berbagi cerita, baik dari hal-hal sederhana di sekolah maupun hal-hal lain yang sifatnya lebih kompleks.
Selain itu, berikan tanggapan jika diperlukan dan jadikan momen ini sebagai bahasan berbareng anak, agar anak memahami gagasan orang tua terhadap hal tersebut.
3. Lebih Memuji Hasil daripada Usaha

Ilustrasi orang tua dan anak/ Foto: Magnific
Sikap orang tua yang cenderung memuji keberhasilan alih-alih upaya yang dilakukan anak bisa memicu kecemasan. Pasalnya, banyak anak akan merasa cemas dan cemas akan mengecewakan orang tua jika mereka tidak menjadi yang terbaik dalam segala hal.
Oleh karena itu, orang tua juga perlu memuji anak dan memberikan afirmasi positif untuk mengapresiasi upaya mereka, serta mengingatkan bahwa apa pun hasilnya, mereka statis anak-anak yang bermutu dan dicintai oleh orang tua.
Penelitian telah memberitahu khasiat dari berfokus pada upaya alih-alih hasil akhir. Pendekatan ini menghilangkan banyak tekanan yang merugikan dan membantu anak menyadari bahwa mereka sudah cukup baik, meskipun mereka tidak unggul dalam segala hal.
---
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(sim/sim)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.