5 Alasan Penting Mengapa Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 508x dilihat
5 Alasan Penting Mengapa Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan

Bagikan Postingan

Merangkak merupakan salah satu fase krusial yang perlu dilewati oleh anak sebelum berjalan. Disebut-sebut jika tidak demikian, ini bisa berakibat pada tumbuh kembangnya.

Dikutip dari National Health Services (NHS) UK, bayi kemungkinan bakal mulai merangkak sekitar usia 7 hingga 10 bulan. Di momen ini, anak mulai belajar kemandirian dan kesempatan untuk menjelajahi lingkungan sekitar mereka.

Di sekitar usia tersebut, bayi tetap perlu rutin berlatih mengoordinasikan aktivitas tangan dan kakinya. Selain itu, dia juga perlu melatih kekuatan pada otot lengan, bahu, dan kaki agar bisa menopang berat tubuhnya.


"Merangkak dengan tangan dan dengkul sangat krusial untuk perkembangan otak dan tubuh yang baik. Biarkan bayi merangkak selama yang diinginkan. Nanti saat dia melangkah sendiri, dia bakal terus merasakan manfaatnya," ungkap master kesehatan saraf, Jeremy Schmoe, dikutip dari The Functional Neurology Center.

Alasan krusial bayi perlu merangkak sebelum berjalan

Dikutip dari Pregnancy, Birth and Baby, merangkak adalah keahlian krusial yang kudu dipelajari bayi dan merupakan salah satu tonggak utama dalam perkembangannya.

Mereka biasanya bisa merangkak dengan tangan dan dengkul antara usia 6 dan 9 bulan dan mungkin bakal berguling-guling dan merangkak dengan perut menempel di tanah, yang disebut 'merangkak ala komando', sekitar usia 9 bulan.

Menurut Nationwide Children's Hospital, merangkak bisa memberikan beberapa faedah bagi anak, terutama bagi perkembangan fisiknya. Berikut penjelasannya:

1. Melatih kekuatan fisik

Dengan merangkak, bayi belajar untuk meletakkan beban di tangannya, guna mengembangkan kekuatan dan stabilitas di bahunya. 

Hal ini krusial lantaran memungkinkan mereka berlatih mengendalikan tangannya untuk keahlian lain seperti makan, mewarnai, menulis, serta berpakaian sendiri.

2. Menjaga keseimbangan tubuh

Aktivitas merangkak juga membantu mengembangkan dan meningkatkan sistem keseimbangan alias vestibular, sensorik, kognitif, keahlian memecahkan masalah, dan koordinasi.

3. Memengaruhi postur berjalan

Sebuah studi tahun 2021 dalam jurnal Infancy menemukan adanya pengaruh pengalaman merangkak pada keahlian bayi melangkah dan menghindari jatuh, serta mempermudah pembelajaran persepsi dari merangkak ke postur berjalan.

4. Melatih koordinasi tangan dan kaki

Bagi sebagian anak, merangkak sangat krusial dan apalagi krusial untuk perkembangan awal kehidupannya. Bahkan disebut juga bahwa melewati fase merangkak menghalang kekuatan tubuh bagian atas dan susah menguasai aktivitas lateral yang dibutuhkan otak untuk membaca, menulis, dan memahami nantinya saat sekolah.

Menurut North Shore Pediatric Therapy, merangkak juga membantu anak mempelajari koordinasi bilateral lengan dan kakinya. 

Oleh karena itu, akibat bayi melewati fase merangkak berisiko bisa membuatnya susah mengoordinasikan dua bagian tubuh ini, Bunda.

5. Berperan dalam sistem visual motorik

Merangkak juga berkedudukan dalam pengembangan sistem visual motorik, lantaran diperlukan pemindaian lingkungan dengan mata dan pergerakan tubuh yang sesuai.

Tips stimulasi bayi belajar merangkak

Supaya Si Kecil lebih antusias dalam belajar merangkak dan bisa melakukannya dengan lebih baik, berikut beberapa tips mudah yang dapat Bunda terapkan di rumah: 

1. Rutin tummy time

Salah satu langkah menstimulasi bayi agar mau merangkak adalah rutin tummy time. Biarkan mereka bergerak dan mulai menjelajahi bumi di sekitar dengan posisi tengkurap.

Latihan tengkurap ini bakal membantu bayi memperkuat otot leher, punggung, dan bahu serta menguasai kontrol kepalanya. Hal ini sangat krusial bagi bayi untuk belajar merangkak.

2. Hadir secara bentuk saat bayi bermain

Jangan remehkan pentingnya memberi perhatian pada bayi dan datang secara bentuk saat dia sedang belajar perihal baru. 

Bayi tidak memerlukan mainan alias perlengkapan unik untuk belajar merangkak, tetapi Bunda dapat menemaninya bermain agar lebih semangat. Misalnya, Bunda dapat meletakkan mainan favorit bayi di luar jangkauan agar dia mencoba merangkak meraihnya.

3. Ciptakan lingkungan merangkak yang aman

Saat bayi mulai menunjukkan kesukaan untuk belajar merangkak, dia bakal senang meraih, menarik, mengambil, dan mencicipi apa pun yang dapat dipegangnya.

Itulah kenapa sangat krusial untuk memastikan lingkungan sekitar bayi sudah aman. Pastikan Bunda sudah menutup semua area yang berpotensi membahayakan Si Kecil. 

Selain perspektif tajam dan peralatan yang mudah pecah, pastikan untuk menyingkirkan benda-benda mini yang bisa menimbulkan akibat tersedak. Termasuk seperti koin, baterai kancing, alias peniti yang terjatuh.

4. Pijat bayi

Pijatan dapat membantu merelaksasi otot-otot tubuh bayi dan meningkatkan sirkulasi darahnya. Lakukan perlahan dan sesuaikan kekuatan pijatan dengan kondisi tubuh bayi.

5. Membaca kitab berbareng sembari berlatih duduk

Di usia sekitar 7–9 bulan, Bunda dapat mengajaknya duduk di lantai sembari menopang punggungnya menggunakan tangan. Supaya lebih menyenangkan untuk Si Kecil, Bunda bisa melakukannya sembari membaca kitab bersama.

Itulah penjelasan tentang argumen krusial kenapa bayi perlu merangkak sebelum berjalan. Jika Bunda mempunyai kekhawatiran tentang perkembangan motorik Si Kecil, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan master anak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads