Haru! Perjuangan Dokter Di Ntt Lakukan Operasi Caesar Usai Gempa, Bayi Prematur 1,5 Kg Lahir Selamat

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Aug 21, 2026 03:35 PM 37

Ada kisah mengharukan datang dari musibah gempa di NTT beberapa waktu lalu, Bunda. Bayi prematur di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan berat tubuh 1,5 kilogram sukses lahir dengan selamat melalui operasi caesar darurat.

Meski akomodasi kesehatan terbatas lantaran mengalami kerusakan parah akibat gempa, master bedah setempat sukses menyelamatkan nyawa anak tersebut.

dr Restu, adalah master yang bekerja menangani persalinan tersebut. Kejadian itu, menurutnya, terjadi tak lama setelah gempa, pada 15 Agustus 2026.


Dalam kunjungannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berbincang dengan dr Restu.

Baca Juga : Kisah Dokter di NTT Bantu Ibu Melahirkan Caesar Pakai Senter di Tengah Gempa M 7,7

dr Restu bercerita gimana akses menuju akomodasi kesehatan rujukan terputus imbas kerusakan jalan dan jembatan. Kondisi tersebut itu jelas membikin tim medis kudu mengambil keputusan sigap demi menyelamatkan ibu dan bayinya.

"Waktu itu saya pertimbangkan rencana SC Cito, tapi jalur rujukan terputus. Jembatan rusak, jalan rusak," beber dr Restu, dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Kamis (20/6/2026).

Operasi akhirnya dilakukan di dekat pintu masuk gedung yang tetap dapat digunakan. Tindakan tersebut dilakukan dengan keterbatasan akomodasi dan peralatan medis akibat kondisi pasca gempa.

Keputusan sigap tim medis membuahkan hasil. Bayi prematur dengan berat 1,5 kg sukses lahir dengan selamat. Saat ini, bayi tersebut tetap menjalani perawatan intensif di ruang perinatologi.

Menkes mengatakan pengamanan pasien menjadi prioritas utama dalam kondisi tanggap darurat. Perbaikan akomodasi kesehatan baru dilakukan setelah kebutuhan pasien dipastikan tertangani.

"Tugas prioritas Kementerian Kesehatan saat tanggap darurat nomor satu adalah pasiennya, bukan akomodasi pelayanannya. Pasiennya nomor satu, sesudah itu baru nomor dua kita perbaiki akomodasi yang rusak," beber Budi saat berjamu di Nagekeo.

70 Orang Meninggal, 43 Ribu Warga Mengungsi

Berdasarkan Laporan Situasi (Situation Report) Kementerian Kesehatan, gempa yang mengguncang NTT menyebabkan 70 orang meninggal bumi dan 43.391 penduduk mengungsi.

Di Kabupaten Nagekeo, sebanyak 170.669 jiwa terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, delapan orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 29 orang mengalami luka ringan.

Gempa juga berakibat pada pelayanan kesehatan. Dua rumah sakit utama, ialah RS Pratama Rajad dan RS Aeramo, tidak dapat beraksi secara normal. Selain itu, tiga gedung puskesmas mengalami kerusakan.

Dalam kondisi tersebut, Kemenkes menetapkan tiga prioritas penanganan. Pertama, mempercepat identifikasi dan pelayanan pasien melalui sistem triase dalam 3-5 hari ke depan.

Pasien kritis bakal langsung dirujuk ke rumah sakit, sementara pasien dengan luka ringan ditangani di puskesmas maupun tenda darurat.

Prioritas kedua adalah memperbaiki akomodasi kesehatan yang rusak. Kemenkes menargetkan pembangunan maupun pembaharuan akomodasi tersebut dapat rampung dalam waktu 8-12 bulan.

Sedangkan prioritas ketiga adalah penanganan trauma psikologis warga. Ketakutan terhadap gempa susulan menjadi salah satu perhatian pemerintah setelah bencana.

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)
Selengkapnya
Haru! Perjuangan Dokter Di Ntt Lakukan Operasi Caesar Usai Gempa, Bayi Prematur 1,5 Kg Lahir Selamat