Apa ya rahasia agar istri selalu merasa dicintai suami meski sudah menikah bertahun-tahun? Mungkin lantaran sifat-sifat di bawah ini yang bikin istri terus jatuh cinta.
Menjaga rasa cinta setelah bertahun-tahun menikah rupanya bukan hanya soal mempertahankan komitmen besar. Hal-hal sederhana dalam keseharian justru bisa menjadi langkah krusial untuk membikin istri tetap merasa diperhatikan dan dicintai oleh suaminya.
Seiring berjalannya waktu, pasangan suami istri bisa semakin nyaman satu sama lain. Rutinitas pekerjaan, mengurus rumah, anak, hingga beragam kebutuhan family terkadang membikin hubungan romantis tidak lagi menjadi prioritas. Padahal kebiasaan mini yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga kedekatan emosional dalam pernikahan.
Sebuah tulisan mengenai kehidupan pernikahan menyoroti bahwa kualitas hubungan dapat mengalami penurunan seiring bertambahnya usia pernikahan. Salah satu penyebabnya pasangan mulai terlalu nyaman sehingga berakhir melakukan beragam corak perhatian yang dulu terasa krusial ketika tetap awal menikah.
Bukan berfaedah suami kudu selalu melakukan hal-hal romantis yang besar. Justru, suami yang bisa membikin istrinya tetap merasa spesial biasanya menunjukkan beberapa sifat sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Sifat suami yang bikin istri tetap merasa dicintai
Mengutip Your Tango, ini dia sifat-sifat suami yang bikin istri selalu merasa dicintai.
Setelah lama menikah, pasangan mungkin sudah terbiasa beraktivitas berbareng tanpa banyak menunjukkan sentuhan sederhana. Padahal menggandeng tangan, memeluk, mencium kening, alias sekadar menyentuh bahu pasangan dapat menjadi corak komunikasi tanpa kata yang menyampaikan rasa sayang.
Sentuhan mini juga dapat memberikan pesan bahwa suami tetap menikmati kebersamaan dengan istrinya. Bahkan ketika sedang melangkah bersama, menggandeng tangan istri bisa menjadi langkah sederhana untuk menunjukkan bahwa dia senang berada di sisi wanita yang dicintainya.
Kebiasaan seperti ini mungkin terlihat sepele, tapi justru dapat semakin berfaedah ketika dilakukan secara konsisten. Jangan sampai setelah bertahun-tahun menikah, perhatian bentuk yang dulu menjadi kebiasaan perlahan menghilang hanya lantaran merasa hubungan sudah aman.
2. Menganggap istri sebagai pasangan hidup, bukan sekadar kawan serumah
Pernikahan bukan hanya tentang tinggal di bawah satu genting dan menyelesaikan beragam urusan rumah tangga. Suami yang membikin istrinya merasa dicintai biasanya tetap menempatkan hubungan mereka sebagai sebuah kemitraan.
Hal tersebut apalagi bisa terlihat dari kebiasaan sederhana saat melangkah bersama. Dibanding melangkah jauh di depan alias meninggalkan pasangan di belakang, suami dapat menyesuaikan langkahnya dengan sang istri.
Berjalan berdampingan dapat menjadi corak komunikasi nonverbal yang memperkuat rasa terhubung. Dalam hubungan romantis, seseorang apalagi dapat secara tidak sadar memperlambat langkah agar sesuai dengan pasangannya.
Jadi, kebiasaan sederhana seperti melangkah berbareng bisa menjadi simbol bahwa keduanya sedang menjalani kehidupan sebagai tim.
3. Tidak berakhir melakukan perhatian-perhatian kecil
Perhatian setelah menikah tidak kudu selalu berupa bingkisan mahal alias kejutan besar. Membukakan pintu, membantu membawa barang, membuatkan minuman, menanyakan berita setelah hari yang melelahkan, alias memberikan waktu untuk mendengarkan cerita istri juga dapat menjadi corak kasih sayang.
Masalahnya setelah bertahun-tahun menikah, seseorang bisa mulai menganggap beragam gestur tersebut tidak lagi penting. Suami mungkin berpikir, "Dia kan sudah tahu saya sayang."
Dengan mengetahui bahwa dirinya dicintai dan betul-betul merasakan cinta tersebut dalam keseharian merupakan dua perihal yang berbeda. Perhatian mini juga menunjukkan bahwa suami tidak menganggap keberadaan istri sebagai sesuatu yang otomatis. Ada rasa hormat dan penghargaan yang tetap dipelihara, meski hubungan sudah melangkah bertahun-tahun.
4. Jadikan waktu berdua sebagai prioritas
Kesibukan family sering membikin pasangan menunda waktu berkualitas. Setelah pekerjaan selesai, perhatian beranjak kepada anak, pekerjaan rumah, ponsel, alias kegiatan masing-masing. Akhirnya, waktu berdua hanya dilakukan jika kebetulan sedang senggang.
Padahal pasangan memerlukan momen ketika keduanya bisa kembali menjadi suami dan istri, bukan hanya ayah dan ibu. Tidak kudu pergi ke luar negeri alias merencanakan liburan mewah.
Makan malam berdua, jalan-jalan sore, menginap semalam di tempat yang dekat, alias sekadar keluar rumah tanpa anak bisa menjadi kesempatan untuk kembali membangun kedekatan. Yang terpenting adanya niat untuk merencanakan waktu tersebut.
Ketika suami sesekali mengambil inisiatif mengatur kegiatan berdua, istri dapat merasakan bahwa hubungan mereka tetap menjadi sesuatu yang krusial baginya.
Pada akhirnya, mempertahankan rasa cinta dalam pernikahan bukan hanya tanggung jawab istri maupun suami. Keduanya perlu terus menunjukkan perhatian dan menghargai pasangan, meski usia pernikahan sudah tidak lagi muda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)