Tata Triavenza Saputri | Beautynesia
Kamis, 08 Oct 2026 15:30 WIB
Alasan di balik kekhasan persahabatan sesama bungsu/Foto: Pexels.com/Gustavo Fring
Pernah memperhatikan dua sahabat yang gempar amat jika ketemu? Bisa jadi mereka sama-sama anak bungsu, Beauties! Sebab, urutan kelahiran itu bisa berpengaruh ke vibes persahabatan. Nah, persahabatan anak bungsu biasanya memang seru karena karakter mereka yang mirip.
Lantas, karakter seperti apa yang bikin pertemanan sesama anak terakhir bisa sefrekuensi? Yuk, intip penjelasannya di bawah!
1. Sama-sama Santai dan Impulsif

Anak bungsu punya karakter yang santai dan penuh kejutan/Foto: Pexels.com/Aviz Media
Sebagai penganut “you only live once” alias YOLO, anak bungsu biasanya punya metode sendiri dalam menikmati hidup. Mereka nggak gemar hal-hal yang terlalu beku maupun mengekang kebebasan.
Pola pikir seperti ini otomatis bikin tiap momen nongkrong terasa seru tanpa beban. Mulai dari jalan ke tempat acak sampai berbuat ide-ide edan yang baru terpikirkan, persahabatan mereka pasti selalu diwarnai kejutan seru!
2. Bebas dari Status

Sesama anak terakhir punya status sederajat dalam pertemanan/Foto: Pexels.com/Arina Krasnikova
Di rumah, posisi anak terakhir sering kali identik dengan tanggung jawab untuk taat dengan instruksi personel famili lain. Uniknya, situasi serba diatur ini akan berubah total begitu mereka main bareng kawan yang punya posisi sama.
Dalam pertemanan ini, jabatan mereka murni setara. Keduanya bisa bebas mengekspresikan diri tanpa dituntut patuh maupun terus-terusan dibanding-bandingkan dengan orang yang lebih tua.
3. Partner untuk Belajar Mengambil Keputusan

Belajar memungut keputusan tanpa mengandalkan orang yang lebih tua/Foto: Pexels.com/Mike Jones
Terbiasa diurus famili kadang bikin mereka ragu tiap perlu memungut keputusan. Namun, beda ceritanya saat anak bungsu berkawan dengan sesamanya, karena mereka nggak bisa lagi bersandar pada sosok kakak.
Situasi ini justru membikin mereka terdorong buat saling melatih kemandirian. Alhasil, dinamika ini bikin mereka makin percaya diri buat belajar menentukan pilihan sendiri.
4. Saling Mendukung Tanpa Merasa Digurui

Pertemanan sesama anak bungsu jadi safe place buat saling mendukung/Foto: Pexels.com/SHVETS production
Meskipun kelihatan santai dan bercanda terus, persahabatan ini statis punya ruang buat saling mendukung proses pendewasaan. Kalau sedang salingberhadapan dengan masalah, mereka bisa saling mengingatkan secara suportif sampai tujuan tercapai, Beauties.
Gaya komunikasi yang santai bikin sesi ganti pikiran terasa betah banget. Apalagi sesama anak bungsu biasanya lebih mengerti metode merangkul dan memberi masukan tanpa bikin terkesan menggurui.
Pada akhirnya, persahabatan antar sesama bungsu akan jadi safe place yang betah buat saling melengkapi, menerima diri apa adanya, sekaligus tumbuh dewasa bersama!
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.