Tata Shalat Sunnah Fajar Lengkap: Niat, Keutamaan, Bacaan, dan DoanyaKincai Media – Shalat sunnah fajar alias qabliyah Subuh merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Shalat ini terdiri dari dua rakaat dan dikerjakan setelah masuk waktu Subuh, sebelum shalat Subuh berjamaah.
Keistimewaan shalat sunnah fajar begitu besar hingga Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya, baik ketika bermukim maupun saat bepergian.
Niat Shalat Sunnah Fajar
Niat dilakukan di dalam hati berbarengan dengan takbiratul ihram. Berikut lafaz niat yang biasa dibaca:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal-fajri rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah fajar dua rakaat lantaran Allah Ta’ala.”
Tata Cara Shalat Sunnah Fajar
Cara mengerjakannya sama seperti shalat sunnah pada umumnya, yaitu:
- Berniat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca angan iftitah (jika dikehendaki).
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah alias ayat Al-Qur’an.
- Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud.
- Berdiri untuk rakaat kedua.
- Mengulangi referensi sebagaimana rakaat pertama.
- Tasyahud akhir.
- Salam.
Yang membedakan shalat sunnah fajar adalah Rasulullah ﷺ mengerjakannya dengan ringan, tanpa memanjangkan bacaan, namun tetap memenuhi seluruh rukun dan syarat shalat.
Hal ini sebagaimana sabda dari Sayyidah Hafshah r.a.:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ حَفْصَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنْ الْأَذَانِ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلَاةُ
Artinya: “Dari Ibnu Umar, bahwa Hafshah Ummul Mukminin menceritakan, andaikan muazin telah selesai mengumandangkan azan Subuh dan waktu Subuh telah masuk, Rasulullah ﷺ melaksanakan dua rakaat yang ringan sebelum shalat Subuh didirikan.”
Keutamaan Shalat Sunnah Fajar
Keutamaan terbesar shalat sunnah fajar dijelaskan dalam sabda sahih berikut:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Artinya: “Dua rakaat shalat sunnah fajar lebih baik daripada bumi dan seluruh isinya.”
Betapa agungnya ibadah ini. Hanya dua rakaat yang dikerjakan dalam waktu singkat, namun nilainya melampaui seluruh kenikmatan dunia.
Selanjutnya, terdapat riwayat yang menyebutkan:
مَنْ صَلَّى سُنَّةَ الْفَجْرِ فِي بَيْتِهِ يُوَسَّعُ لَهُ رِزْقُهُ وَيَقِلُّ الْمُنَازَعَةُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَهْلِهِ وَيُخْتَمُ لَهُ بِالْإِيمَانِ
Artinya: “Barang siapa mengerjakan shalat sunnah fajar di rumahnya, maka bakal dilapangkan rezekinya, diperkecil perselisihan dengan keluarganya, dan ditutup hidupnya dengan membawa iman.”
Namun, para ustadz sabda menjelaskan bahwa riwayat ini tidak termasuk sabda sahih, sehingga tidak dapat dijadikan dasar utama dalam menetapkan keistimewaan shalat sunnah fajar. Keutamaan yang paling kuat dan disepakati adalah sabda sahih bahwa dua rakaat fajar lebih baik daripada bumi dan seisinya.
Surah yang Dianjurkan Dibaca
Dalam kitab I’anatut Thalibin dijelaskan bahwa dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
وَقِرَاءَةُ الْكَافِرُونَ وَالْإِخْلَاصِ فِيهِمَا…
Artinya: “Disunnahkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua, berasas sabda yang diriwayatkan Imam Muslim dan lainnya.”
Selain itu, sebagian ustadz juga menyebut sunnah membaca:
- QS. Al-Baqarah ayat 136 pada rakaat pertama.
- QS. Ali Imran ayat 64 pada rakaat kedua.
