Jakarta -
Tahukah Bunda? Berdoa maupun mengucapkan rasa syukur sebelum makan tidak cuma sekadar tradisi keagamaan tanpa makna.
Di beragam budaya, momen ini menjadi kebiasaan untuk menghargai makanan, keluarga, dan kehidupan. Dari perspektif pandang psikologi, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin ini rupanya memiliki arti mendalam yang melampaui tradisi, serta bisa memengaruhi metode berpikir dan merespons tantangan hidup.
Ketika seseorang berdoa maupun bersyukur sebelum makan, baik diucapkan secara lisan maupun dalam hati, aksi tersebut menciptakan selang sebentar di antara kesibukan selang sebentar di antara kesibukan aktivitas harian dan momen makan.
Jeda singkat ini sangat berpartisipasi krusial dalam mendorong kesadaran penuh (mindfulness) akan momen saat ini (present moment).
Hal ini membantu Bunda melatih pikiran untuk datang sepenuhnya, melepaskan kepenatan sejenak, dan menyambut makanan dengan kondisi mental yang lebih tenang.
Psikolog ungkap berdoa sebelum makan berakibat positif
Dilansir THE ECONOMIC TIMES, ilmu jiwa menerangkan bahwa rasa syukur adalah salah satu emosi positif yang mendukung kesejahteraan mental.
Orang yang secara teratur mengungkapkan rasa syukur sering melaporkan kepuasan hidup yang lebih tinggi dan hubungan yang lebih kuat. Mereka juga mungkin lebih bisa mengatasi stres sehari-hari karena rasa syukur mengalihkan perhatian ke pengalaman positif daripada kecemasan yang terus-menerus.
Mengucapkan doa sebelum makan juga menjadi salah satu metode untuk mengungkap rasa syukur. Ini menjadi perilaku berulang yang mengingatkan orang untuk menghargai makanan, orang yang menyiapkannya, dan orang-orang yang berbagi meja.
Psikolog juga menerangkan bahwa ritual yang berulang membantu menciptakan stabilitas emosional karena rutinitas yang familiar memberikan rasa keteraturan dalam hayat sehari-hari.
Perilaku ini tidak secara otomatis mendefinisikan kepribadian maupun kepercayaan seseorang. Sebaliknya, hal itu mungkin memberitahu bahwa orang tersebut menghargai penghargaan, refleksi, dan koneksi.
Bagi banyak orang, mengucapkan doa sebelum makan melambangkan rasa syukur, bukan kewajiban.
Kebiasaan ini juga mengingatkan orang bahwa rutinitas harian dapat menjadi kesempatan untuk memperlambat tempo, alih-alih terburu-buru menyelesaikan setiap aktivitas.
Manfaat membaca doa sebelum makan
Beberapa studi ilmu jiwa telah meneliti rasa syukur dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan. Penelitian oleh Robert Emmons dan Michael McCullough memberitahu bahwa orang yang secara teratur mempraktikkan rasa syukur sering melaporkan kebahagiaan yang lebih besar, optimisme yang lebih baik, dan hubungan sosial yang lebih kuat.
Dalam sebuah studi populer yang diterbitkan di Journal of Personality and Social Psychology, peserta yang menyimpan jurnal rasa syukur melaporkan emosi yang lebih positif daripada mereka yang berfokus pada masalah sehari-hari maupun peristiwa netral.
Penelitian lain juga memberitahu bahwa praktik rasa syukur dapat menaikkan kualitas tidur, menaikkan kepuasan hubungan, dan mendorong perilaku saling membantu.
Meski studi-studi tersebut tidak cuma berfokus pada mengucapkan doa sebelum makan, para psikolog mencatat bahwa doa adalah salah satu metode praktis untuk mengungkapkan rasa syukur secara teratur.
Para peneliti juga memberitahu bahwa pengalaman setiap orang tentu berbeda-beda. Mengucapkan doa saja tidak menjamin kesehatan mental yang lebih baik, tetapi praktik rasa syukur yang konsisten dapat berkontribusi pada kesejahteraan emosional jika dikombinasikan dengan kebiasaan sehari-hari yang sehat.
Prinsip mental yang lebih baik di balik berdoa sebelum makan
Prinsip psikologis di balik mengucapkan doa sebelum makan itu sederhana. Perhatian memengaruhi emosi.
Ketika orang sengaja fokus pada rasa syukur alih-alih keluhan, mereka sering mengalami emosi yang lebih positif. Kebiasaan ini juga menciptakan selang mental sebelum makan. Jeda tersebut menghentikan perilaku terburu-buru dan mendorong kesadaran.
Psikolog menerangkan bahwa aksi positif yang berulang secara berjenjang menjadi kebiasaan melalui penguatan.
Seiring orang terus mengungkapkan rasa syukur, perilaku tersebut menjadi lebih gampang untuk diulang. Proses ini dapat menguatkan keseimbangan emosional dari waktu ke waktu.
Nah, itulah klarifikasi psikolog mengenai akibat positif dari kebiasaan berdoa sebelum makan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)