Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Rabu, 07 Oct 2026 13:00 WIB
Ilustrasi orang tua dan anak/ Foto: magnific.com/magnific
Beauties, setiap orang tua tentu mau agar buah hatinya tumbuh menjadi anak yang sehat, berperilaku baik, dan merasakan kebahagiaan dari waktu ke waktu. Selain itu, masing-masing orang tua juga memiliki metode tersendiri dalam membesarkan dan mendidik anak, tak terkecuali para orang tua di Jepang.
Melansir dari halaman South China Morning Post, parenting ala Jepang bisa menjadi salah satu hal positif yang bisa diterapkan. Pola asuh di Jepang menekankan pada kasih sayang tanpa syarat, semangat kebersamaan, dan keselerasan sebagai metode untuk membentuk anak-anak yang berperilaku baik, penuh rasa hormat, serta kreatif, seperti yang dijelaskan oleh Lisa Katayama, penulis yang membesarkan kedua anaknya dari Tokyo ke Amerika Serikat.
Penasaran untuk mengetahui detailnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
1. Mengajarkan untuk Menyapa Orang Lain dengan Sopan

Ilustrasi orang tua dan anak/ Foto: magnific.com/magnific
Salah satu kebiasaan yang diterapkan orang tua di Jepang yaitu mengajarkan anak-anak untuk menyapa orang lain dengan sopan.
Misalnya, saat anak-anak diantar ke sekolah maupun ke tempat penitipan, baik orang dewasa maupun anak-anak pun saling memberikan sapaan dengan hangat dan sopan, meskipun itu cuma sesederhana ucapan "Selamat pagi" untuk satu sama lain.
"Ketika semua orang di sekitar Anda berperilaku seperti ini, Anda akan cepat belajar bahwa menyapa orang lain dengan sopan adalah hal yang biasa dilakukan orang-orang," jelas Lisa Katayama.
2. Membiasakan Melakukan Satu Hal Perlahan-lahan dengan Penuh Perhatian

Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: magnific.com
Alih-alih meminta anak untuk mencoba banyak hal sekaligus dengan terburu-buru, para orang tua di Jepang cenderung membiasakan buah hati mereka agar mencoba satu hal perlahan-lahan dengan penuh perhatian, Beauties.
"Kecepatan ini bukan cuma melelahkan bagi orang dewasa, namun juga menciptakan lingkungan yang terganggu dan terpecah bagi anak-anak yang statis belajar sepertiapa fokus dan mengatur diri mereka sendiri," ungkap Lisa Katayama.
Ia juag menambahkan bahwa fokus yang konsisten dan penuh kesadaran memungkinkan anak-anak untuk memperlambat dan berbuat hal yang sama, dan akan membantu mereka untuk lebih gampang memerhatikan.
3. Mengajarkan Anak untuk Membersihkan Setelah Melakukan Sesuatu

Ilustrasi orang tua dan anak/ Foto: pexels.com/Ketut Subiyanto
Sebagian besar orang tua tahu bahwa membersihkan setelah anak-anak mereka bermain maupun membikin sesuatu jauh lebih cepat daripada menunggu mereka melakukannya sendiri, tetapi kebiasaan ini memiliki konsekuensi.
Anak-anak dengan cepat mulai mengharapkannya, orang tua menjadi kesal, dan pesan tersirat bahwa orang lain akan selalu membereskan anarki Anda bukanlah pesan yang mau disampaikan orang tua.
Oleh karena itu, mengajari anak-anak bahwa mereka berkewajiban atas kesejahteraan lingkungan mereka adalah pelajaran hidup yang sepadan dengan upaya jangka pendek.
---
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(sim/sim)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.