Sebagaimana disebutkan dalam kitab I’anah Thalibin;
وقراءة الكافرون والإخلاص فيهما أي السورة الأولى في الركعة الأولى والثانية في الثانية لخبر مسلم وغيره من الغير ما رواه البيهقي عن عائشة رضي الله عنها نعم السورتان هما تقرآن في الركعتين قبل الفجر قل يأيها الكافرون وقل هو الله أحد
Artinya; “Membaca surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam keduanya ialah surah pertama di rakaat pertama dan surah kedua di rakaat kedua lantaran sabda yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan lainnya sebagaimana pula diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dari sayyidah ‘Aisyah ra; sebaik-baiknya surah yang dibaca dalam dua rakaat shalat sunnah fajar adalah surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas”
Lebih jauh, Sebagian ustadz juga menukil pendapat mengenai kebiasaan membaca Surah Al-Insyirah dan Surah Al-Fil pada shalat sunnah fajar. Surat ini menjadi pengganti jika tidak bisa alias ada keterbatasan saat membaca surat al-baqarah alias Ali Imran
Doa Setelah Shalat Fajar
Setelah shalat fajar, dianjurkan membaca angan yang termaktub dalam riwayat Imam Thabrani;
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي بِهَا قَلْبِي، وَتَجْمَعُ بِهَا شَمْلِي، وَتَلُمُّ بِهَا شَعَثِي، وَتَرُدُّ بِهَا أُلْفَتِي، وَتُصْلِحُ بِهَا دِينِي، وَتَحْفَظُ بِهَا غَائِبِي، وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِي، وَتُزَكِّي بِهَا عَمَلِي، وَتُبَيِّضُ بِهَا وَجْهِي، وَتُلْهِمُنِي بِهَا رُشْدِي، وَتَعْصِمُنِي بِهَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ. اللَّهُمَّ أَعْطِنِي إِيمَانًا صَادِقًا، وَيَقِينًا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ، وَرَحْمَةً أَنَالُ بِهَا شَرَفَ كَرَامَتِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْفَوْزَ عِنْدَ اللِّقَاءِ، وَمَنْزِلَ الشُّهَدَاءِ، وَعَيْشَ السُّعَدَاءِ، وَمُرَافَقَةَ الْأَنْبِيَاءِ، وَالنَّصْرَ عَلَى الْأَعْدَاءِ.
Allāhumma innī as’aluka raḥmatan min ʿindik, tahdī bihā qalbī, wa tajmaʿu bihā shamlī, wa talummu bihā shaʿathī, wa taruddu bihā ulfatī, wa tuṣliḥu bihā dīnī, wa taḥfaẓu bihā ghā’ibī, wa tarfaʿu bihā shāhidī, wa tuzakkī bihā ʿamalī, wa tubayyiḍu bihā wajhī, wa tulhimunī bihā rushdī, wa taʿṣimunī bihā min kulli sū’.
Allāhumma aʿṭinī īmānan ṣādiqan, wa yaqīnan laysa baʿdahu kufr, wa raḥmatan anālu bihā sharafa karāmatika fī ad-dunyā wal-ākhirah. Allāhumma innī as’aluka al-fawza ʿinda al-liqā’, wa manzila ash-shuhadā’, wa ʿaysha as-suʿadā’, wa murāfaqata al-anbiyā’, wa an-naṣra ʿalā al-aʿdā’.
Artinya; Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya Engkau memberi petunjuk hatiku, menyatukan urusanku, memperbaiki keadaanku, mengembalikan keakrabanku, memperbaiki agamaku, menjaga yang tidak datang dariku, mengangkat derajatku, menyucikan amalanku, memutihkan wajahku, mengilhamkan petunjuk kepadaku, dan melindungiku dari segala keburukan.
Ya Allah, berikanlah kepadaku ketaatan yang betul dan kepercayaan yang tidak diikuti kekafiran, serta rahmat yang dengannya saya meraih kemuliaan-Mu di bumi dan akhirat. Ya Allah, saya memohon kemenangan saat pertemuan, kedudukan para syuhada, kehidupan orang-orang bahagia, kebersamaan dengan para nabi, dan pertolongan atas musuh-musuh.
