5 Ayat Tentang Maulid Nabi Muhammad Saw Untuk Diajarkan Ke Anak

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Aug 21, 2026 04:00 PM 33

Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momen krusial bagi umat Islam. Selain untuk mengenang kelahiran Rasulullah, juga momen memperbanyak kebaikan saleh. Apa saja ayat tentang Maulid Nabi untuk diajarkan pada anak?

Ya, Maulid Nabi sebenarnya dapat menjadi momen yang baik bagi orang tua untuk mengenalkan sosok Rasulullah kepada anak. 

Anak juga jadi terbiasa untuk membaca salawat, mendengarkan kisah kelahiran Rasulullah, serta belajar memahami kenapa umat Islam mencintai dan menghormati beliau.


Untuk anak-anak, pembahasan mengenai Maulid Nabi bisa disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, mengaitkan sifat Rasulullah dengan kebiasaan anak di rumah alias di sekolah.

Selain itu, ada pula beberapa ayat Al-Qur'an yang dapat menjadi dasar untuk mengenalkan sosok dan keteladanan Nabi Muhammad SAW kepada anak. 

Baca Juga : 7 Gambar Mewarnai Tema Maulid Nabi untuk Lomba Anak-anak

Asal-usul Maulid Nabi Muhammad SAW untuk diceritakan ke anak 

Secara bahasa, kata maulid alias milad berangkaian dengan 'kelahiran'. Dalam konteks umat Islam, Maulid Nabi merupakan momen untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Hal ini juga bisa menjadi waktu untuk mempelajari kembali kehidupan, perjuangan, dan adab Rasulullah.

Peringatan Maulid Nabi di Indonesia menjadi salah satu hari krusial umat bagi umat Islam dan di beragam daerah dapat dirayakan dengan tradisi yang berbeda-beda.

Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah dan kemudian diangkat Allah SWT sebagai nabi dan rasul terakhir. Beliau menerima wahyu Al-Quran dan menyampaikan aliran Islam kepada umat manusia.

Dikutip dari kitab Pro dan Kontra Maulid Nabi oleh AM Waskito, seremoni Maulid Nabi telah berjalan ribuan tahun yang lampau dalam sejarah Islam. 

Ada setidaknya tiga teori yang menjadi asal-usul Maulid Nabi yang bisa dipahami anak: 

Perayaan Maulid Nabi pertama kali diadakan oleh kalangan Dinasti Ubaid (Fathimi) di Mesir berdasar pada Syiah Ismailiyah. Pada tahun 362-567 Hijriyah, mereka yang berkuasa di Mesir. Awalnya, Maulid Nabi dirayakan pada era kepemimpinan Abu Tamim. Namun, seremoni Maulid Nabi oleh Dinasti Ubaid ini hanya salah satu corak seremoni saja.

Perayaan Maulid Nabi oleh kalangan ahlus sunnah pertama kali diadakan oleh Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri. Pada saat seremoni Maulid Nabi, Muzhaffar mengundang para ulama, mahir tasawuf, mahir ilmu, dan seluruh rakyatnya. Beliau menjamu mereka dengan beragam hidangan. Tak luput, beliau juga memberikan bingkisan dan bersedekah kepada fakir miskin.

Perayaan Maulid Nabi pertama kali diadakan oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi (567-622 H), penguasa Dinasti Ayyub. Adapun tujuan beliau melakukan perayaan, ialah untuk meningkatkan semangat jihad kaum muslim dalam menghadapi Perang Salib melawan kaum Salibis. 

Adapun Imam Jalaluddin As-Suyuthi, seorang pemimpin mahir sabda dan sejarah, memberikan penjelasan mengenai sejarah Maulid Nabi sebagai berikut:

"Orang yang pertama kali merintis peringatan Maulid ini adalah penguasa Irbil, Malik Al-Muzhaffar Abu Sa'id Kukabri bin Zainuddin bin Baktatin, salah seorang raja yang mulia, agung, dan dermawan. Beliau mempunyai peninggalan dan jasa-jasa yang baik, dan dialah yang membangun masjid Al-Jami Al Muzhaffari di lereng Gunung Qasiyun."

5 Ayat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW untuk diajarkan ke anak

Secara umum, diketahui ada beberapa ayat tentang Maulid Nabi yang dapat diajarkan ke anak. Berikut penjelasannya:

1. Surah Al-Anbiya ayat 112

قَالَ رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّۗ وَرَبُّنَا الرَّحْمٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ

Qāla rabbiḥkum bil-ḥaqq, wa rabbunar-raḥmānul-musta'ānu 'alā mā taṣifụn

Artinya: 

"Dia (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang Anda katakan."

2. Surah Yunus ayat 58

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Qul bifaḍlillāhi wa biraḥmatihī fa biżālika falyafraḥụ, huwa khairum mimmā yajma'ụn

Artinya: 

"Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.

3. Surah Al Hajj ayat 32

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

Zālika wa may yu'aẓẓim sya'ā`irallāhi fa innahā min taqwal-qulụb

Artinya:

"Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, sesungguhnya itu timbul dalam ketakwaan hati."

4. Surah Ali Imran ayat 164

ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Laqad mannallāhu 'alal-mu`minīna iż ba'aṡa fīhim rasụlam min anfusihim yatlụ 'alaihim āyātihī wa yuzakkīhim wa yu'allimu humul-kitāba wal-ḥikmah, wa ing kānụ ming qablu lafī ḍalālim mubīn

Artinya:

"Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang mukmin ketika Allah mengutus di tengah-tengah mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah betul-betul dalam kesesatan yang nyata."

5. Hadis tentang Maulid Nabi

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Artinya:

"Barang siapa yang memulai dalam Islam sebuah perkara yang baik maka dia bakal mendapatkan pahala dari perbuatan baiknya itu, dan dia juga mendapatkan pahala dari orang yang mengikutinya setelahnya. tanpa berkurang sedikitpun pahala yang mereka dapatkan," HR. Muslim.

Hadis ini menjelaskan tentang keleluasaan bagi ustadz yang merupakan umat Nabi Muhammad SAW, agar membikin suatu perkara baru, namun tetap tidak bertentangan dengan Al-Quran, Sunnah, Atsar, dan Ijma. 

Perayaan Maulid Nabi termasuk perkara baru yang baik dan tidak bertentangan dengan satu pun perihal yang telah disebutkan sebelumnya. 

Jadi, seremoni Maulid Nabi diperbolehkan lantaran dimaksudkan sebagai jalan dalam mendapatkan pahala. 

Manfaat mengenalkan makna Maulid Nabi Muhammad SAW kepada anak

50 Soal Cerdas Cermat Maulid Nabi Muhammad SAW 2023 Lengkap & JawabannyaIlustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Rizal Mansor

Mengenalkan Maulid Nabi Muhammad SAW kepada anak bisa menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai sederhana melalui cerita dan contoh sehari-hari.

Berikut beberapa faedah yang dapat diperoleh anak dengan memahami makna Maulid Nabi:

1. Mengenal sosok Nabi Muhammad SAW

Sejak dini, anak perlu mengenal tentang Nabi Muhammad SAW, kenapa beliau menjadi sosok krusial dalam Islam, dan kenapa umat Islam mencintai beliau. Dengan begitu, anak mempunyai gambaran tentang sosok yang dapat dijadikan teladan.

Bunda dapat memulainya dari cerita sederhana, seperti hari kelahiran Nabi, sifat-sifat baiknya, perjuangan menyampaikan aliran Islam, hingga kasih sayangnya kepada umat.

2. Belajar tentang adab baik

Mengenal tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW juga bisa menjadi waktu bagi anak untuk belajar adab dan kebiasaan baik.

Hal ini bisa didapat melalui sifat-sifat baik Rasulullah. Misalnya, Rasulullah punya sifat jujur maka anak belajar untuk tidak berbohong.

Lalu Rasulullah juga berkarakter penyayang dan sabar, sehingga anak belajar menyayangi kawan dan family serta mengendalikan diri ketika kecewa. Dengan demikian, Maulid Nabi pun juga bisa menjadi momen pendidikan karakter di rumah.

3. Mendorong kebiasaan beramal saleh

Manfaat mengenalkan makna Maulid Nabi berikutnya ialah mendorong umat muslim untuk beramal saleh. Rasulullah SAW sendiri memuliakan hari kelahirannya serta berbahagia dengan langkah berpuasa.

Sebagaimana diriwayatkan Abu Qatadah:

"Rasulullah ditanya tentang puasanya di hari senin?" dan beliau Menjawab: "Di hari itu saya dilahirkan, dan di hari itu pula Allah menurunkan wahyu kepadaku."

Pada momen ini, umat muslim sebaiknya berbahagia dengan berpuasa, membagikan makanan, berkumpul untuk berzikir, membaca selawat, alias pun mendengarkan syama'il Rasulullah.

4. Mengajarkan anak sebagai pembawa kebaikan

Anak dapat diajarkan bahwa menjadi umat Nabi Muhammad bukan hanya tentang beragama untuk diri sendiri, tetapi juga berupaya agar kehadirannya membawa kebaikan bagi orang lain.

Sebagai contoh, anak dapat belajar untuk tidak mengganggu teman, tidak mengejek, membantu orang yang kesulitan, menjaga kebersihan, dan merawat lingkungan.

5. Wujud rasa cinta dan syukur

Dikutip dari laman Kemenag Jawa Barat, merayakan Maulid Nabi juga merupakan bentuk rasa cinta sekaligus syukur mendalam atas nikmat Allah SWT, ialah lahirnya Rasulullah. Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Artinya:

"Kita tidak mengutusmu selain sebagai rahmat bagi semua yang ada di alam semesta." (Al-Anbiya': 107)

Itulah penjelasan tentang asal-usul dan ayat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW untuk diceritakan ke anak. Ingat ya Bunda, mencintai Rasulullah dapat diwujudkan dengan berupaya mengikuti adab baik yang beliau ajarkan.

Pilihan Redaksi
  • 105 Soal Cerdas Cermat Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 Lengkap & Jawabannya, Pertanyaan Mendidik untuk Si Kecil
  • 15 Pidato tentang Maulid Nabi yang Singkat untuk Lomba Anak Sekolah
  • 10 Contoh Sambutan Maulid Nabi Muhammad 2025, Bisa untuk Acara di Sekolah

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)
Selengkapnya
5 Ayat Tentang Maulid Nabi Muhammad Saw Untuk Diajarkan Ke Anak