Ilustrasi Kiamat.
Kincai Media , JAKARTA— Percaya terhadap hari akhir merupakan rukun ketaatan kelima yang sangat utama. Ada beberapa faedah dan kerugian di kembali ketaatan terhadap hari tersebut.
Di antara buah keagamaan yang paling agung kepada hari akhir adalah ketenangan hati seorang mukmin ketika menghadapi musibah.
Ketika dia kehilangan sesuatu dari kenikmatan dunia, dia bakal mengingat bahwa Allah bakal menggantinya dengan jawaban yang jauh lebih baik di akhirat. Allah SWT berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍۢ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍۢ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ ١٥٥
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۭ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ ١٥٦
“Dan Kami pasti bakal menguji Anda dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita ceria kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang andaikan ditimpa musibah, mereka berkata "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (QS Al-Baqarah: 155–156).
Dalam sebuah sabda qudsi, Allah SWT berfirman kepada para malaikat ketika mereka mencabut nyawa anak seorang hamba-Nya:
قبضتم ولد عبدي؟ فيقولون: نعم، فيقول: قبضتم ثمرة فؤاده؟ فيقولون: نعم، فيقول: ماذا قال عبدي؟ فيقولون: حمدك واسترجع، فيقول الله: ابنوا لعبدي بيتًا في الجنة وسموه بيت الحمد
"Apakah kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?" Mereka menjawab, "Ya." Allah berfirman, "Apakah kalian telah mengambil buah hatinya?" Mereka menjawab, "Ya." Allah bertanya lagi, "Apa yang diucapkan hamba-Ku?" Mereka menjawab, "Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja' (Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn)." Maka Allah berfirman, "Bangunkanlah untuk hamba-Ku sebuah rumah di surga dan namakanlah rumah itu Baitul Hamd (Rumah Pujian)." (HR At-Tirmidzi, beliau menilai sabda ini hasan).
English (US) ·
Indonesian (ID) ·