Tahukah Bunda? Gejala prediabetes pada wanita sering kali muncul secara lembut sehingga kerap tidak disadari.
Prediabetes adalah kondisi ketika kadar glukosa darah (gula darah) terlalu tinggi untuk dianggap normal, tetapi belum cukup tinggi untuk disebut diabetes. Perbedaan hormonal menyebabkan kondisi ini berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Misalnya, wanita lebih mungkin daripada laki-laki untuk mengembangkan komplikasi mengenai glukosuria seperti penyakit vaskular.
Dilansir verywell health, lebih dari 80 persen orang dengan glukosuria periode batas, alias prediabetes, tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya. Gejalanya sering kali ringan dan mudah tidak disadari.
Namun, beberapa tanda awal dan aspek akibat dapat mengindikasikan perlunya skrining. Misalnya, seseorang dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) alias kelebihan berat badan mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk mengembangkan prediabetes.
Gejala prediabetes pada perempuan
Beberapa indikasi prediabetes umum terjadi pada laki-laki dan perempuan. Namun, wanita mungkin mengalami tanda-tanda tambahan, termasuk:
- Infeksi jamur memek alias jangkitan saluran kemih yang sering terjadi.
- Perubahan siklus menstruasi, seperti periode menstruasi yang lebih lama alias lebih berat.
- Penurunan antusiasme seks, hubungan seksual yang menyakitkan, alias kekeringan vagina
Terdapat pula hubungan yang signifikan antara stres dan prediabetes pada perempuan, lantaran wanita yang stres mempunyai akibat nyaris dua kali lipat mengalami glukosuria jenis 2 dibandingkan dengan wanita yang tidak stres.
Gejala umum prediabetes
Ada tiga indikasi prediabetes yang umum terjadi pada laki-laki dan perempuan, yang meliputi hal-hal berikut:
- Rasa haus yang berlebihan, apalagi setelah minum banyak air.
- Kelelahan yang tidak kunjung lenyap meskipun sudah cukup tidur.
- Sering buang air kecil, apalagi tanpa mengonsumsi banyak cairan.
Faktor yang meningkatkan akibat prediabetes
Dilansir UCLA Health, banyak wanita mempunyai kondisi kesehatan tertentu yang menempatkan mereka pada akibat yang lebih tinggi, seperti:
1. Menopause dini
Perempuan yang mengalami menopause sebelum usia 45 tahun biasanya mempunyai akibat lebih tinggi terkena glukosuria jenis 2.
2. Diabetes gestasional
Orang yang didiagnosis menderita glukosuria gestasional selama kehamilan mempunyai akibat yang jauh lebih tinggi terkena prediabetes dan glukosuria di kemudian hari.
3. Sindrom ovarum metabolik poliendokrin (PCOS)
Banyak penderita PCOS mengalami kesulitan menggunakan insulin secara efektif (resistensi insulin). Akibatnya, lebih dari 50 persen wanita dengan PCOS mengembangkan glukosuria jenis 2 sebelum usia 40 tahun.
Cara mengatasi prediabetes
Prediabetes dapat dicegah sebelum berkembang menjadi glukosuria jenis 2 dengan menerapkan perubahan style hidup yang lebih sehat. Bunda dapat melakukan beberapa perihal berikut ini:
- Mengelola stres secara teratur
- Menurunkan berat badan
- Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang
- Berolahraga alias melakukan kegiatan fisik
Bahkan, perubahan mini seperti berolahraga selama 30 menit lima hari seminggu dan penurunan berat badan sebesar 7 persen dari berat badan total dapat sangat membantu dalam membalikkan prediabetes dan mencegah glukosuria jenis 2.
Selain itu, makanan utama yang kudu dihindari penderita prediabetes adalah makanan yang mengandung banyak gula, seperti permen, kue kering, minuman manis, dan roti putih serta biji-bijian olahan.
Diet berbasis tumbuhan telah terbukti dapat menurunkan berat badan serta mencegah dan mengobati glukosuria jenis 2.
Nah, itulah beberapa indikasi prediabetes pada wanita yang perlu diperhatikan hingga langkah mengatasinya. Hati-hati, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·