اللَّهُمَّ أَنْزَلْتُ بِكَ حَاجَتِي، وَإِنْ قَصُرَ رَأْيِي وَضَعُفَ عَمَلِي، وَافْتَقَرْتُ إِلَى رَحْمَتِكَ، فَأَسْأَلُكَ يَا قَاضِيَ الْأُمُورِ وَيَا شَافِيَ الصُّدُورِ كَمَا تُجِيرُ بَيْنَ الْبُحُورِ أَنْ تُجِيرَنِي مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ وَمِنْ دَعْوَةِ الثُّبُورِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقُبُورِ. اللَّهُمَّ مَا قَصُرَ عَنْهُ رَأْيِي وَضَعُفَ مِنْهُ عَمَلِي وَلَمْ تَبْلُغْهُ أُمْنِيَّتِي مِنْ خَيْرٍ وَعَدْتَهُ أَحَدًا مِنْ عِبَادِكَ أَوْ خَيْرًا أَنْتَ مُعْطِيهِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ فَإِنِّي أَرْغَبُ إِلَيْكَ فِيهِ وَأَسْأَلُكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا هَادِينَ مَهْدِيِّينَ غَيْرَ ضَالِّينَ وَلَا مُضِلِّينَ حِرْبًا لِأَعْدَائِكَ وَسِلْمًا لِأَوْلِيَائِكَ نُحِبُّ بِحُبِّكَ النَّاسَ وَنُعَادِي بِعَدَاوَتِكَ مَنْ خَالَفَكَ مِنْ خَلْقِكَ. اللَّهُمَّ هَذَا الدُّعَاءُ وَعَلَيْكَ الْإِجَابَةُ، وَهَذَا الْجُهْدُ وَعَلَيْكَ التُّكْلَانُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ. اللَّهُمَّ ذَا الْحَبْلِ الشَّدِيدِ وَالْأَمْرِ الرَّشِيدِ أَسْأَلُكَ الْأَمْنَ يَوْمَ الْوَعِيدِ وَالْجَنَّةَ يَوْمَ الْخُلُودِ مَعَ الْمُقَرَّبِينَ الشُّهُودِ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ وَالْمُوفِينَ بِالْعُهُودِ إِنَّكَ رَحِيمٌ وَدُودٌ وَإِنَّكَ تَفْعَلُ مَا تُرِيدُ.
Allāhumma anzaltu bika ḥājatī, wa in qaṣura ra’yī wa ḍaʿufa ʿamalī, wa افتaqartu ilā raḥmatik, fa-as’aluka yā qāḍiya al-umūr wa yā shāfī aṣ-ṣudūr, kamā tujīru bayna al-buḥūr an tujīranī min ʿadhābi as-saʿīr, wa min daʿwati ath-thubūr, wa min fitnati al-qubūr. Allāhumma mā qaṣura ʿanhu ra’yī wa ḍaʿufa minhu ʿamalī wa lam tablugh-hu umniyyatī min khayr waʿadtahu aḥadan min ʿibādik aw khayran anta muʿṭīhi aḥadan min khalqik fa-innī arghabu ilayka fīhi wa as’aluka yā rabba al-ʿālamīn.
Allāhumma ijʿalnā hādīn mahdiyyīn ghayra ḍāllīn wa lā muḍillīn ḥarban li-aʿdā’ika wa silman li-awliyā’ika nuḥibbu bi-ḥubbika an-nāsa wa nuʿādī bi-ʿadāwatika man khālafaka min khalqik. Allāhumma hādhā ad-duʿā’ wa ʿalayka al-ijābah, wa hādhā al-juhd wa ʿalayka at-tuklān, wa lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh.
Allāhumma dhā al-ḥabli ash-shadīd wal-amri ar-rashīd as’aluka al-amna yawma al-waʿīd wal-jannata yawma al-khulūd maʿa al-muqarrabīn ash-shuhūd war-rukkaʿ as-sujūd wal-mūfīna bil-ʿuhūd innaka raḥīmun wadūd wa innaka tafʿalu mā turīd.
Artinya; Ya Allah, kepada-Mu saya sandarkan kebutuhanku, meskipun lemah pikiranku dan sedikit amalanku, dan saya sangat memerlukan rahmat-Mu. Maka saya memohon kepada-Mu, wahai Yang Menetapkan segala urusan dan Penyembuh dada, sebagaimana Engkau menyelamatkan di antara lautan, selamatkanlah saya dari balasan neraka, dari angan kebinasaan, dan dari tuduhan kubur.
Ya Allah, apa yang tidak bisa dijangkau oleh pikiranku, lemah darinya amalanku, dan tidak sampai oleh angan-anganku berupa kebaikan yang Engkau janjikan kepada hamba-hamba-Mu alias yang Engkau berikan kepada makhluk-Mu, maka saya memohon kepada-Mu untuk itu, wahai Tuhan semesta alam.
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang memberi petunjuk dan mendapat petunjuk, tidak sesat dan tidak menyesatkan, memusuhi musuh-Mu dan berbaikan dengan wali-wali-Mu. Kami mencintai manusia lantaran cinta-Mu dan memusuhi orang yang menyelisihi-Mu. Ya Allah, inilah angan dan kepada-Mu jawabannya, ini upaya dan kepada-Mu tawakal, tiada daya dan kekuatan selain dengan Allah.
Wahai Pemilik kekuatan yang kokoh dan urusan yang lurus, saya memohon keamanan pada hari ancaman, surga pada hari keabadian berbareng orang-orang yang didekatkan, para saksi, orang-orang yang rukuk dan sujud, serta yang menepati janji. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Mencintai dan Engkau melakukan apa yang Engkau kehendaki.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·