Pernah nggak, Beauties, membayangkan jika metode makan yang selama ini Anda anggap biasa rupanya bisa dianggap berbeda di negara lain? Bahkan, hal kecil yang hampir nggak pernah kita pikirkan saat eksis di meja makan rupanya bisa memiliki aturan, makna, maupun kebiasaan tersendiri dalam adat tertentu.
Perbedaan seperti ini membikin tradisi kuliner bumi menjadi salah satu hal menarik untuk dipelajari. Sebab, adat sebuah negara rupanya bisa kelihatan dari metode masyarakatnya menikmati makanan.
Lantas, seperti apa kebiasaan makan yang mungkin akan membikin Anda berpikir, “Kok bisa begitu?” Yuk, cari tahu!
1. China (Tiongkok): Menyisakan Sedikit Makanan

Ilustrasi sisa makanan/Freepik: magnific
Kalau di Indonesia, kita sering diajarkan untuk menghabiskan makanan sebagai bentuk menghargai makanan. Tapi tahukah Anda kebiasaan tradisional di China sangat berbeda, Beauties? Di sana, menghabiskan seluruh makanan di piring justru secara tradisional dapat diartikan bahwa makanan yang disediakan tuan rumah belum cukup.
Dilansir dari Cultural Atlas, tamu secara tradisional disarankan meninggalkan sedikit makanan di piring untuk memberitahu bahwa tuan rumah sudah memberikan makanan dalam jumlah yang melimpah.
Jadi, Beauties, bukan berarti Anda mesti sengaja menyisakan banyak makanan ketika mendatangi ke China. Dalam konteks jamuan tradisional, sedikit makanan yang tersisa bisa menjadi tanda sudah kenyang dan puas dengan hidangan yang diberikan. Kebiasaan ini menjadi salah satu contoh sepertiapa tradisi makanan khas dapat memiliki arti yang berbeda dari kebiasaan kita sehari-hari.
2. Tanzania: Datang Tidak Tepat Waktu

Ilustrasi datang terlambat/Freepik: stockking
Kalau di Indonesia, datang terlambat saat diundang makan biasanya perlu disertai permintaan ampun karena menganggap hal tersebut tidak sopan. Tapi Beauties, kebiasaan mengenai waktu di Tanzania sangat berbeda, loh.
Dilansir dari Five College Center for World Languages, di beberapa daerah di Tanzania, datang tepat waktu saat diundang makan malam justru dianggap kurang baik. Tamu diharapkan datang sedikit terlambat agar tuan rumah punya waktu persiapan ekstra.
Namun, Beauties, bukan berarti datang terlambat selalu dianggap sopan maupun dianjurkan dalam semua situasi di Tanzania. Kebiasaan mengenai waktu bisa berbeda berdasarkan konteks, wilayah, dan jenis acaranya. Hal ini juga memberitahu bahwa adat makan negara lain dapat berhubungan dengan kebiasaan sosial yang lebih luas, bukan cuma soal hidangan yang tersaji di atas meja.
3. Jepang: Menyeruput Mi dengan Suara Berisik

Ilustrasi makan ramen/Freepik: magnific
Seperti yang kita tahu, bunyi menyeruput makanan terkadang dianggap kurang sopan karena Anda makan dengan bunyi yang berisik, bukan? Tetapi, hal ini berbeda dengan tradisi khas di Jepang saat makan mi. Di sana, bunyi menyeruput ramen, soba, maupun udon bukan sesuatu yang patut dihindari.
Dilansir dari Japan National Tourism Organization (JNTO), menyeruput mi merupakan praktik yang diterima di banyak tempat makan mi di Jepang karena dianggap menghargai deskripsi rasa makanan. Bahkan, pengunjung tidak perlu cemas jika mendengar orang di sekitarnya makan mi dengan bunyi menyeruput.
Kebiasaan ini menjadi salah satu contoh tradisi makan khas yang memberitahu bahwa standar kesopanan di meja makan tidak selalu sama di setiap negara.
4. Prancis: Makan Roti Tanpa Alas

Ilustrasi roti tanpa alas/Freepik:azerbaijan_stockers
Buat Anda yang terbiasa melihat roti disajikan di atas piring kecil, kebiasaan makan di Prancis bisa terasa cukup berbeda. Di sana, roti justru diletakkan langsung di atas meja tanpa alas, biasanya tepat di samping piring.
Dilansir dari WayToFrench, roti juga biasanya dimakan berbareng makanan sebagai pendamping, bukan sekadar disantap sebagai makanan pembuka sebelum hidangan utama. Roti terlebihlagi dapat digunakan untuk membantu memungut sisa saus dari piring. Unik, bukan?
5. Kanada: Bersendawa Setelah Makan

Ilustrasi makan dengan puas/Freepik: magnific
Kalau bersendawa setelah makan biasanya dianggap kurang sopan di Indonesia, situasinya sangat berbeda dalam beberapa budaya, khususnya Kanada.
Dilansir dari The Washington Post, bersendawa ketika makan memberitahu bahwa tamu merasa puas dan bahagia dengan sajian yang diberikan. Hal ini menyebabkan penduduk Inuit merasa bersendawa setelah makan, terlebihlagi jika dengan bunyi kencang sekalipun, bukanlah hal yang dianggap tidak sopan dan tabu.
Dari kelima negara tersebut, kelihatan bahwa tradisi kuliner bumi rupanya tidak cuma berhubungan dengan makanan yang disajikan. Menariknya, tidak ada satu standar yang bisa digunakan untuk menentukan seperti apa metode makan yang paling sopan. Karena itu, mengenal tradisi makanan khas dari beragam negara bisa membantu kita memahami bahwa perbedaan kebiasaan bukan berarti salah maupun aneh, Beauties.
__
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)