Jakarta -
Punya penghasilan besar bukan satu-satunya kunci menjadi kaya. Banyak orang dengan kondisi finansial yang baik justru membangun kekayaannya lewat kebiasaan mengelola duit secara konsisten dan terencana.
Salah satu perbedaan orang kaya adalah langkah mereka memandang uang. Mereka tidak hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mempunyai tujuan jangka panjang agar kekayaan terus bertumbuh dari waktu ke waktu.
Dengan mempunyai rencana finansial yang jelas, seseorang bakal lebih mudah mengatur penghasilan, menentukan prioritas, dan membangun aset. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan kondisi finansial yang lebih stabil di masa depan.
Lantas, kebiasaan seperti apa yang dapat Bunda ikuti dalam mengelola keuangan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
3 Kebiasaan orang kaya dalam mengelola keuangan
Dilansir laman Jim Rohn, belajarlah untuk hidup dengan 70 persen dari pendapatan setelah pajak Bunda. Kemudian, krusial untuk memandang gimana Bunda mengalokasikan sisa 30 persennya. Berikut pembagian yang dapat Bunda ikuti:
1. Menyisihkan untuk amal
Dari 30 persen yang tidak dihabiskan, sepertiga kudu digunakan untuk amal. Memberikan kontribusi 10 persen dari pendapatan setelah pajak adalah jumlah yang baik untuk dianggarkan.
2. Investasi modal
Dengan 10 persen berikutnya dari pendapatan setelah pajak, Bunda bakal mengumpulkan kekayaan. Ini adalah duit yang bakal digunakan untuk membeli, memperbaiki, memproduksi, alias menjual. Kuncinya adalah terlibat dalam perdagangan, apalagi jika hanya secara paruh waktu.
Jadi gimana Bunda bisa membangun kekayaan? Ada banyak cara. Biarkan khayalan yang berkeliaran.
Lihatlah dari dekat keahlian yang Bunda kembangkan di tempat kerja alias melalui hobi. Bunda mungkin dapat mengubahnya menjadi perusahaan yang menguntungkan.
Selain itu, Bunda juga dapat belajar membeli produk dalam jumlah grosir dan menjualnya secara eceran. Atau membeli properti dan memperbaikinya.
Gunakan 10 persen tersebut untuk membeli peralatan, produk, alias aset yang bisa mendukung langkah awal Bunda. Mulailah dari yang ada, lantaran tidak ada yang tahu potensi luar biasa dalam diri Bunda, daripada hanya menunggu kesempatan untuk berkembang.
3. Tabungan
Sepuluh persen terakhir disarankan untuk dimasukkan ke dalam tabungan. Langkah ini adalah salah satu bagian paling menarik dari rencana kekayaan Bunda lantaran dapat menawarkan ketenangan pikiran dengan mempersiapkan masa depan.
Sebagai contoh, ada dua orang yang sama-sama berpenghasilan US$1.000 per bulan alias setara dengan Rp16,5 juta. Keduanya menerima kenaikan penghasilan dengan jumlah yang sama setiap tahunnya. Namun, mereka mempunyai langkah yang berbeda dalam mengelola uang.
Orang pertama menghabiskan uangnya lebih dulu, lampau menabung jika tetap ada sisa. Sebaliknya, orang kedua selalu menyisihkan duit untuk ditabung terlebih dahulu, kemudian menggunakan sisanya untuk memenuhi kebutuhan.
Setelah 20 tahun berlalu, hasilnya sangat berbeda. Orang yang terbiasa menghabiskan duit terlebih dulu hidup berkekurangan, sedangkan orang yang mengutamakan menabung sukses membangun kekayaan.
Jadi, ingatlah bahwa memberi, berinvestasi, dan menabung, seperti segala corak disiplin, mempunyai pengaruh yang halus.
Pada akhir hari, minggu, bulan, hasilnya nyaris tidak terlihat. Tapi biarkan lima tahun berlalu dan perbedaannya menjadi nyata. Pada akhir 10 tahun, perbedaannya sangat dramatis.
Nah, itulah beberapa kebiasaan orang kaya dalam mengelola keuangan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·