Tipu Daya Iblis Terhadap Orang Miskin, Merasa Paling Zuhud Hingga Gemar Meminta-minta

Jul 05, 2026 08:00 AM - 17 jam yang lalu 862

Amalan terhindari dari perbuatan maksiat. Ilustrasi

Kincai Media ,JAKARTA -- Kemiskinan bukan berfaedah seseorang terbebas dari bujukan setan. Dalam literatur klasik Islam dijelaskan bahwa setan juga mempunyai beragam tipu daya untuk menyesatkan orang miskin, mulai dari mendorong kebiasaan meminta-minta tanpa kebutuhan, menampilkan kemiskinan demi pujian, hingga menumbuhkan emosi lebih mulia lantaran menganggap dirinya lebih zuhud daripada orang kaya.

Jamaluddin Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali, Al Qurasyi, Al Baghdadi yang dikenal sebagai Ibnul Jauzi dalam karyanya kitab Talbis Iblis menjelaskan bahwa orang-orang miskin pun tidak luput dari tipu daya iblis. Di antara mereka ada yang sengaja menampakkan diri sebagai orang miskin, padahal sebenarnya kaya. Jika seseorang terus-menerus menengadahkan tangan kepada orang lain dan mengemis, berfaedah dia memperbanyak bara api neraka.

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa meminta-minta kekayaan manusia lantaran mau memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya dia meminta bara api neraka. Karena itu, terserah apakah dia meminta sedikit alias banyak." (HR Imam Muslim)

Jika orang itu tidak memperoleh sesuatu dari orang lain, lampau dia menampakkan kemiskinannya agar dianggap sebagai orang yang zuhud, berfaedah dia telah melakukan riya.

Jika dia menyembunyikan nikmat Allah yang ada padanya, dan dengan menampakkan kemiskinan itu dia merasa tidak bertanggung jawab mengeluarkan sedekah, berfaedah selain berkarakter bakhil, dia juga seakan-akan mengadukan keadaan dirinya kepada Allah.

Namun, jika seseorang betul-betul miskin, maka yang semestinya dia lakukan adalah menyembunyikan kemiskinannya dan bersikap sewajarnya. Di antara orang-orang salaf ada yang membawa anak kunci agar orang lain mengira dia mempunyai rumah, padahal dia tidak menetap di mana pun selain di masjid.

Di antara tipu daya setan terhadap orang miskin adalah membikin mereka merasa lebih baik daripada orang lain lantaran menganggap dirinya zuhud, sesuatu yang menurutnya tidak dimiliki oleh orang kaya. Tentu dugaan ini keliru, lantaran ukuran kebaikan bukan terletak pada ada alias tidaknya harta, melainkan pada sikap hati dan kebaikan yang menyertainya.

Selengkapnya