Kisah Haru Ava, Bayi Terkecil di Australia yang Selamat dan Tumbuh Berkat Donor ASI

Jul 05, 2026 10:40 AM - 1 bulan yang lalu 28671

Seorang bayi yang diketahui mempunyai tubuh terkecil di Australia selamat setelah menerima donor ASI. Bayi Ava, yang lahir pada usia kehamilan 31 minggu 6 hari ini mendapat donor ASI lantaran Ava tidak dapat menerima ASI langsung dari ibunya.

Kisah Ava ini kembali menegaskan bahwa ASI krusial untuk bayi prematur, terutama bayi yang lahir dengan kondisi rentan dan memerlukan perawatan intensif.

Kisah bayi terkecil yang selamat usai menerima donor ASI

Chloe Chatfield, ibu dari bayi Ava sangat terbantu dengan sumbangan ASI. Bayi elok itu lahir prematur, nyaris dua bulan lebih awal akibat komplikasi kehamilan. Karena kondisi kesehatan tertentu, Chatfield tidak dapat memberikan ASI kepada bayinya.


"Karena kondisi kesehatan saya, saya tidak bisa memberikan ASI saya kepadanya. Jadi, adanya jasa itu sangat luar biasa,” katanya dilansir dari 7NEWS.

Ava lahir pada usia kehamilan 31 minggu 6 hari setelah komplikasi selama kehamilan. Ia mengaku berterima kasih lantaran jasa ASI donor memungkinkan Ava tetap memperoleh nutrisi yang dibutuhkan pada masa-masa awal kehidupannya.

Menurut Chatfield, keberadaan ASI donor membikin keluarganya lebih tenang lantaran Ava tetap dapat menerima faedah ASI meskipun tidak bisa mendapatkannya langsung dari sang ibu.

"Setidaknya kami mempunyai jasa itu sehingga dia tetap bisa mendapatkan semua yang dia butuhkan,” kata Chatfield.

Manfaat donor ASI untuk bayi prematur

ASI berkedudukan krusial dalam membantu bayi prematur memperkuat hidup dan tumbuh. Hal ini disampaikan Dokter neonatologi Royal Prince Alfred Hospital, Dr Meredith Ward. "ASI sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa bayi prematur," kata Ward.

Ini terungkap dalam sejumlah penelitian. Salah satunya penelitian yang dipimpin organisasi donor darah dan ASI Australia, Australian Red Cross Lifeblood, dan diterbitkan dalam Journal of Paediatrics and Child Health. 

Studi itu meneliti lebih dari 4.300 bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 32 minggu di 15 rumah sakit di Australia dan Selandia Baru. Hasilnya menunjukkan bahwa kasus Necrotising Enterocolitis (NEC) menurun lebih dari sepertiga setelah jasa ASI donor nasional diperkenalkan.

NEC adalah salah satu komplikasi paling serius yang memengaruhi bayi prematur. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan usus, jangkitan berat, hingga kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Para peneliti menemukan bahwa akses yang konsisten terhadap donor ASI dapat membantu menurunkan akibat terjadinya NEC pada bayi-bayi yang paling rentan.

Peneliti menjelaskan bahwa NEC menjadi salah satu komplikasi paling serius pada bayi prematur. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan usus berat, infeksi, hingga kematian.

Menurut Ward, banyak master neonatologi pernah menangani bayi yang meninggal akibat kondisi tersebut. Karena itu, kesiapan ASI donor dinilai menjadi salah satu upaya krusial untuk membantu melindungi bayi prematur dari akibat komplikasi yang berbahaya.

Sejak diluncurkan pada tahun 2018, jasa donor ASI Lifeblood telah mendistribusikan lebih dari 309 ribu botol ASI donor dan membantu lebih dari 8.000 bayi di unit perawatan intensif neonatal di Australia.

Saat ini jasa tersebut memasok kebutuhan lebih dari 46 rumah sakit di beragam daerah Australia.

Kepala penelitian ASI Lifeblood, Dr. Laura Klein, mengatakan permintaan ASI donor terus meningkat. "Kami sekarang memerlukan sekitar 5.000 liter ASI donor setiap tahun,” kata Klein.

Apa kelebihan dari ASI untuk bayi prematur?

Donor ASI memberikan faedah untuk bayi prematur, selain itu para peneliti juga tengah mempelajari potensi penggunaan donor ASI pada golongan bayi lain yang berisiko mengalami komplikasi setelah lahir.

Salah satunya adalah bayi yang lahir dari ibu dengan glukosuria selama kehamilan. Bayi dalam golongan ini berisiko lebih tinggi mengalami hipoglikemia alias kadar gula darah rendah setelah lahir.

Peneliti berambisi pemberian ASI donor pada hari-hari pertama kehidupan dapat membantu mengurangi akibat tersebut sekaligus mendukung keberhasilan menyusui ketika produksi ASI ibu belum optimal.

“Menawarkan ASI donor kepada bayi-bayi ini selama beberapa hari pertama kehidupan dapat membantu mereka menghindari gula darah rendah, menghindari perawatan di NICU, dan membantu mendukung para ibu dalam perjalanan menyusui mereka,” kata Klein.

Sementara itu, Ward menjelaskan bahwa ASI mengandung beragam aspek pertumbuhan yang membantu perkembangan usus bayi. Jika dibandingkan dengan susu formula, ASI dinilai lebih mendukung pematangan sistem pencernaan dan pertumbuhan bayi yang lahir terlalu dini.

Selain memberikan nutrisi, ASI juga mengandung komponen imunologis yang membantu melindungi bayi dari infeksi. Karena itu, banyak organisasi kesehatan bumi merekomendasikan ASI sebagai pilihan utama nutrisi untuk bayi prematur ketika memungkinkan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya