Kehilangan bayi tentu bukan pengalaman yang mudah bagi seorang ibu. Setelah melewati proses persalinan alias keguguran, ada ibu yang kudu pulang dari rumah sakit tanpa membawa bayi yang selama ini dinantikan.
Hal inilah yang membikin seorang perawat persalinan di Amerika Serikat melakukan perihal sederhana, tetapi begitu menyentuh. Ia membikin bantal berbentuk hati unik untuk ibu yang kehilangan bayinya.
Bantal tersebut kemudian viral setelah kisahnya dibagikan melalui TikTok. Bukan sekadar bantal biasa, barang ini dibuat dengan langkah unik agar ibu yang bersungkawa bisa mempunyai sesuatu untuk dipeluk. Kisahnya dibagikan oleh Motherly.
| Baca Juga : Adinda Thomas Ternyata Sempat Alami Hamil Ektopik hingga Keguguran |
Perawat buat bantal unik untuk ibu yang kehilangan bayi
Perawat yang dikenal melalui akun TikTok @thelabornursern tersebut membikin bantal berbentuk hati menggunakan selimut bayi. Selimut kemudian dipotong dan dijahit hingga membentuk hati. Setelah itu, bantal diisi dengan beras sehingga mempunyai berat tertentu.
Yang membuatnya semakin mengharukan, berat bantal tersebut disesuaikan dengan berat lahir bayi yang telah meninggal. Dengan begitu, ketika ibu memeluk bantal tersebut, dia bisa merasakan berat yang kurang lebih menyerupai berat tubuh bayinya.
Bantal hati tersebut dibuat sebagai corak perhatian agar ibu tidak merasa betul-betul pulang dengan tangan kosong. Benda itu memang tidak dapat menggantikan bayi yang telah pergi. Namun, bantal tersebut bisa menjadi sesuatu yang dapat dipeluk dan menjadi pengingat bahwa bayi mereka pernah ada dan sangat dicintai.
Ide sederhana dari sang perawat rupanya mendapat respons besar setelah dibagikan di TikTok. Banyak orang memberikan support dan menceritakan pengalaman mereka sendiri mengenai kehilangan bayi. Beberapa apalagi menawarkan support agar sang perawat bisa membikin lebih banyak bantal untuk family yang mengalami kehilangan.
Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman kehilangan kehamilan rupanya dirasakan oleh banyak keluarga, meski tidak selalu mudah dibicarakan. Bagi sebagian orang tua, duka setelah kehilangan bayi juga tidak langsung lenyap setelah meninggalkan rumah sakit. Kesedihan tersebut bisa terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
"Sebagai seorang ibu yang kudu pulang dari rumah sakit tanpa bayiku, terima kasih, TERIMA KASIH. Rasanya sangat sunyi saat meninggalkan rumah sakit; saya terus memegangi perutku sepanjang perjalanan pulang, lampau melangkah masuk ke rumah yang penuh perlengkapan bayi namun tanpa kehadiran bayiku," tulis @harleelovestulips.
Pengguna lain, @jennifer_lilly_, berkomentar, "Sebagai ibu yang mengalami bayi lahir meninggal (*stillbirth*), meninggalkan rumah sakit tanpa bayiku rasanya sungguh menyiksa. Memiliki sesuatu yang berbobot untuk dipeluk pasti bakal sangat menenangkan hati. Kamu sungguh baik hati lantaran membikin ini!!!
Akun @babyangelmom merenungkan rasa sakit bentuk akibat kehilangan,“Putra saya lahir dalam keadaan meninggal bumi awal tahun ini. Satu perihal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya adalah sungguh lengan saya betul-betul terasa nyeri lantaran mau sekali menggendongnya. Tubuh kita tidak mengerti bahwa bayi kita telah tiada, dan secara naluriah kita memerlukan sesuatu untuk dipeluk. Ini sungguh bingkisan yang indah.”
Respons yang muncul sangat luar biasa; para pengguna TikTok mengungkapkan rasa terima kasih dan menawarkan support untuk membantu family yang sedang berduka.
“Sebagai seorang ibu yang kehilangan bayinya (yang sekarang menjadi malaikat kecil), apa yang Anda lakukan ini dampaknya jauh lebih besar daripada yang bisa Anda bayangkan! Semoga Anda diberkati,” komentar @gracefully_gone.
Kehilangan kehamilan bisa menimbulkan duka yang mendalam
Perasaan sedih setelah keguguran bukanlah sesuatu yang berlebihan alias kudu segera dilupakan. Sebuah systematic review yang diterbitkan di BMC Psychiatry menganalisis 21 penelitian dari 11 negara dengan total 2.597 wanita yang mengalami keguguran alias stillbirth.
Hasilnya, 17 dari 21 penelitian alias sekitar 81 persen menemukan tingkat kesedihan yang meningkat secara nyata setelah kehilangan kehamilan. Sebagian besar penelitian juga menemukan reaksi duka yang intens, meski tingkat kesedihan condong menurun seiring berjalannya waktu. Artinya, wajar jika seorang ibu memerlukan waktu untuk betul-betul memproses kehilangan yang dialaminya.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga menjelaskan bahwa pemulihan emosional setelah keguguran dapat berjalan lebih lama dibandingkan pemulihan fisik. Rasa sedih dan bersungkawa merupakan respons yang umum setelah kehilangan kehamilan.
Bukan hanya fisik, Bunda juga memerlukan support emosional
Keguguran sering kali dibicarakan dari sisi medis, seperti perdarahan, nyeri, pemeriksaan, alias kapan bisa kembali hamil. Padahal, ada sisi lain yang tidak kalah penting, ialah kondisi emosional ibu.
ACOG menyebut kehilangan kehamilan dapat terasa traumatis. Setelah mengalami keguguran alias stillbirth, seseorang dapat merasakan kesedihan, kecemasan, depresi, rasa bersalah, apalagi emosi kewalahan.
Karena itu, support dari pasangan, keluarga, teman, maupun tenaga kesehatan sangat penting. Dukungan tersebut tidak kudu selalu berupa nasihat. Terkadang, menemani ibu, mendengarkan ceritanya, alias sekadar mengatakan bahwa perasaannya sah justru bisa lebih berarti.
Studi ungkap kenangan tentang bayi bisa membantu proses berduka
Memang belum ada penelitian yang secara unik membuktikan bahwa bantal berbobot seperti itu dapat mengurangi kesedihan setelah keguguran. Jadi, bantal tersebut sebaiknya dipandang sebagai corak support dan kenang-kenangan, bukan sebagai terapi medis. Namun, buahpikiran di baliknya mempunyai kaitan dengan konsep memory-making alias membikin kenangan setelah kehilangan bayi.
Sebuah studi kualitatif yang diterbitkan dalam Women and Birth pada 2025 mewawancarai 54 wanita yang mengalami kehilangan perinatal. Penelitian tersebut menemukan bahwa kegiatan membikin kenangan dapat membantu ibu mengakui keberadaan bayinya dan mempertahankan identitasnya sebagai orang tua. Ketika dilakukan berbareng support yang penuh kasih, memory-making dapat membantu proses menghadapi duka dan memberikan rasa nyaman.
Penelitian lain terhadap orang tua yang mengalami kehilangan neonatal juga menemukan bahwa membikin foto, menyimpan kenang-kenangan, dan menciptakan beragam corak 'bukti' keberadaan bayi dapat membantu orang tua memaknai kehidupan bayinya dan pengalaman mereka sebagai orang tua.
Jadi, sebuah barang mini seperti bantal rupanya bisa mempunyai makna emosional yang besar bagi family tertentu.
Setiap Bunda punya langkah bersungkawa yang berbeda
Meski begitu, Bunda perlu tahu bahwa tidak semua ibu bakal merasa terbantu dengan barang kenangan.
Ada ibu yang mau menyimpan foto alias busana bayi. Ada yang mau membikin kotak kenangan. Ada pula yang justru belum siap memandang alias menyimpan barang apa pun yang mengingatkannya pada kehilangan. Tidak ada langkah bersungkawa yang paling benar.
ACOG juga menekankan bahwa setiap orang dapat mempunyai respons berbeda setelah kehilangan kehamilan. Sebagian mungkin mau membicarakannya, sementara yang lain memerlukan ruang pribadi. Karena itu, yang terpenting adalah memberikan pilihan kepada ibu dan menghargai langkah masing-masing dalam melewati masa berduka.
Dukungan ahli juga bisa dibutuhkan
Kesedihan setelah keguguran memang normal. Namun, jika emosi tersebut terasa semakin berat dan mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu mencari support profesional.
ACOG menyarankan ibu untuk berbincang dengan master kandungan, psikolog, psikiater, alias tenaga ahli lain jika mengalami kesulitan menghadapi emosi setelah kehilangan. Terlebih jika muncul indikasi seperti kekhawatiran berlebihan, susah tidur, kehilangan minat melakukan kegiatan sehari-hari, merasa putus asa, mengalami mimpi jelek alias flashback, hingga muncul pikiran untuk menyakiti diri.
Penelitian terbaru juga menunjukkan pentingnya support psikososial dalam membantu wanita menghadapi kehilangan perinatal. Sebuah network meta-analysis yang mencakup 30 randomized controlled trials dengan 6.181 peserta menemukan bahwa intervensi psikososial dapat membantu kondisi psikologis wanita setelah kehilangan perinatal. Intervensi support duka juga menunjukkan faedah terhadap indikasi grief.
Bantal sederhana, maknanya begitu dalam
Bagi orang lain, bantal berbentuk hati mungkin terlihat seperti barang sederhana. Namun bagi seorang ibu yang baru kehilangan bayi, barang tersebut bisa menjadi simbol cinta, kenangan, sekaligus penghormatan kepada janin yang pernah datang dalam hidupnya.
Kisah perawat ini juga mengingatkan bahwa membantu seseorang yang sedang bersungkawa tidak selalu memerlukan sesuatu yang besar. Terkadang, perhatian mini yang diberikan dengan tulus justru bisa menjadi corak support yang paling berarti.
Dan untuk para Bunda yang pernah mengalami kehilangan, tidak perlu terburu-buru untuk terlihat baik-baik saja. Duka setelah kehilangan bayi itu nyata dan setiap Bunda punya waktunya sendiri untuk memprosesnya. Yang terpenting, Bunda tidak kudu melewati semuanya sendirian.
| Pilihan Redaksi
|
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Kisah Haru Bunda Melahirkan Bayi Kembar di Usia 41 Th Setelah 8 Kali IVF dan 5 Keguguran
Michelle Obama Kenang Sempat Putus Asa Jalani IVF hingga Keguguran Berulang Kali
Cerita Bunda Trauma usai Keguguran, Tak Dapat Bantuan Medis & Diminta Simpan Janin di Kulkas